Jusuf Kalla Himbau Pengurus DMI Istiqomah Memakmurkan Masjid

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009 dan 2014 – 2019, H.M Jusuf Kalla (JK) mengimbau pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) istikamah memakmurkan masjid. Bahkan masjid yang merupakan rumah Allah harus dijadikan energi meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. “Sekarang ada 800 ribu masjid di Indonesia, tersebar di banyak kawasan. Kalau semuanya digerakkan untuk memakmurkan masyarakat sekitar, maka ini akan menjadi inspirasi yang membangun negeri ini,” terang Ketua Umum DMI di Jakarta pada Minggu (30/6/2024). Jumlah tersebut jauh melampaui jumlah masjid di negara lain. Arab Saudi memiliki sekitar 200.000 hingga 300.000 masjid yang tersebar di seluruh negeri. Namun, di antara semua masjid tersebut, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah adalah dua tujuan utama wisata religi bagi umat Islam di seluruh dunia setiap saat. Mesir, dengan sejarah Islam yang panjang, memiliki sekitar 100.000 hingga 110.000 masjid. Negara Turki berada di urutan kelima dengan memiliki sekitar 80.000 hingga 85.000 masjid. Masjid-masjid di Turki sering kali menjadi titik fokus dalam arsitektur kota-kota besar seperti Istanbul, mencerminkan warisan kekayaan sejarah dan budaya Islam di negara ini. India memiliki sejarah peradaban Islam yang cukup panjang. Saat ini, India tercatat sebagai negara dengan Masjid terbanyak ketiga, memiliki sekitar 300.000 hingga 400.000 masjid. Berdasarkan data tersebut, jumlah masjid di Indonesia adalah terbanyak. JK mengatakan, dulu visi DMI sederhana, memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Sebab selama ini hanya berbicara memakmurkan masjid, tapi fungsi masjid itu hanya tempat ibadah. Padahal untuk lebih bermanfaat tentu harus memakmurkan jamaahnya juga. DMI mengemban amanah untuk melakukan hal tersebut. Terdiri dari 200 personel pengurus DMI dari berbagai profesi dan latar belakang, mereka dinilai cakap dan mampu menghidupkan dan meramaikan masjid untuk menjadi sentra pemberdayaan masyarakat sekitar. “Sebab siapapun yang hadir di sini, ada orang Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah atau siapapun, doanya pasti ditutup Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar (wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka),” ungkap JK. Pada kesempatan yang sama, JK melantik pengurus DMI yang bertepatan dengan hari jadi organisasi tersebut ke-52. Di antara tokoh yang dilantik dalam kepengurusan tersebut adalah Menkominfo periode 2014-2019 Rudiantara sebagai wakil ketua umum, purnawirawan Polri Irjen Pol (pur) Mas Guntur Laupe yang juga menjabat wakil ketua umum, pengusaha Mohammad Arsjad Rasyid yang juga menjadi pengurus harian DMI, ahli wakaf dan filantropi Islam KH Anang Rikza Masyhadi, dan banyak lagi. Ketua Kerja Sama Antarlembaga dan Hubungan Luar Negeri DMI Anizar Masyhadi mengatakan, masjid merupakan permulaan simpul pembangunan, kebudayaan, bahkan peradaban. “Al-Azhar Mesir bermula dari masjid yang menjadi pusat ibadah dan pembelajaran. Lambat laun berkembang menjadi perguruan tinggi yang usianya kini sudah lebih dari seribu tahun,” ujar peraih gelar magister Universitas Suez Canal Mesir tersebut. Pihaknya mengimbau berbagai pihak bekerja sama menguatkan fungsi masjid di berbagai kawasan. Dimulai dari sentra ibadah, masjid dapat dikembangkan menjadi basis perkumpulan untuk membangun ide kreatif hingga kemudian menjadi tempat melestarikan berbagai kearifan. “Tentu ini harus kolaborasi, harus melibatkan berbagai profesi dengan segala potensi yang dimiliki. Insya Allah masjid di Indonesia akan terus menginspirasi pembangunan di masyarakat,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji Gelombang Dua Sudah Diberangkatkan ke Madinah

Mekah — 1miliarsantri.net : Jamaah haji Indonesia gelombang 2 mulai didorong dari Makkah ke Madinah pada Rabu (26/6/2024) lalu. Sebanyak 6.950 jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan. Mereka tergabung dalam 17 kelompok terbang (kloter). “Alhamdulillah Rabu lalu jamaah haji Indonesia gelombang kedua sudah diberangkatkan dari Kota Makkah menuju Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman saat diwawancaral di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Minggu (30/6/2024). Setelah melaksanakan ibadah di Madinah, baru mereka akan dipulangkan ke Tanah Air. Khalil pun mengimbau kepada jamaah yang akan berangkat ke Madinah untuk mematahi jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan oleh petugas haji di Makkah. “Jangan sampai jamaah masih melaksanakan ibadah sunnah ataupun ibadah yang lainnya di Masjidil Haram pada saat berangkatan,” harap Khalil. Sementara itu, salah satu jamaah yang diberangkatkan dari Hotel Yaqub Al Qoqandi I Makkah, Zulkifli mengaku merasa berat meninggalkan kota suci Makkah. Apalagi, ia harus menunggu 12 tahun lamanya untuk sampai ke Tanah Suci. “Sedih rasanya meninggalkan Makkah, entah kapan ke sini lagi,” ucap jamaah asal Batam itu. Zulkifli bersama jamaah lainnya tergabung dalam kloter 12 embarkasi BTH. Selama berada di Makkah hingga puncak haji, dia pun mengaku mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari para petugas haji. “Dari awal keberangkatan sampai di sini, saat puncak haji semua terlayani dengan baik,” ungkap Zulkifli. Sebagaimana diketahui, proses kepulangan jamaah haji Indonesia dari Makkah sudah dimulai sejak Jumat (21/6/2024) lalu. Mereka dipulangkan melalui King Abdulaziz International Airport di Jeddah maupun Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Rabu (26/6/2024) pagi, sebanyak 84 kloter sudah dipulangkan ke Tanah Air. Total jamaah haji reguler tercatat sebanyak 553 kloter. (drus) Baca juga :

Read More

Al Quran Isyaratkan Karakter Tentara Israel yang Penakut

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam artikel bertajuk The Occupation Army Is Being Affected Seriously By Suicide, Low Morale And Mental Illness yang diterbitkan middleeasmonitor, kolumnis Aziz Mustafa berbicara tentang meningkatnya jumlah kasus bunuh diri, masalah psikologis yang serius, dan moral yang rendah. Gangguan stres pascatrauma (PTSD) adalah masalah yang nyata. Tentara Israel rupanya telah membuka penyelidikan terhadap fenomena bunuh diri di kalangan tentaranya, karena mereka tidak mampu mengatasinya secara memadai. Ini adalah gejala dari penyakit mental yang mempengaruhi semakin banyak tentara Israel, dan bukan hanya di antara jajaran lainnya. Setidaknya seorang letnan kolonel telah melakukan bunuh diri, mendorong kepala Pusat Studi Bunuh Diri dan Sakit Mental Lior Tsfaty, Profesor Yossi Levi-Belz, mengatakan bahwa masalah ini sangat mengejutkan karena mereka tidak terbiasa dengan hal itu selama pertempuran, meskipun itu termasuk mereka yang menderita PTSD, yang terbangun setiap pagi karena berbagai pemandangan, suara, dan perasaan bersalah. Tetapi pihak militer menolak untuk mempublikasikan nama-nama tentara dan perwira yang telah melakukan bunuh diri dan merahasiakannya. Namun demikian, kita tahu bahwa antara 1973 dan 2024, 1.227 tentara Israel melakukan bunuh diri berdasarkan catatan resmi, tetapi jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. Beberapa pihak mengklaim bahwa tentara menutup-nutupi jumlah pastinya. Keinginan untuk berperang telah runtuh, meskipun kehancuran telah terjadi di Gaza. Tentara mulai goyah antara semangat militer yang memburuk dan keinginan untuk membelot. Dengan semakin banyaknya yang tidak mau bertugas di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Gaza, Israel menghadapi keruntuhan pasukan cadangannya dalam waktu dekat. Terkait hal ini, Alquran telah memberikan isyarat tentang karakter kejiwaan mereka. Bani Israil yang menjadi akar dari bangsa Yahudi dalam kisahnya terkenal sebagai umat yang penakut. Alquran mengisahkan bahwa Bani Israil tidak mau memasuki wilayah Kana’an karena takut berperang sehingga mereka membangkang kepada Nabi Musa alaihissalam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا ۖفَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami sampai kapan pun tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami tetap berada di sini saja.” (QS Al-Ma’idah Ayat 24) Maksud ayat di atas yaitu, sebagaimana dikutip Tafsir Ringkas Kementerian Agama, setelah orang-orang Yahudi menolak perintah dua utusan Nabi Musa, yaitu Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune. Kemudian orang-orang Yahudi berkata, “Wahai Musa! Meski engkau menyuruh kami untuk masuk ke Kana’an yang merupakan daerah orang Palestina, sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka, yaitu penduduknya yang merupakan orang-orang kuat lagi besar, masih ada di dalamnya. Karena itu, lebih baik pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan kemudian berperanglah kamu berdua untuk mengalahkan mereka. Sementara kalian berperang, biarlah kami tetap berada dan menanti di sini saja sambil menunggu hasil dari perjuanganmu.” Dalam ayat di atas dijelskan bahwa anjuran dua orang utusan Nabi Musa itu tidak dapat mempengaruhi kaumnya dan tidak mengubah semangat mereka. Oleh karena itu setelah anjuran itu, mereka mengulangi ucapan mereka kepada Nabi Musa bahwa mereka selamanya tidak akan masuk Kana’an selama kaum raksasa dan angkuh penduduk negeri itu masih berada di sana. Umat Nabi Musa menegaskan bahwa jika Nabi Musa tetap berkehendak akan memasuki tanah Kana’an, maka biar Nabi Musa sajalah bersama bantuan Tuhan yang akan memerangi kaum itu, sedangkan mereka tetap membangkang tidak mengikuti Nabi Musa memasuki Kana’an. Jawaban Bani Israil (Yahudi) kepada utusan Nabi Musa ini menunjukkan kedangkalan pikiran dan kekerdilan mereka. Memang mula-mula mereka telah menyembah Allah mengikuti Nabi Musa, kemudian mereka berusaha menyembah anak sapi mengikuti ajakan Samiri. Memang kaum Yahudi itu biasa membangkang terhadap Nabinya, malah kadang-kadang membunuhnya. Sementara itu, dalam Alquran, surat Ali Imran ayat 112, diceritakan bahwa kaum Yahudi dikenal sebagai kaum yang penakut, pesimis, tamak terhadap dunia, dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Allah SWT berfirman: ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْٓا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَنْبِۢيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ “Kehinaan ditimpakan kepada mereka di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka pasti mendapat murka dari Allah dan kesengsaraan ditimpakan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.” Terkait ayat tersebut, dalam Tafsir Tahlili Kemenag dijelaskan bahwa dengan kekafiran dan keingkaran para Ahli Kitab (Yahudi), serta tindak tanduk mereka yang keterlaluan memusuhi umat Islam dengan berbagai cara dan usaha, Allah SWT menimpakan kehinaan kepada mereka di mana saja mereka berada, kecuali bila mereka tunduk dan patuh kepada peraturan dan hukum Allah dengan membayar jizyah, yaitu pajak untuk memperoleh jaminan keamanan (ḥabl min Allah) dan mereka memperoleh keamanan dari kaum Muslimin (habl min al-nas). Tetapi hal itu tidak dapat mereka laksanakan dalam pergaulan mereka dengan Nabi dan para sahabatnya di Madinah, bahkan mereka selalu menentang dan berusaha melemahkan posisi kaum Muslimin dan tetap memusuhi Islam. Karena itu mereka mendapat kemurkaan Allah SWT, ditimpa kehinaan dan terusir dari Madinah. Mereka ditimpa kehinaan menjadi kaum yang penakut. (yan) Baca juga :

Read More

Kisah Pak Harto Bangun 999 Masjid di Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pada 1982, Presiden Kedua Infonesia, H.M Soeharto mendirikan Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) sebagai ajakan pada umat untuk menumbuhkan semangat bersedekah. Girah beramal, dalam upaya menghimpun daya dan dana untuk memenuhi kebutuhan kaum Muslimin di dalam melaksanakan ibadah mereka sebagai mayoritas di negeri ini. Membangun masjid yang merupakan cita-cita didirikannya YAMP, bagi Pak Harto merupakan kebutuhan yang tak terhindarkan umat Islam. Keberadaan masjid, selain sebagai sarana beribadah, juga merupakan simbol terwujudnya persatuan dan kesatuan masyarakat dalam ukhuwah Islamiyah. Dan, yang lebih penting, bagaimana kaum Muslimin bisa mencintai masjid sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya. Pertimbangan lain yang mendasari berdirinya YAMP kala itu adalah kemampuan pemerintah yang masih sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan umat Islam. Ajakan Pak Harto untuk memberikan sedekah tersebut kemudian ditanggapi Korps Pegawai Republik Indonesia atau Korpri (1982) dan anggota ABRI (kini bernama TNI) melalui surat Panglima ABRI, Jenderal Benny Moerdani. Maka, pada tahun 1982 juga, YAMP mengumpulkan dana yang berasal dari pegawai negeri sipil (Korpri), ABRI (termasuk Kepolisian RI) yang beragama Islam. Nilainya sebagai berikut: Rp 50 (untuk golongan I), Rp 100 (golongan II), Rp 500 (golongan III), dan Rp 1.000 (golongan IV). Jadi, penghimpunan dana berdasarkan jenjang masing-masing pegawai. Hal ini sesuai dengan surat edaran Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan (kini Kementerian Keuangan). Gagasan ini disampaikan Pak Harto selaku pemrakarsa YAMP kepada menteri keuangan pada 8 Desember 1982. Potongan gaji yang sedemikian kecilnya ternyata sangat bermanfat bagi umat Islam. Pak Harto sebagai sebagai seorang Muslim serta pendiri YAMP pernah menyatakan, “Bahwa dengan memberi sedekah sebesar itu harus dikelola secara profesional, akuntabel, dan transparan, diharapkan dapat memperoleh kepercayaan dan memberi manfaat yang besar bagi umat.” Tepat pada tahun 2009, sebagaimana yang sudah direncanakan, yayasan ini telah berhasil membangun sebanyak 999 unit masjid di seluruh Indonesia. Masjid terakhir diselesaikan tepat pada 2009 sesuai pesan Soeharto. Pembangunan masjid yang dilakukan YAMP memiliki bentuk yang khas. Pilihan jenis bangunan adalah bentuk Masjid Demak (Jawa Tengah) yang memiliki tiga cungkup dengan puncak masjid berbentuk segilima (yang menggambarkan Pancasila). Kemudian, terdapat bentuk lafaz Allah pada bagian tengah puncak itu. Bentuk ini mengandung makna filosofis yang menggambarkan perjalanan manusia menuju Allah SWT. Tiga cungkup menggambarkan alam kehidupan manusia yang terdiri atas: Alam Purwa, Alam Madyo, dan Alam Wusono. Prof Ahmad Syafi’i Maarif, seorang tokoh Muhammadiyah, pernah terlibat dalam pembangunan masjid di Yogyakarta, Bojonegoro, dan di kampungnya sendiri, yakni Sumpurkudus, Sumatra Barat. Pembangunan masjid itu dengan biaya dari YAMP. Dalam hal ini, Syafi’i Maarif pernah mengusulkan agar bentuk bangunan masjid disesuaikan dengan pola budaya setempat. Usulan tersebut dilandasi atas semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” agar bentuk-bentuk masjid yang dibangun YAMP benar-benar mewakili keragaman budaya bangsa. YAMP juga memberikan sumbangan pada tahun 1995 untuk menyelesaikan pembangunan Masjid al-Hikmah di New York, Amerika Serikat (AS), sebesar 150 ribu dolar AS. Setahun kemudian, dana sebesar 150 ribu dolar AS untuk pembangunan masjid di Papua Nugini. Selain itu, YAMP juga menyalurkan bantuan untuk rumah sakit embarkasi haji di Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Pada 1998, presiden ketiga RI BJ Habibie, yang menggantikan Pak Harto, menghentikan potongan-potongan gaji para PNS (Korpri) serta anggota TNI/Polri tersebut. (jeha) Baca juga :

Read More

Mengapa India Berbelot Membela Israel

Mumbai — 1miliarsantri.net : Sejak awal merdeka dari Inggris, India seperti banyak negara poskolonial lainnya adalah pendukung sengit Palestina dan penentang penjajahan oleh Israel. Namun terungkap belakangan, di bawah Perdana Menteri narendra Modi India justru memasok senjata ke Israel yang digunakan untuk melakukan genosida di Jalur Gaza. Apa yang berubah dalam 76 tahun belakangan? Setelah memperoleh Kemerdekaan pada tanggal 15 Agustus 1947, India dihadapkan dengan isu pembagian Palestina menjadi dua negara. India, di bawah Perdana Menteri Jawaharlal Nehru, memberikan suara menentang resolusi Majelis Umum PBB tentang pembagian Palestina pada 29 November 1947. Merujuk India Today, Pendirian Nehru didasarkan pada faktor moral dan geopolitik. Dari segi moral, Nehru mengikuti jejak mentornya, Mahatma Gandhi, yang sangat yakin bahwa orang-orang Yahudi telah melakukan kesalahan besar dalam upaya untuk “memaksakan diri mereka di Palestina dengan bantuan Amerika dan Inggris”. Menurut Gandhi, Palestina adalah milik bangsa Arab seperti halnya Inggris milik Inggris, atau Prancis milik Prancis, sebagaimana disebutkan dalam artikelnya di Harijan pada November 1938. Terlebih lagi, Nehru dan Gandhi telah melihat kengerian dari pemisahan berdasarkan agama antara India dan Pakistan. Mereka tidak ingin mendukung pertumpahan darah lagi dan percaya jika pemisahan harus dilakukan maka hal itu harus dilakukan dengan persetujuan orang-orang Arab Palestina. Dari segi geopolitik, Nehru mengetahui bahwa sebagai negara baru, India membutuhkan dukungan asing, terutama dari negara-negara Arab yang gigih menentang pembentukan Israel. Nehru juga khawatir pemberontakan di kalangan penduduk Muslim yang besar di India jika pemerintah mendukung lahirnya Israel. Israel akhirnya berdiri pada tanggal 14 Mei 1948. Tak lama kemudian, Israel mengirimkan surat ke negara-negara, termasuk India, meminta mereka untuk mengakui bangsa Yahudi. Meskipun India pada awalnya tidak menanggapi permintaan tersebut, India kemudian secara resmi mengakui Israel pada tanggal 17 September 1950. Namun hubungan diplomatik penuh harus menunggu beberapa dekade. Pengakuan India terhadap Israel terjadi setelah semua negara Arab tetangga Israel menandatangani gencatan senjata dengan negara Yahudi tersebut. Bahkan negara Muslim seperti Turkiye mengakui Negara Israel pada 1949. Korespondensi pertama Jawaharlal Nehru dengan Israel terjadi pada 1962 ketika ia menulis surat kepada Perdana Menteri Israel David Ben-Gurion selama perang dengan Cina. Nehru meminta bantuan Israel dalam bentuk senjata dan amunisi, dengan ketentuan dikirimkan tanpa bendera Israel untuk menghindari ketegangan hubungan India dengan negara-negara Arab. Namun, Ben-Gurion, meski menyatakan empati terhadap situasi India, menolak memberikan bantuan dalam kondisi seperti ini. Hanya ketika India setuju untuk menerima pengiriman berbendera Israel, Israel mulai menjalin hubungan dengan India pada tingkat yang strategis. India kembali terpaksa menghubungi Israel selama perang pada 1971 dengan Pakistan. AS saat itu sedianya mendukung Islamabad, tetapi Israel memilih untuk menjawab permintaan bantuan India. Dalam bukunya 1971: A Global History of the Creation of Bangladesh, sejarawan Srinath Raghavan mencatat bahwa Israel sendiri menghadapi kekurangan senjata dan tidak dapat memasok senjata secara langsung ke India. Namun Perdana Menteri Israel Golda Meir mengalihkan pengiriman yang ditujukan ke Iran ke India hanya dengan satu permintaan – menjalin hubungan diplomatik dengan imbalan senjata. Meskipun ada bantuan Israel pada 1971, India, di bawah kepemimpinan Indira Gandhi, tetap menjadi pendukung setia perjuangan Palestina. Pemerintahan Indira Gandhi secara konsisten mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, mengutuk pendudukan Israel dan menganjurkan solusi dua negara. Pada 1974, India secara resmi mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang dipimpin oleh Yasser Arafat, sebagai satu-satunya perwakilan rakyat Palestina yang sah. Arafat memiliki ikatan yang lebih dalam dengan Indira Gandhi, yang disebut sebagai “adik perempuanku”. Yasser Arafat mengunjungi India beberapa kali selama masa jabatan Indira Gandhi. Kunjungannya berperan penting dalam memperkuat hubungan politik dan diplomatik antara kedua pemerintah, karena India mengizinkan PLO membuka kantor di New Delhi pada 1975. Setelah Indira Gandhi dibunuh pada tahun 1984, Arafat datang ke pemakamannya. Menurut beberapa laporan, dia “menangis seperti anak kecil” di pemakaman Indira Gandhi. Pada 1988, India menjadi salah satu negara pertama yang mengakui Negara Palestina setelah PLO mendeklarasikan kemerdekaan. Pada tahun 1996, India membuka Kantor Perwakilannya di Gaza, yang kemudian dipindahkan ke Ramallah. Namun pada 1999, terjadi perang Kargil. Kala itu Pakistan dan India merebutkan wilayah perbatasan di Jammu-Kashmir tersebut. Kala itu, pada 3 Mei 1999, India merasa pasukan Pakistan hendak memasuki wilayah tersebut dan melancarkan serangan balasan, yang diberi nama sandi Operasi Vijay. Namun, pasukan India, yang menggunakan peralatan militer dan teknis yang sudah ketinggalan zaman, kesulitan menemukan dan menyerang tentara Pakistan yang bersembunyi di lokasi-lokasi strategis. India meminta bantuan. Namun New Delhi menghadapi embargo teknologi, ekonomi dan senjata oleh negara-negara, yang dipimpin oleh AS, karena uji coba senjata nuklirnya pada 1998. Hanya satu negara yang secara terbuka mendukung India, yaitu Israel. Israel, meskipun merupakan sekutu AS, membantu India dengan mortir dan amunisi, bahkan memberikan Angkatan Udara India rudal berpemandu laser untuk jet tempur Mirage 2000H miliknya. Dalam buku The Evolution of India’s Israel Policy karya Nicolas Blarel, Israel menghadapi tekanan dari AS dan komunitas internasional untuk menunda pengiriman peralatan pertahanan ke India. Namun Israel terus maju dan mengirimkan senjata yang sangat dibutuhkan tepat waktu. Tak hanya itu, Israel juga menyediakan foto-foto dari satelit militernya untuk mencari lokasi strategis Angkatan Darat Pakistan. India adalah pemimpin Gerakan Non-Blok (GNB) selama era Perang Dingin dan memelihara hubungan dekat dengan dunia Arab dan Uni Soviet. Hal ini juga berarti bahwa India tidak mendukung rezim “kolonial” (seperti Israel) atau apartheid (Afrika Selatan). Setelah perang Kargil, pemerintahan BJP yang dipimpin Atal Bihari Vajpayee mengirim Menteri Luar Negeri Jaswant Singh ke Israel untuk kunjungan bilateral pertama pada tahun 2000. LK Advani, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, juga mengunjungi Israel pada tahun yang sama. Pasukan India membombardir tentara Pakistan dengan senjata bantuan Israel pada Perang Kargil di Kashmir, 1999. – (Public Domains)India merasakan kebutuhan untuk memodernisasi infrastruktur pertahanannya yang rapuh setelah perang Kargil dan meminta bantuan Israel, yang terkenal dengan teknologi pertahanannya yang canggih. India menandatangani perjanjian pertahanan pertamanya dengan Israel pada tahun 2000 untuk sistem rudal permukaan-ke-udara Barak-1. Sistem rudal Barak terutama dirancang untuk pertahanan angkatan laut, dan dimaksudkan untuk dipasang di kapal perang Angkatan Laut India. Kesepakatan tersebut tidak hanya melibatkan penjualan sistem rudal Barak tetapi juga mencakup transfer teknologi, yang memungkinkan India memproduksi rudal tersebut di dalam negeri. Tidak hanya pertahanan, India dan…

Read More

Sebanyak 1.500 Pesantren Ikuti Program Kemandirian Ekonomi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemandirin pesantren menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Program ini telah bergulir sejak 2020 dan terus diimplementasikan melalui beragam pendekatan, salah satunya Pelatihan Kemandirian Pesantren. Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Mastuki mengatakan, Pelatihan Kemandirian Pesantren bergulir sejak 2021. Bersama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, kata Mastuki, Pusdiklat memulai proyek ini dengan melatih 105 Pondok Pesantren. Setahun berselang, program ini berhasil melatih 504 Pondok Pesantren. Jumlah ini terus meningkat tajam pada tahun 2023, dengan 1.494 Pondok Pesantren penerima pelatihan. “Untuk tahun 2024, Pusdiklat dan Direktorat PD Pontren menargetkan pelatihan bagi 1.500 Pondok Pesantren, dengan 850 pondok pada tahap pertama dan 650 pondok pada tahap kedua,” terang Mastuki di Ciputat, Sabtu (29/6/2024). Pelatihan 2024 ini dibagi dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama ada 21 angkatan yang dilaksanakan dalam lima gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 20-23 Mei 2024, diikuti gelombang kedua pada 28-31 Mei, lalu ketiga pada 4-7 Juni, dan gelombang keempat pada 10-13 Juni. Untuk gelombang kelima dijadwalkan berlangsung pada 24-27 Juni 2024. Program pelatihan gelombang ke-5 yang saat ini sedang berlangsun, dibagi menjadi empat Angkatan (9 – 12). Setiap Angkatan diikuti 40 peserta, perwakilan dari Pondok Pesantren yang telah lulus seleksi berkas dan proposal melalui aplikasi SIMBA. “Seleksi ketat dilakukan oleh Tim Ahli Kemandirian Pesantren untuk memastikan peserta memiliki potensi dan komitmen yang kuat dalam mengembangkan kemandirian ekonomi pesantren mereka,” sebut Mastuki. Pelatihan ini mengadopsi metode blended learning, yang menggabungkan pembelajaran online dan tatap muka. Peserta mengikuti sesi online selama empat hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan sesi tatap muka selama dua hari, dan diakhiri dengan Bimbingan Teknis (BIMTEK) selama dua hari. Metode ini dirancang agar peserta dapat memahami teori sekaligus mempraktikkan keterampilan yang diajarkan. Narasumber dalam pelatihan ini adalah Tim Ahli Kemandirian Pesantren yang ditetapkan melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Mereka terdiri para profesional yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang pemberdayaan ekonomi pesantren. Keberadaan narasumber ini sangat penting untuk memberikan wawasan dan bimbingan praktis kepada para peserta. Mastuki menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam pengembangan institusi pesantren. “Kolaborasi ini menjadi kunci penting dalam pengembangan usaha di pesantren. Pengembangan ekonomi syariah dan industri halal di pesantren harus direspons secara kreatif melalui usaha bisnis dan kajian-kajian yang relevan,” ujarnya. Kasubdit Pendidikan Pesantren Basnang Said menekankan pentingnya pelatihan ini bagi kemandirian pesantren. “Pelatihan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Kami berharap program ini telah terdesain dalam sebuah konsep besar yang dinamakan Peta Jalan Kemandirian Pesantren,” katanya. Kemenag berharap palatihan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren, serta menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama dalam mendukung kemandirian pesantren sebagai pilar penting dalam pembangunan nasional. (wink) Baca juga :

Read More

Kemenag Sulut Tingkatkan Kualitas Layanan Haji di Embarkasi Balikpapan

Balikpapan — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara akan meningkatkan kualitas layanan haji di Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur guna memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara H Sarbin Sehe, di Manado, Selasa, pihaknya selain meningkatkan layanan haji juga memberikan apresiasi kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan atas keberhasilan mereka dalam memberangkatkan jemaah haji tahun 1445 H. “Kami mengapresiasi kualitas layanan yang telah diberikan kepada seluruh jamaah, terutama jamaah haji asal Sulawesi Utara. PPIH Embarkasi Balikpapan telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang luar biasa dalam melayani para jamaah haji. Hal ini patut diapresiasi,” ujar Kakanwil. Selain itu, dirinya juga menyetujui rencana peningkatan layanan keamanan bagi jamaah calon haji. Menurutnya, layanan keamanan yang baik akan sangat membantu bagi jamaah. Namun demikian, ia meminta untuk tetap mempertimbangkan aspek syiar dan humanisme di asrama haji. “Keamanan memang penting, namun jangan sampai mengabaikan nilai-nilai syiar dan humanisme yang harus kita jaga,” kata Kakanwil yang didampingi Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) H Wahyuddin Ukoli. Kakanwil menyampaikan kondisi umum Sulawesi Utara yang dikenal dengan masyarakatnya yang plural dan majemuk, namun tetap harmonis dalam keberagaman, sehingga ia menitipkan pesan agar Moderasi Beragama dapat diimplementasikan dalam pelayanan jamaah haji di Asrama Embarkasi Balikpapan. “Saya berharap semangat Moderasi Beragama yang kita jalankan di Sulawesi Utara dapat diterapkan juga di sini, apalagi kepala staf penyelenggara haji di Sulut banyak yang nonMuslim tetapi sangat antusias mengawal keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji,” jelasnya. Rapat evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan haji di masa mendatang, khususnya dalam proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah. (ndar) Baca juga :

Read More

Pesan Penting Wakil Grand Syekh Al-Azhar Kairo pada Pengurus MUI

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Grand Syekh Al-Azhar Kairo, Prof Dr Muhammad Ad-Duwaini berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan tiga poin penting. Pertama, turos atau kitab-kitab klasik merupakan warisan keilmuan Islam. “Al Azhar mempunyai pengalaman lebih dari 1000 tahun tanpa berhenti dalam menjaga, mengembangkan, dan menyebarkan warisan keilmuan Islam,” beber Syekh Ad-Duwaini dalam paparannya. Menurut dia, turos bukanlah sebab kemunduran umat Islam. Justru sebaliknya, ia bagian dari harta warisan paling berharga umat Islam dalam menjaga jati diri dan menguatkan generasi penerus untuk terus berpegang teguh kepada pemahaman agama yang benar, yaitu kepada Alquran dan sunnah. Kedua, Al-Azhar dalam menjaga dan mengembangkan turos. “Pemahaman terhadap Turos harus juga dibarengi oleh kesadaran akan dinamika perkembangan keilmuan dan keadaaan umat saat ini,” tegas Wakil Grand Syekh Al-Azhar Kairo ini. Di hadapan pimpinan MUI serta para perwakilan ormas Islam tersebut, Syekh Ad-Duwaini menyampaikan pemahaman yang baik terhadap Turos sebagaimana yang dilakukan oleh Al-Azhar dapat melahirkan pandangan yang wasathi. Di samping itu, lahirnya kemampuan untuk bersinergi dan menghormati pendapat orang atau kelompok lain. Sebab, menurut dia wasathiyah bukanlah sebuah slogan dan pemanis bibir saja. Wasathiyah adalah konsep yang berakar kuat dari pemahaman yang benar, dijaga, dikuatkan, disinergikan dan disebarkan oleh para ahli yang mengaku wasathi. Adapun dalam konteks yang dimaksud adalah peran yang juga digawangi oleh MUI sebagai payung besar ormas Islam di Indonesia. Oleh karenanya, pemahaman para alim ulama terkait Turos sangatlah penting. “Ketiga, penyesuaian masa kini, berdasarkan keilmuan turos tersebut dengan melihat perkembangan yang terjadi sekarang,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, turut menyambut Wakil Grand Syekh Al-Azhar tersebut yaitu Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, serta Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh beserta jajaran pimpinan MUI dan ormas Islam. Dalam kunjungan kali ini juga dilengkapi pula dengan sesi tanya jawab saat forum diskusi bersama Wakil Grand Syekh Al-Azhar. (rid) Baca juga :

Read More

Saudi Rilis 1.301 Orang Wafat karena Panas Ekstrem

Mekah — 1miliarsantri.net : Kantor Gubernur Makkah al Mukarramah merilis pengumuman dari Kementerian Kesehatan Saudi bahwa 1.301 jamaah haji wafat pada musim haji tahun ini. Kematian mereka umumnya disebabkan suhu panas yang ekstrem di Kota Suci Makkah dan sekitarnya. Hal ini disampaikan Konsul Haji pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah Nasrullah Jasam. “Kementerian Kesehatan telah merilis bahwa ada 1.301 jamaah yang wafat pada musim haji 1445 H/2024 M. Dari jumlah itu, sekitar 83% di antaranya adalah jamaah haji tidak resmi atau menggunakan visa non haji,” terang Nasrullah Jasam di Makkah, Jumat (28/6/2024). Menurut Nasrullah, suhu udara di Makkah, termasuk juga di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada periode menjelang dan sesudah puncak haji, sangat ektrem panasnya. Suhunya mencapai lebih dari 50 derajat celsius. “Jamaah dengan visa non haji banyak yang harus berjalan jauh di bawah terik matahari, tanpa tempat berlindung atau tenda untuk beristirahat. Berdasarkan informasi yang dirilis Kementerian Kesehatan Saudi, di antara mereka ada juga sejumlah orang lanjut usia dan penderita penyakit kronis. Pemerintah Saudi terus berupaya mengindentifikasi identitas jamaah wafat tersebut agar bisa menghubungi pihak keluarga, menerbitkan sertifikat kematian, serta memakamkannya,” papar Nasrullah. Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan pada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), dr. Indro Murwoko, mengatakan bahwa angka kematian jamaah haji Indonesia saat puncak haji di Armuzna mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Dia mencatat, ada 40 jamaah haji Indonesia yang wafat pada periode ini. Sebanyak 11 jamaah wafat di Arafah dan 29 jamaah wafat di Mina. “Jamaah wafat itu, secara keseluruhan ada 40 orang. Dari data itu, terbagi wafat di tenda, pos kesehatan, dan rumah sakit Arab Saudi, baik di Arafah maupun Mina,” terang dr. Indro Murwoko, saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah. Jika dibandingkan dengan data 2023, jumlah jamaah yang wafat pada periode Armuzna tahun ini lebih kecil. Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat jumlah jamaah wafat periode Armuzna pada 2023 sebanyak 64 orang. Jumlah ini terdiri atas 13 jamaah wafat di Arafah dan 51 orang wafat di Mina. Dijelaskan dr. Indro Murwoko, jamaah haji Indonesia meninggal di Tanah Suci mendapat penanganan sesuai prosedur. Ketika ada jamaah meninggal, tenaga kesehatan akan membuat Certivicate of Death (COD). Setelah itu, petugas akan berkoordinasi dengan kantor maktab atau kantor sektor atau kantor daker untuk melengkapi persyaratan administrasi lainnya, misalnya surat kesediaan dimakamkan, dan yang lain. “Setelah administrasi disiapkan, biasanya diserahkan ke Masyariq atau Maktab untuk proses pemulasaraan,” tutupnya. (drus) Baca juga :

Read More

Al-Safiyyah Museum and Park Tawarkan Pengalaman Inovatif

Madinah — 1miliarsantri.net : Al-Safiyyah Museum and Park di Kota Madinah, Arab Saudi, menjadi contoh tempat wisata dan budaya yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan hiburan. Museum tersebut menawarkan banyak elemen inovatif yang memperkaya pengalaman para pengunjung saat berada di Kota Madinah, Arab Saudi. Dengan memiliki luas lebih dari 4.400 meter persegi, Al-Safiyyah Museum and Park terletak di area tengah bagian selatan Masjid Nabawi. Proyek Museum tersebut mencakup taman budaya dan area pameran museum yang memanfaatkan kemampuan audiovisual terintegrasi, serta area untuk layanan komersial dan rekreasi guna memenuhi keperluan seluruh pengunjung. Desain arsitektur Al-Safiyyah Museum terinspirasi dari warisan Kota Madinah. Kebun palem yang disusun bertingkat dan dikelilingi kolam serta air mancur, menciptakan lingkungan yang menarik bagi para pengunjung. Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) mendokumentasikan momen peziarah dari seluruh dunia yang mengunjungi museum dan menikmati beragam pameran budaya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah “Story of Creation” museum yang secara komprehensif menampilkan awal mula kisah penciptaan alam semesta hingga kisah para nabi dan rasul dalam berbagai bahasa Museum Story of Creation mengandalkan pendekatan naratif yang memungkinkan para pengunjung untuk menggali pengetahuan. (dul) Baca juga :

Read More