Zionis Buang Limbah ke Aliran Mata Air untuk Warga Palestina

Yerikho — 1miliarsantri.net : Pemerintah zionis Israel pada Selasa (2/7/2024) membuang limbah ke aliran mata air atau Wadi Al-Auja, di utara kota Yerikho. Pembuangan limbah tersebut membuat warga Palestina tidak bisa mendapatkan air minum yang layak. Pemerintah penjajah itu membuang limbah ke aliran Wadi Al-Auja, dengan tujuan mencemarinya sehingga membuat warga Palestina tidak dapat menggunakannya atau berjalan-jalan di sekitar aliran air tersebut, menurut pengawas umum organisasi Al-Baidar yang membela hak-hak suku Arab Badui, Hassan Mlihat. Milhat menambahkan bahwa polisi pendudukan pada Selasa juga mengeluarkan tiket bagi pengemudi traktor pertanian dari masyarakat Arab Badui di wilayah sekitar, yang datang untuk mengambil air dengan mengisi tangki mereka untuk keperluan minum serta memberi minum ternak mereka. Dia mengatakan bahwa membuang sampah dan membuangnya ke mata air merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka pendek dan panjang, serta bahaya lingkungan yang akan terjadi. Mlihat menegaskan, tindakan tersebut melanggar hukum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan hukum humaniter internasional. (der) Baca juga :

Read More

Wapres Ajak Santri Belajar Kesuksesan Mesir dari Produk Kopi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengajak para santri pondok pesantren (ponpes) untuk belajar dari kesuksesan Mesir dalam mengekspor produk kopi rempah ke berbagai negara. Hal itu disampaikan Wapres saat meninjau produk unggulan UMKM pesantren di Pondok Pesantren Salaf Al-Quran (PPSQ) Asy-Syadzili 1 Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya, Wapres menyoroti stan dari Ponpes Bahrul Magfiroh yang memamerkan produk kopi rempah. Ia membandingkan dengan kopi rempah dari Mesir yang sukses menembus pasar Eropa dan Amerika. “Pasarnya sudah ke mana? Mesir itu, itu kopi yang sudah diolah dengan rempah. Kopi Mesir di Eropa dan Amerika tetapi Mesir tidak punya kopi, tidak punya rempah. Kopinya dari sini (Indonesia). Dia (Mesir) hanya mengolah saja tetapi keluarnya jadi kopinya Mesir,” ucap Wapres dikutip dari keterangan Biro Pers Sekretariat Wapres yang diterima di Jakarta, Rabu (3/7/2024). Oleh karena itu, Wapres pun menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan produk untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. “Coba kalian berinovasi, cari itu, kopi Mesir, rasanya seperti apa, buat, tandingi. Kalau bisa lebih bagus. Bisa menguasai Eropa dan Amerika,” ujar Wapres. Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengapresiasi terhadap berbagai produk unggulan yang dipamerkan oleh pondok pesantren dan SMK mulai dari olahan makanan, produk pertanian hingga teknologi. Ia mengharapkan para santri terus mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk memajukan produk-produk lokal. Selain produk kopi rempah dari Ponpes Bahrul Maghfiroh, produk-produk lain yang dipamerkan di antaranya aneka olahan amplang ikan dan sale pingsang dari Ponpes Babussalam; olahan keripik pisang, keripik singkong, dan keripik talas dari SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo; dan layanan produk e-Money untuk internal santri dan wali murid pesantren dari Ponpes Sidogiri serta produk-produk lainnya seperti keju, pupuk hingga sepatu. Acara peninjauan tersebut merupakan bagian dari peresmian Gedung Yayasan Pendidikan dan Sosial (YPS) Asy-Syadzili, Graha Manarul Qur’an (GMQ), Gedung SMK NU Sunan Ampel serta pembukaan Halaqoh Ponpes se-Provinsi Jatim. Melalui peninjauan itu, Wapres ingin memastikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar global. (mcy) Baca juga :

Read More

Sebanyak 66.611 Jamaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Mekah — 1miliarsantri.net : Fase pemulangan jamaah haji Indonesia hingga tanggal 30 Juni 2024 pukul 21.00 WAS. Jamaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 66.611 orang tergabung dalam 169 kelompok terbang. Jamaah haji Indonesia yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 06.44 wib berjumlah 336 orang. Jamaah yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah berjumlah 1.525 orang tergabung dalam 4 kloter. Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kualitas makanan jamaah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui tim Sanitasi dan Food Security Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di tempat katering dan pemondokan. “Tim ini berupaya mencegah penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Inspeksi yang dilaksanakan meliputi pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap berbagai aspek lingkungan, seperti standar suhu, kualitas udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, dan pengolahan limbah,” terang Widi. Widi menambahkan, tim Sanitasi dan Food Security memastikan ketersediaan air bersih, melakukan pengendalian vektor penyakit, dan mengelola limbah medis di lingkungan KKHI, pos kesehatan sektor, dan pos kesehatan satelit. IKL yang dilaksanakan, tutur Widi, berupa pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap aspek lingkungan katering dan pemondokan jamaah haji. Untuk menjamin keamanan makanan para jemaah sebelum dikonsumsi, dilakukan pemeriksaan sampel makanan secara organoleptik. “Pemeriksaan ini meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna makanan. Uji organoleptik ini bertujuan mendeteksi adanya risiko kerusakan makanan sedini mungkin, sehingga dapat dicegah sebelum dikonsumsi oleh jamaah haji. Pemeriksaan ini dilakukan terhadap semua sampel makanan, baik menu reguler maupun menu lansia, yang dikirimkan oleh katering ke KKHI pada setiap waktu makan (pagi, siang, malam, selamat datang, dan selamat jalan),” sambungnya. Untuk kegiatan sanitasi, ia menjelaskan, tim melaksanakan kegiatan sanitasi melalui inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan di KKHI, katering, dan hotel/pemondokan jamaah. Di KKHI, menurutnya, inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan fokus pada pengelolaan limbah medis dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit dan pemantauan limbah medis hingga pos kesehatan sektor dan pos kesehatan satelit. “Di katering, tim juga melakukan IKL terhadap dapur katering penyedia makanan jamaah haji pada tahun ini. IKL dilakukan terhadap 57 dapur katering penyedia makanan jamaah haji,” ujarnya. Sasaran lainnya dari kegiatan IKL, kata dia, adalah 169 hotel/pemondokan jemaah haji. IKL terhadap hotel/pemondokan dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungannya sesuai dengan standar yang berlaku. “Setiap hari, tim Sanitasi dan Food Security memperbarui informasi cuaca harian yang meliputi suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Pembaharuan informasi dalam bentuk infografis yang disebarluaskan melalui media komunikasi grup Whatsapp Daker Kesehatan, PPIH Arab Saudi serta semua yang terkait,” imbuhnya. PPIH, terang Widi, kembali mengingatkan jamaah haji untuk mempertimbangan kapasitas koper bagasi dan tas tentengan yang akan dibawa ke pesawat dengan tidak membeli oleh-oleh atau belanja berlebihan. “Jamaah dapat mengirim oleh-olehnya melalui jasa ekspedisi atau dapat membeli di Tanah Air. Selama di Kota Madinah, PPIH juga mengimbau jemaah untuk mengindahkan ketentun-ketentuan dan larangan yang berlaku selama berada di Kota Madinah khususnya di area Masjid Nabawi,” pungkasnya. (drus) Baca juga :

Read More

Bapak Para Nabi ini Berbohong di Hadapan Penguasa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setiap orang beriman diharuskan berkata jujur. Sebab perkataan demikian adalah wasilah menuju ketakwaan. Namun ini ada orang shaleh, bahkan bukan cuma shaleh, ini nabi sekaligus rasulullah yang terpaksa tidak berkata jujur. Nabi satu ini harus berbohong demi kemaslahatan tertentu. Siapa dia? Dia adalah Khalilullah (el-khalil) Nabi Ibrahim Alaihissalam. Nabi yang sejak kecil sudah dibersamai Allah sehingga tumbuh menjadi insan pemberani menghadapi raja Namrud (Nimrod). Kisah dia berbohong terjadi beberapa kali. Pertama adalah saat dia menghancurkan berhala-berhala yang disembar banyak orang. Kemudian menyisakan satu berhala yang paling besar. Ketika orang-orang bertanya kepada Ibrahim siapa yang menghancurkan berhala – berhala itu, dia menjawab, bahwa yang menghancurkan mereka adalah berhala yang besar. Penguasa Namrud murka mendengar jawaban itu. Dia menghukum Ibrahim dengan membakarnya. Tapi karena ibrahim ditemani Allah, maka sang nabi yang seharusnya merasakan panas dan terbakar hancur, malah justru merasakan dingin dan ketenangan saat nyala api menjilati tubuhnya. Bohong yang kedua adalah saat berjalan bersama istri tercinta Sarah. Wanita satu ini dikenal berparas cantik. Kecantikannya membuat orang-orang di sekitarnya hormat kepada wanita tersebut. Bahkan ada yang mengatakan, bahwa pria yang tertampan adalah Nabi Yusuf. Sedangkan wanita tercantik adalah Sarah, istri Ibrahim. Nah, suatu ketika, Sarah bersama Ibrahim datang ke sebuah daerah. Penguasa di sana masyhur sebagai pria yang gemar menyetubuhi wanita cantik. Bila si penguasa mengetahui ada perempuan cantik sudah bersuami, maka dia akan membunuh si suami dan mempersunting si wanita tersebut. Saat Ibrahim bersama Sarah tiba di daerah tersebut, informasi menyebar ke banyak orang. Penduduk di sana mengagumi paras cantik Sarah. Bahkan info itu sampai ke telinga si penguasa. Itu sultan langsung bernafsu hendak menemui Sarah dan mempersuntingnya. Lalu datanglah pasukan pengawal menjemput Sarah dan Ibrahim. Keduanya dihadapkan kepada si sultan. Si pemegang tahta bertanya kepada Ibrahim, “Siapa engkau?” kemudian Ibrahim tidak menyebut dirinya sebagai suami Sarah. Dia malah menjawab, “Saya saudara Sarah.” Karena dusta itu, Ibrahim selamat dari ancaman si penguasa zalim. Ibrahim diminta keluar dan Sarah tetap bersama si sultan. Ibrahim berdoa agar Allah melindungi Sarah. Sarah juga berdoa yang sama. Sementara si Sultan hendak menjamah Sarah, tapi tidak pernah berhasil. Tubuhnya mendadak gemetar dan membeku ketika hendak berbuat jahat terhadap Sarah. Si Sultan ketakutan, sampai akhirnya menganggap Sarah adalah wanita hebat. Akhirnya, keduanya dibebaskan. Selamatlah Ibrahim dan Sarah dari kezaliman penguasa. (yan) Baca juga :

Read More

Al-Faqih al-Muqaddam Dikenal Sebagai Leluhur Habaib

Jakarta — 1miliarsantri.net : Salah seorang leluhur para habaib yang mulia adalah Muhammad bin Ali Ba’alawi (574 H / 1178 M – 653 H/ 1256 M) atau yang dikenal dengan julukannya ‘si ahli fikih utama zahir dan batin’ atau al-faqih al-muqaddam. Dialah yang kelak menurunkan banyak alim dan waliyullah dengan berbagai marga, seperti Assegaf, Basyaiban al-Husaini, bin Syihabudin (Shihab/Shahab) Alaydrus, al-Attas, al-Kherid, Baharun, bin Syekh Abubakar, dan banyak lagi. Ada sebuah kisah menarik tentangnya. Suatu ketika dia berjalan ke arah pantai mendekati jilatan air di sana. Dari kejauhan, seorang anaknya mengikuti si ayah untuk mengetahui apa yang akan dilakukan. Ketika al-Faqih al-Muqaddam sampai di tepi lautan, dia mengumandangkan laa ilaaha illa Allah. kemudian semua makhluk yang ada di sekitarnya ikut berdzikir kalimat tahlil tersebut. Kisah ini begitu masyhur di kalangan ulama pegiat tarekat. Ini merupakan kisah yang menggugah kesadaran pelaku spiritualisme untuk memperbanyak dzikir mengingat Allah. Semasa hidupnya, al-Faqih al-Muqaddam dikabarkan mampu melihat masa depan keturunannya. Dia melihat anak, cucu, cicit, dan sesudahnya, akan banyak menghadapi rintangan dakwah. Ada yang menzalimi mereka, menghalangi dakwahnya, dan lain sebagainya. Berdasarkan penyingkapan tabir penglihatan batin tersebut, dia memohon tiga hal kepada Allah, sebagaimana ditulis oleh mantan Ketua Umum Rabithah Alawiyah sekaligus pernah menjabat mustasyar PBNU Habib Zen bin Umar bin Smith dalam bukunya Rangkaian Mutiara 99 Tokoh Ulama Dzuriyat Rasulullah dari Masa ke Masa. Doa tersebut adalah sebagai berikut:Pertama, agar anak, cucu, cicit, dan keturunan setelahnya senantiasa tawadhu’, rendah hati, sehingga perangai dan kepribadian mereka sama dengan akhlak orang-orang yang miskin. Maksud doa ini adalah agar anak cucunya terhindar dari sifat takabur dan menjauhkan diri dari kekerasan, dan menggantinya dengan akhlak sebagai bagian dari dakwah yang disebarkannya. Kedua, agar mereka terselamatkan dari segala kezaliman penguasa yang akan menyusahkan hidup dan gerak dakwah mereka. Al-Faqih al-Muqaddam bedoa kepada Allah agar selalu memudahkan mereka berdakwah menyampaikan pesan takwa kepada banyak orang, sehingga mereka menjadi orang beriman yang selalu berpegang teguh pada Alquran dan sunnah Nabi Muhammad. Ketiga, memohon kepada Allah agar menjelang wafat, mereka selalu dilindungi oleh Allah dari godaan dunia yang bisa merusak agamanya, selalu dalam keimanan, dan husnul khatimah. (jeha) Baca juga :

Read More

Israel Ancam dan Serang Lebanon

Lebanon — 1miliarsantri.net : Lebanon dalam keadaan perang akibat ancaman dan serangan dari israel. Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan, ancaman dari Israel membuat Lebanon menghadapi perang psikologi. “Pertanyaan semua orang adalah ‘apakah itu perang?’ Ya, kita dalam keadaan perang. Akibat serangan Israel, ada banyak korban tewas dari pihak sipil dan non sipil dan desa-desa yang hancur,” ungkap Mikati seperti dinukil dari Sputnik, Selasa (02/4/2024). Pada 18 Juni, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan pihaknya telah menyetujui rencana operasional serangan di Lebanon. Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz kemudian mengatakan bahwa Israel “sedikit lagi” memutuskan untuk “mengubah aturan” terhadap Hizbullah dan Lebanon, mengancam akan menghancurkan gerakan tersebut “dalam perang habis-habisan” dan “memukul keras” Lebanon. Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan gerakan tersebut dapat menyerang Israel utara jika konfrontasi semakin meningkat. Situasi di perbatasan Israel-Lebanon memburuk setelah dimulainya serangan militer Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023. IDF dan pasukan Hizbullah saling baku tembak di kawasan sepanjang perbatasan setiap hari. Kementerian Luar Negeri Lebanon mengatakan sekitar 100.000 orang harus meninggalkan rumah-rumah mereka di wilayah perbatasan, sementara Kemenlu Israel mengatakan sebanyak 80.000 warganya harus melakukan hal yang sama. (yyt) Baca juga :

Read More

PBNU dan Al-Azhar Mesir Berencana Dirikan Pusat Bahasa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima kunjungan Wakil Grand Syekh Al-Azhar Mesir Mohammed Abdel Rahman Ad Duweiny. PBNU dan Al-Azhar tertarik untuk melakukan kerja sama untuk mendirikan pusat bahasa. Setelah pertemuan, Ketua KH Ulil Abshar Abdalla yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menjelaskan, PBNU dan Al-Azhar sedang merencanakan kerja sama untuk mendirikan pusat pendidikan bahasa Arab karena Al-Azhar memiliki kurikulum khusus pendidikan atau pengajaran bahasa Arab bagi orang-orang asing. “Mendirikan pusat bahasa itu penting sekali untuk mengader ulama-ulama, pimpinan-pimpinan, aktivis-aktivis kita sehingga kita bisa lebih menyuarakan Islam Indonesia itu ke Timur Tengah,” terang Gus Ulil, Selasa (2/7/2024). Gus Ulil juga menerangkan bahwa PBNU memberikan ancar-ancar waktu untuk mendirikan pusat bahasa di akhir tahun 2024. Pendirian pusat bahasa juga merupakan upaya mengenalkan budaya Islam Indonesia pada Timur Tengah terutama Mesir. “Karena bagaimanapun harus diakui pengetahuan orang Timur Tengah tentang Islam di Indonesia sebetulnya belum terlalu banyak walaupun hubungan antara Timur Tengah dengan Indonesia terutama Mesir cukup lama tetapi hubungannya asimetrik tidak seimbang,” ungkapnya. Kunjungan Wakil Grand Syekh Al-Azhar itu juga mengupayakan peningkatan kerja sama antara NU dan Al-Azhar dalam bidang pendidikan dan peningkatan jumlah mahasiswa NU di Al-Azhar. Dalam kunjungan tersebut juga hadir Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy, tokoh perempuan dari Al-Azhar Dr. Nahlah, dan beberapa rombongan dari Al-Azhar. “Sebagian besar mahasiswa Indonesia yang belajar di Al-Azhar adalah orang-orang atau anak-anak NU, untuk itu kita mencoba mempererat hubungan ini, meningkatkan jumlah mahasiswa NU yang kuliah di Al-Azhar,” beber Gus Ulil. (rid) Baca juga :

Read More

Musim Haji Tahun 1979 Diusik Serangan Teroris di Masjidil Haram

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pada Februari 1979, Imam Khomeini memimpin revolusi di Iran. Sosok yang disebut sebagai ayatullah (‘cahaya Tuhan’) oleh para pengikutnya itu berhasil menjungkalkan kekuasaan Shah, yang dipandangnya sebagai antek negara-negara Barat. Sistem yang baru pun dikukuhkan. Iran seketika berubah dari sebuah negara kerajaan sekuler menjadi “negara Islam” yang berhaluan Syiah. Revolusi Iran 1979 menjadi inspirasi gerakan-gerakan anti-Barat di dunia Arab. Bagi Juhaiman al-‘Utaibi dan kelompoknya, kemampuan Khomeini untuk menggulingkan kekuasaan pro-Barat adalah penyemangat untuk melakukan hal yang sama di Arab Saudi. Dan, ia memilih musim haji pada tahun itu sebagai momen untuk beraksi. Pada Oktober 1979, penyelenggaraan haji di Tanah Suci diikuti hampir satu juta orang jamaah. Mereka tentunya berasal dari pelbagai penjuru dunia. Hingga awal November tahun itu, semua berlangsung aman dan normal. Namun, situasi berubah drastis pada tanggal 20 November 1979 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1400 H. Saat itu, Syekh Muhammad bin Subail sedang memimpin shalat subuh berjamaah di depan Ka’bah. Di belakangnya, terdapat Juhaiman al-‘Utaibi dan pendukungnya yang berjumlah sekira 200 orang. Mereka sedang menyusup di antara jamaah Masjidil Haram dan pura-pura ikut shalat. Baru saja selesai mengucapkan salam, Syekh Ibnu Subail tiba-tiba dibekap dari belakang oleh seorang pendukung Juhaiman al-‘Utaibi. Tidak cukup dengan menyandera sang imam, beberapa anggota gerombolan ini merebut mikrofon Masjidil Haram. Seketika, orang-orang Juhaiman yang tadi menyamar sebagai jamaah mengeluarkan senjata api. Mereka menembaki para penjaga yang saat itu hanya dibekali pentungan. Keributan di sekitar Ka’bah kian menjadi-jadi. Sebab, para teroris itu memblokir semua pintu sehingga banyak orang tidak bisa keluar dari Masjidil Haram. Gerombolan bersenjata api ini bahkan menyandera sejumlah jamaah. Seorang dari para perusuh tersebut kemudian membacakan teks pidato yang sudah dipersiapkan sebelumnya. “Kami menyerukan bahwa hari ini Imam Mahdi telah datang! Ia akan memerintah dengan keadilan di bumi setelah dipenuhi ketidakadilan dan penindasan!” serunya. Sosok “imam mahdi” yang dimaksud ialah Muhammad bin Abdullah al-Qahtani, yakni saudara iparnya Juhaiman al-‘Utaibi. Kemudian, Juhaiman mengambil mikrofon dan meneruskan pembacaan orasi. Ia juga menyuruh “pasukan al-Ikhwan”-nya agar menembaki siapapun yang menolak instruksi mereka atau berusaha keluar dari Masjidil Haram. Aparat keamanan maupun militer Arab Saudi tidak bisa langsung menguasai kondisi. Sebab, Juhaiman dan kelompok terorisnya tidak hanya memblokir tiap pintu, tetapi juga menyandera dan menodongkan senjata api pada jamaah yang masih berada di dalam Masjid Suci. Ketika peristiwa nan menegangkan ini terjadi, raja Saudi sedang beristirahat di Istana Riyadh lantaran mengidap flu. Adapun Pangeran Fahd sedang berada di Tunisia, memenuhi undangan presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter. Hampir dua pekan lamanya Masjidil Haram dikuasai kelompok teroris ini. Rupanya, Juhaiman dan gerombolan memang sudah mempersiapkan dengan matang aksinya ini. Mereka membawa bukan hanya persenjataan, melainkan juga logistik makanan dan minuman yang kiranya mencukupi kebutuhannya berhari-hari. Semula, aparat militer Arab Saudi saat mengepung Masjidil Haram sama sekali tidak berani melakukan serangan. Sebabnya amat sangat jelas. Baitullah adalah tanah suci yang di sana tidak boleh terjadi pertumpahan darah. Jangankan manusia, hewan-hewan semisal burung pun tidak boleh dibunuh di dalamnya. Selama beberapa hari, kebuntuan terjadi. Pada akhirnya, Dewan Ulama Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang membolehkan pihak berwajib untuk membunuh “agresor Masjidil Haram” ini. Sesudah terbitnya maklumat alim ulama ini, segera militer Saudi menjalankan tindakan yang terukur. Baku tembak pun terjadi antara kedua belah pihak di kompleks Masjidil Haram. Angkatan bersenjata Kerajaan Saudi turut didukung militer Prancis, terutama dalam aspek penyediaan senjata gas-bius. Memasuki awal Desember 1979, kelompok teroris makin terdesak. Muhammad al-Qahtani tertembak dan tewas. Hal itulah yang lantas menyurutkan mental mereka, yang sebelumnya percaya bahwa saudara ipar Juhaiman tersebut adalah “imam mahdi.” Akhirnya, pada 4 Desember 1979 Juhaiman dan gerombolannya kehabisan logistik dan amunisi. Tak menunggu waktu lama, para teroris ini pun menyerah. Menurut data resmi Arab Saudi yang dirilis beberapa hari kemudian, peristiwa berdarah ini menyebabkan 255 orang jamaah haji meninggal dunia. Namun, sebagian sumber menyebut jumlah korban jiwa mencapai 1.000 orang dan 450 orang luka-luka. Pemerintah Saudi menjatuhkan vonis hukuman mati kepada 65 teroris yang tertangkap pada hari itu. Adapun Juhaiman al-‘Utaibi dieksekusi dengan cara dipancung pada 9 Desember 1980. (jeha) Baca juga :

Read More

Dahsyatnya Membaca Surah Yasin

Jakarta — 1miliarsantri.net : Surah Yasin disebut juga sebagai jantung Al-Qur’an. Dari Anas radhiyallahu anhu mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassallam pernah bersabda: Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunya kalbu (inti) dan kalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin. Sementara menurut Al Ghazali, surah Yasin dinamakan jantung Al-Qur’an karena inti uraiannya berkisar tentang keimanan yang baru dapat dinilai benar dengan pengakuan terhadap Hari Akhir. Terdapat banyak hadits yang menyebut keutamaan membaca surah Yasin. Berikut beberapa keutamaan membaca surah Yasin seperti disebutkan dalam hadits: Dalam buku “Tafsir Ibnu Katsir – Surah Yasin” disebutkan kemuliaan membaca surah Yasin terutama pada malam hari dapat melunturkan dosa-dosa. Al-Hafiz Abu Ya’la mencatat bahwa Abu Hurairah telah berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa membacakan Ya Sin pada malam hari, maka setelah bangun waktu subuh ia diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT, dan siapa pun membacakan Ha Mim di mana Ad-Dukhan (Asap) disebutkan, maka setelah bangun waktu subuh ia diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.” Baca juga:Hati Hati Dengan Ipar, Rasululloh Sampai Bilang Ipar Itu Maut loh Hadist ini dari Ma’qil bin Yasar, dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacakanlah surah Yasin pada orang yang hampir mati di antara kalian.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa’i dalam Amal Al-Yaum wa Al-Lailah. Kata Ibnu Hajar dalam Bulugh Al-Maram hadits ini dianggap shahih oleh Ibnu Hibban). Hadits ini serupa dengan anjuran Rasulullah SAW untuk mentalqin orang-orang yang mati dengan kalimat ‘La ilaha illallah’. Surah Yasin yang dibacakan untuk orang yang tengah menghadapi ajalnya dimaksudkan untuk memohon agar rahmat dan berkah diturunkan baginya. Ini juga dimaksudkan agar rohnya keluar dengan mudah. Dalam surah Yasin menyebutkan tentang tauhid, akhirat, berita gembira berupa surga bagi ahli tauhid. “Dikatakan (kepadanya), ‘Masuklah ke surga!’Ia berkata: ‘Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.” (QS Yasin 26–27). Menurut Ibnu Qayyim, ayat-ayat dalam surat Yasin itu membuat ruh menjadi gembira sehingga mayit akan menyukai perjumpaan dengan Allah sebagaimana Allah pun menyukai perjumpaan dengannya. Di masyarakat Indonesia, membaca Surah Yasin saat malam Jumat sudah menjadi tradisi dan kultur yang mendarah daging. Umumnya surah Yasin dibaca setelah Maghrib atau Isya. Meski tak memiliki hari khusus untuk dibaca, namun membaca Surah Yasin pada malam Jumat terdapat dalam salah satu hadits. . من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله “Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Daud dari al-Habr). Membaca kalam Ilahi memiliki keutamaan memberikan ketenangan jiwa, termasuk mendengarkannya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 82. نُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا Artinya: Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. Sebagian ulama ada yang berpendapat dengan membaca surah Yasin akan memudahkan segala urusan. “Ibnu Abbas berkata (diriwayatkan), barangsiapa yang membaca surah Yasin ketika berada di waktu pagi niscaya diberikan kepadanya kemudahan hari itu hingga ia berada di waktu sore, dan barangsiapa yang membacanya pada awal malam niscaya diberikan kepadanya kemudahan malam itu hingga ia berada di waktu pagi” [H.R. ad-Darimi No. 3285] (yan) Baca juga :

Read More

Alquran Peringatkan Bahwa Istri dan Anak Bisa Menjadi Musuh dalam Selimut

Surabaya — 1miliarsantri.net : Alquran Surat At-Tagabun Ayat 14 dan 15 menjelaskan bahwa di antara para istri dan anak-anaknya ada yang menjadi seperti musuh bagi orang beriman. Apa maksud peringatan tersebut? Prof KH Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan, Imam At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa menurut Ibnu Abbas ayat 14 dan 15 itu turun berkaitan dengan kasus sekian banyak penduduk Makkah yang ingin berhijrah tetapi dihalangi oleh istri dan anak-anak mereka. Kemudian setelah pada akhirnya mereka berhijrah, mereka menemukan rekan-rekan mereka yang telah terlebih dahulu berhijrah, telah memiliki pengetahuan yang memadai tentang Islam. Ketika itu mereka menyesal dan bermaksud menjatuhi hukuman terhadap istri dan anak-anak mereka yang menjadi penyebab ketertinggalan itu. Riwayat lain menyatakan bahwa ayat 14 itu turun di Madinah berkaitan dengan kasus Auf bin Malik al- Asyja’iy yang istri dan anak-anaknya selalu menangis jika Auf hendak ikut berperang (jihad). Istri dan anaknya melarangnya ikut jihad, khawatir mereka ditinggal mati oleh Auf. Menyadari hal itu, ia mengadu kepada Nabi Muhammad SAW dan turunlah ayat ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌمٌ “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. (QS At-Tagabun ayat 14). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar.” (QS At-Tagabun ayat 15) Dalam penjelasan Tafsir Ringkas Kementerian Agama, pada ayat tersebut orang-orang beriman diperingatkan tentang istri dan anak-anak mereka. “Wahai orang-orang yang beriman! Hendaknya kamu waspada. Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu dunia-akhirat.” Kadang-kadang istri dapat menjerumuskan suami dan anak-anak dapat mencelakakan bapaknya untuk melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dengan mengawasi dan menanamkan pendidikan agama kepada mereka, dan jika kamu memaafkan mereka ketika mereka melakukan kesalahan, dan kamu menyantuni mereka dengan sikap yang lembut, serta memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, maka sungguh, Allah Mahapengampun kepada hamba-hamba-Nya, Mahapenyayang kepada seluruh makhluk-Nya. Manusia harus menyadari dengan penuh keinsafan peringatan Allah pada ayat 15 ini. Sesungguhnya harta kamu yang sangat kamu cintai dan anak-anak kamu yang menjadi kebanggaan kamu hanyalah cobaan bagimu, apakah kamu mengelolanya dengan baik dan benar, serta mendidik mereka dengan agama yang lurus, dan di sisi Allah pahala yang besar bagi orang-orang beriman yang mengelola harta dengan baik dan mendidik anak-anak dengan benar. Ayat di atas dalam penjelasan Tafsir Tahlili Kementerian Agama, mengandung makna bahwa Allah SWT menjelaskan ada di antara istri-istri dan anak-anak yang menjadi musuh bagi suami dan ayahnya. Istri-istri dan anak-anak ada kalanya mencegah mereka (suami/ ayah) berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghalangi mereka beramal saleh yang berguna bagi akhirat mereka. Bahkan ada kalanya istri-istri dan anak-anak menjerumuskan suami atau ayahnya kepada perbuatan maksiat, perbuatan haram yang dilarang oleh agama. Karena rasa cinta dan sayang kepada istri dan anaknya, agar keduanya hidup mewah dan senang, seorang suami atau ayah tidak segan berbuat yang dilarang agama, seperti korupsi dan lainnya. Oleh karena itu, dia harus berhati-hati, dan sabar menghadapi anak istrinya. Mereka perlu dibimbing, tidak terlalu ditekan, sebaiknya dimaafkan dan tidak dimarahi, tetapi diampuni. Allah SWT sendiri pun Mahapengampun, lagi Mahapenyayang, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ فَمِنْ مَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ فَتَيٰتِكُمُ الْمُؤْمِنٰتِۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِكُمْ ۗ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۚ فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَاٰتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنٰتٍ غَيْرَ مُسٰفِحٰتٍ وَّلَا مُتَّخِذٰتِ اَخْدَانٍ ۚ فَاِذَآ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنٰتِ مِنَ الْعَذَابِۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ ۗ وَاَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ . . . . . . . Kesabaranmu lebih baik bagi kamu. Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. (QS An-Nisā’ Ayat 25) Ayat 15 dari Surat At-Tagabun dalam penjelasan Tafsir Tahlili Kementerian Agama, Allah SWt menerangkan bahwa cinta terhadap harta dan anak adalah cobaan. Jika tidak berhati-hati, akan mendatangkan bencana. Tidak sedikit orang, karena cintanya yang berlebihan kepada harta dan anaknya, berani berbuat yang bukan-bukan dan melanggar ketentuan agama. Dalam ayat ini, harta didahulukan dari anak karena ujian dan bencana harta itu lebih besar. إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ “Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat ada cobaan dan sesungguhnya cobaan umatku (yang berat) ialah harta.” (Riwayat Imam Aḥmad, at-Tirmiżī, aṭ-Ṭabrānī, dan al-Ḥākim, dari Ka‘ab bin ‘Iyāḍ) Kalau manusia dapat menahan diri, tidak akan berlebihan cintanya kepada harta dan anaknya, jika cintanya kepada Allah SWT lebih besar daripada cintanya kepada yang lain, maka ia akan mendapat pahala yang besar dan berlipat ganda. (yat) Baca juga :

Read More