Layanan Kesehatan Haji di Makkah Selesai

Jakarta — 1miliarsantri.net : Operasional pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Gelombang II di Makkah telah berakhir 13 Juli 2024, bertepatan dengan selesainya proses pendorongan jamaah ke Madinah. Meski demikian, jamaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akan tetap mendapatkan perawatan hingga 23 Juli 2024. Widi Dwinanda dari Media Center Kementerian Agama mengungkapkan bahwa jamaah yang sembuh di RSAS akan dievakuasi oleh tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang berada di Makkah maupun Madinah. “Setelah tim KKHI menyelesaikan tugasnya, jemaah yang masih berada di RSAS akan diserahkan kepada Kantor Urusan Haji dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI),” kata Widi dalam pernyataan resminya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/7/2024). Widi juga mengingatkan para jamaah untuk mematuhi jadwal penerbangan yang telah ditentukan dan diumumkan oleh perangkat kloter. “Gunakan waktu untuk persiapan kepulangan dan hindari kegiatan seperti city tour atau berbelanja sehari sebelum keberangkatan agar tidak ada yang tertinggal pesawat,” tegasnya. Menjelang kepulangan, PPIH mengimbau jamaah haji untuk tidak berlebihan dalam beraktivitas selama hari-hari terakhir di Makkah dan Madinah. “Gunakan alat pelindung diri untuk menghindari sengatan matahari saat pergi ke masjid atau kembali ke hotel, terutama pada siang hari. Pastikan untuk minum cukup air agar terhindar dari dehidrasi,” tambah Widi. Widi juga menyarankan agar jamaah memeriksa kondisi kesehatan sebelum melakukan ibadah sunah, city tour, atau ziarah di sekitar Kota Makkah dan Madinah. “Jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan, jangan memaksakan diri untuk berziarah demi menjaga kesehatan hingga pulang ke Tanah Air,” imbaunya. Hingga 11 Juli 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi, sebanyak 144.706 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Indonesia dalam 369 kelompok terbang. Jumat 12 Juli 2024, ada 20 kelompok terbang dengan total 7.976 jemaah yang akan pulang ke Tanah Air. (rid) Baca juga :

Read More

Efek Terapi Baca Alquran Untuk Penyintas Bencana Alam

Malang — 1miliarsantri.net : Akibat tidak terkendalinya banjir di Indonesia saat musim penghujan, salah satu dosen Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tutu April Ariani melakukan penelitian keperawatan holistik dan pengajian Alquran serta dampaknya terhadap penyintas banjir di Indonesia. Menurut Tutu korban banjir harus bisa mempertahankan mentalnya dalam keadaan yang terjepit, sekalipun pada saat banjir. Ia mengatakan manfaat yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah para korban bisa bertahan dalam keadaan terpaksa sekalipun terutama bencana. “Sebelumnya, saya telah melakukan review literatur dari berbagai jurnal internasional. Sampai akhirnya saya menemukan jumlah sesi yang efektif untuk dilakukan, yaitu delapan sesi,” terang Tutu, Sabtu (13/7/2024). Menurutnya terapi baca Alquran berulang-ulang dengan surah yang diinginkan memiliki karakteristik yang sangat khas dan unik. Sebab, walaupun tidak memahami makna surah yang dibaca, korban tetap bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan adanya ujian banjir yang selalu datang setiap tahunnya. “Awalnya mereka terpaksa menerima keadaan pasca banjir, namun sekarang mereka bisa jauh lebih ikhlas menerima bencana yang ada,” lanjutnya. Tutu mengatakan ia mulanya melakukan terapi untuk korban banjir bandang. Namun setelah dievaluasi kembali, metode ini dapat digunakan untuk korban bencana yang lain. Menurutnya, dengan adanya terapi ini, reaksi para korban saat menghadapi bencana tidak seheboh sebelumnya. Jika terdapat pengumuman banjir dan bencana lainnya, mereka menjadi lebih ikhlas dan tahu harus melakukan apa. “Memang harus mengamankan diri saat bencana. Namun, setelah terapi mereka mengaku jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Alhamdulillah hal ini tidak hanya dirasakan oleh satu dua orang saja,” sambungnya. Penelitian Tutu ini dijalankan pada warga yang terbiasa mengalami banjir bandang tahunan atau annual di daerah Baleendah dan Dayeuhkolot, Jawa Barat. Banjir terjadi karena sungai buatan yang tidak dapat dialirkan dan berhenti di sekitar kawasan tersebut. “Terapi ini sementara memang dikhususkan untuk wanita berusia 18 hingga 67 tahun, karena biasanya mereka memiliki waktu yang paling fleksibel untuk terus melaksanakan terapi ini. Terapi ini harus dilakukan terus menerus dua kali dalam seminggu. Ini belum diterapkan pada warga masyarakat berjenis kelamin laki-laki karena khawatirnya mereka bekerja, dan tidak bisa konsisten mengikuti terapi. Karena jika tidak rutin, maka harus di drop out. Sehingga hanya didapatkan 17 orang yang rutin dan tidak meninggalkan sesi terapi,” pungkasnya. (acy) Baca juga :

Read More

Latar Berdirinya NU Tak Lepas dari Peristiwa Komite Hijaz, yang dikirimkan ke Saudi

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sebuah peristiwa historis terjadi pada tanggal 26 Januari 1926 di Kampung Kertopaten, Surabaya (Jawa Timur), dimana ratusan ulama terkemuka berkumpul di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah. Dan, dalam pertemuan inilah Nahdlatul Ulama (NU) lahir. Di antara para kiai itu, terdapat KH Muhammad Hasyim Asy’ari, sosok ulama karismatik yang sangat disegani saat itu. Pertemuan ini, menurut Choirul Anam, diadakan atas undangan Komite Hijaz yang menjadi cikal bakal berdirinya NU. Awal mulanya NU memang tidak dapat lepas dari Komite Hijaz. Komite ini bermula dari suatu panitia khusus yang dibentuk oleh KH Abdul Wahab Hasbullah atas restu KH Hasyim Asy’ari yang menjadi kiai sepuh. Ibaratnya, Kiai Wahab membuat wadahnya dan Kiai Hasyim memberi ruhnya. Tugas utama komite yang beranggotakan puluhan ulama dan pendiri pondok pesantren itu, antara lain merumuskan sikap para ulama pemegang mazhab ahlussunnah wal jama’ah untuk disampaikan kepada penguasa di Hijaz (Arab Saudi), Raja Saud. Ketika pertemuan berlangsung ada pertanyaan muncul, yakni siapa nantinya yang berhak mengirim delegasi ke kota suci Makkah. Selain itu, apa nama dan bentuk organisasi yang akan memberi mandat kepada delegasi Komite Hijaz. Menjawab pertanyaan tersebut, para ulama dan pimpinan pondok pesantren pun sepakat untuk membentuk suatu jam’iyah — wadah baru bagi persatuan dan perjuangan ulama. Namun, apa nama yang patut diberikan kepada jam’iyah ini? Maka, terjadilah perdebatan cukup seru di antara para ulama sekitar nama jam’iyah yang bakal dibentuk tersebut. Dalam perdebatan itu muncul dua pendapat. KH Abdul Hamid, dari Pondok Pesantren Sedayu, Gresik, mengusulkan nama Nahuddul Ulama (kebangkitan ulama) dengan alasan para ulama mulai bersiap-siap akan bangkit melalui jam’iyah tersebut. Usul tersebut mendapat tanggapan dari KH Mas Alwi Bin Abdul Azis. Kiai dari Ampel, Surabaya, ini berpendapat sebenarnya kebangkitan ulama bukan lagi mulai atau akan bangkit. Tapi, sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, ‘sudah bergerak’ jauh sebelum adanya tanda-tanda akan terbentuknya Komite Hijaz, sekalipun belum terorganisir secara rapi. Atas dasar itulah KH Mas Alwi mengajukan usul nama Nahdlatul Ulama. Sama-sama berarti ‘kebangkitan ulama’ tapi pengertiannya lebih luas. Lebih condong pada gerakan serentak para ulama dalam suatu pengarahan, atau gerakan bersama-sama yang terorganisir. Usul tersebut diterima secara aklamasi. Maka, saat itu juga berdirilah jam’iyah Nahdlatul Ulama yang biasa disingkat NU. Dan, hari itu, tepat 16 Rajab 1344 H atau 26 Januari 1926, ditetapkan sebagai hari lahir NU. Sekalipun KH Wahab Hasbullah adalah pencetus, perintis dan penggerak utama pembentukan NU, ia tidak bersedia menduduki jabatan Rais Akbar yang merupakan jabatan tertinggi dalam jam’iyah NU. Jabatan itu diserahkan kepada KH Hasyim Asy’ari, karena ialah saat itu tokoh pemersatu dan paling disegani di antara para ulama dan pimpinan pondok pesantren. Dalam pertemuan itu terpilih pula KH Ahmad Dachlan (Surabaya) sebagai wakil Rais Akbar. Presiden Tanfidziah (eksekutif) dipercayakan kepada H Hasan Gipo yang juga aktif dalam Komite Hijaz. Sedangkan KH Wahab Hasbullah cukup puas menduduki jabatan Khatib ‘Aam (sekretaris umum) Syuriah (legislatif). Jelas, peran KH Hasyim Asy’ari dalam pendirian NU sangat besar. Saat itu ia diakui oleh masyarakat luas sebagai kiai yang sangat disegani dan dihormati di Jawa. Karena itu, untuk membujuk para kiai yang lebih berpengaruh agar mau mendukung berdirinya NU, KH Wahab Hasbullah memerlukan dukungan moril KH Hasyim Asy’ari. Suatu hari, KH Wahab Hasbullah juga pernah mengusulkan kepada KH Hasyim Asy’ari agar mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan membela kedudukan ulama dan otonomi pesantren dari serangan kaum modernis. Karena KH Hasyim Asy’ari tidak memberikan restu, usulan tersebut gagal terlaksana. Begitu hormatnya Kiai Wahab kepada KH Hasyim, sehingga ketika diangkat menggantikannya ia tidak lagi menggunakan istilah Rois Akbar, tapi Rois Aam. Sejak meninggalnya KH Hasyim pada 25 Juli 1947 sebutan Rois Akbar tidak diberlakukan lagi dan diganti Rois Aam — sebutan itulah yang dipakai NU sampai saat ini. Pemilihan terhadap KH Hasyim Asy’ari, menurut almarhum KH Saifuddin Zuhri, didasarkan pada relevensi perjuangan Hadratus Sheikh. “Beliau merupakan salah seorang dari sedikit ulama di abad ke-20 yang telah berhasil mencetak ribuan kiyai, yang kemudian menyebar ke berbagai pelosok tanah air,” katanya suatu hari. Ada faktor penting yang melatarbelakangi dibentuknya Komite Hijaz. Saat itu perkembangan politik Islam secara makro tidak menguntungkan posisi kalangan Islam yang berpaham ‘mazhab’. Suasana politik di Timur Tengah, misalnya, menempatkan gerakan Wahabi di atas angin. Situasi di Indonesia saat itu juga kurang menguntungkan para ulama di pesantren yang secara teguh mempertahankan mazhab. Ketika itu sering muncul pertentangan pendapat — terutama yang menyangkut masalah khilafiah — antara NU dan Muhammadiyah. Bahkan, pada saat kongres (IV dan V) umat Islam di Yogyakarta (21 sampai 25 Agustus 1925), dan di Bandung (5/2-1926), dalam mencari input untuk kongres Islam di Makkah, aspirasi kalangan pesantren samasekali tidak tertampung. Peran kalangan ‘modernis’ saat itu memang lebih besar. Sebagai contoh adalah usul kalangan ulama pesantren yang disampaikan KH Wahab Hasbullah agar tradisi bermazhab tetap diberi kebebasan oleh penguasa Arab Saudi. Ternyata usul ini tidak masuk agenda kongres. Ulama pesantren juga mengusulkan agar beberapa makam penting di kota-kota suci Makkah dan Madinah, mulai dari makam Rasul sampai makam sahabat dan tempat-tempat bersejarah lainnya, dapat dipelihara dengan baik. Karena materi usulan itu tidak masuk dalam agenda kongres, maka didirikanlah Komite Hijaz. Tujuannya untuk menyampaikan aspirasi para ulama kepada penguasa Arab Saudi. Dalam rapatnya di Surabaya yang dihadiri para tokoh generasi awal NU, diputuskan KH Bisri Syansuri dan KH Adnan (Kudus) yang akan berangkat menemui Raja Arab Saudi. Tapi, pemberangkatan delegasi itu tertunda karena waktu pelaksanaan ibadah haji berakhir. Di kemudian hari berangkatlah Syekh Ahmad Chanaim Al-Misri ke Makkah untuk menyampaikan keputusan dari rekomendasi rapat Komite Hijaz kepada Raja Ibnu Suud. Usulan ini berhasil dan diterima penguasa Arab Saudi. Ibnu Suud bahkan memberikan jaminan bahwa ia akan berusaha memperbaiki pelayanan ibadah haji sejauh perbaikan itu tidak melanggar aturan Islam. Sejak berada di Makkah, Kiai Hasyim sudah bertekad untuk mempersatukan ummat dan bersumpah memperjuangkan Islam. dalam buku Al ‘Alamah Muhammad Hasyim Asy’ari, pengarang Indonesia yang lama bermukim di Arab Saudi, Muhammad Asad Shahab, menulis bahwa sebelum kembali ke Indonesia, dalam bulan Ramadhan, Kiai Hasyim sempat bertemu dengan beberapa sahabatnya dari Afrika, Asia dan negara-negara Arab. Di antara mereka terdapat Muhammad Ali Jinnah, pendiri Pakistan. Dalam pertemuan itu terjadi kesepakatan di antara mereka untuk mengangkat sumpah di…

Read More

Prediksi Israel Bubar 2026, Perang Armageddon

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada banyak prediksi tentang nasib Israel dan apa yang akan terjadi di Palestina kelak. Salah satunya, seperti yang disampaikan Mantan wakil perdana menteri Israel Avigdor Lieberman misalnya. Dia meramalkan bubarnya Israel pada 2026. Hal itu akan terjadi jika koalisi sayap kanan yang berkuasa saat ini meneruskan pemerintahan mereka hingga saat itu. Pemimpin partai Yisrael Beiteinu itu dengan keras mengkritik manajemen pemerintah saat ini dalam perang di Jalur Gaza dan kegagalannya mencegah serangan 7 Oktober. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar Maariv pada Jumat, Lieberman mengatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memimpin Israel menuju kehancuran dan tidak tahu bagaimana mengelola kondisi terkini. Dia menambahkan bahwa Netanyahu kini hanya berusaha memastikan bahwa ia tetap berkuasa selama mungkin. Dia mengatakan bahwa Israel sedang menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman eksistensial, dan sedang mengalami krisis multidimensi, politik, ekonomi dan keamanan, yang merupakan krisis terbesar sejak berdirinya negara tersebut. Mantan menteri pertahanan dan menteri keuangan itu juga mengatakan bahwa seluruh tingkat politik di Israel sedang sakit, dan menekankan bahwa lobi-lobi kepentingan lebih unggul saat ini. Dia menganggap Netanyahu sebagian besar bertanggung jawab atas serangan pejuang Palestina pada 7 Oktober 2023 lalu. Ia menuding Netanyahu telah memberikan kekuatan kepada Hamas selama bertahun-tahun dalam kehidupan politiknya. Lieberman percaya bahwa serangan 7 Oktober tidak akan terjadi jika para pejabat di pemerintahan saat ini berpikir “di luar kebiasaan”. Lieberman sebelumnya telah meminta pemerintahan Netanyahu untuk mundur, dengan mengatakan bahwa menyingkirkan pemimpinnya akan menjadi hadiah bagi Israel. Netanyahu kembali menjabat sebagai perdana menteri didukung koalisi paling kanan dalam sejarah Israel sejak akhir 2022. Sejak itu, sejumlah kebijakan provokatif ia terapkan. Diantaranya perluasan besar-besaran pemukiman ilegal di Tepi Barat, serta penyerangan reguler di wilayah yang diduduki tersebut. Menteri-menteri sayap kanannya juga kerap melakukan provokasi dengan menerabas kompleks Masjid al-Aqsa. Berbagai kebijakan itu akhirnya ditanggapi para pejuang Palestina yang diujungtombaki Hamas dengan serangan ke selatan Israel. Serangan pejuang Palestina tersebut menerobos pagar canggih Israel dan berhasil mengelabui sistem pertahanan lainnya. Serangan itu juga merusak persepsi bahwa negara Israel dengan kedigdayaan militernya tak bisa dikalahkan. Pemerintah Israel mengeklaim 1.200 orang termasuk ratusan anggota militer ditewaskan pejuang Palestina dalam serangan mendadak itu. Namun, media israel Haaretz mengungkapkan bahwa Israel menerapkan Protokol Hannibal untuk melakukan segala hal mencegah tawanan dibawa ke Gaza. Sebagian yang tewas itu hari diyakini akibat kebijakan ini. Sekitar 250 orang juga berhasil ditawan pejuang Palestina. Militer membalas dengan brutal serangan itu dengan melakukan genosida di Jalur Gaza. Sejauh ini sekitar 38.300 warga Palestina syahid akibat pembalasan itu, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Kebrutalan itu memicu sentimen pro-Palestina di seantero dunia. Lebih dari sepuluh negara telah mengakui kedaulatan Palestina sejak perang berkecamuk, enam diantaranya negara Eropa yang sejak lama cenderung pro-Israel. Akibat tindakan brutal Israel di Jalur Gaza, negara itu juga mendapat serangan dari berbagai front. Diantaranya dari Hizbullah di Lebanon yang menyebabkan puluhan ribu warga Israel mengungsi dari utara. Selain itu ada juga serangan sporadis dari Suriah, Irak, dan Iran. Sementara dari Yaman, kelompok Houthi menyerang kapal-kapal yang menuju Israel, menimbulkan kerugian parah pada perekonomian negara Zionis tersebut. Perlawanan pejuang Palestina di Gaza juga belum bisa dilumpuhkan setelah dibombardir selama sembilan bulan, Di Tepi Barat, perlawanan pejuang Palestina juga kian gencar. Prediksi-prediksi tersebut sebenarnya tak mengherankan. Dalam Islam sendiri, banyak nubuat yang disampaikan Rasulullah SAW terkait dengan nasib Yahudi dan Palestina kelak. Di akhir zaman menjelang kiamat, orang-orang Israel akan berkumpul dengan sekutunya. Mereka semua bergabung dengan dipimpin Dajjal. Sementara itu, umar Muslim pun akan bersatu dengan dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa. Sehingga pertempuran besar akhir zaman pun akan meletus dan berujung pada dibunuhnya Dajjal Nabi Isa. Inilah keadaan tentang perang besar yang akan terjadi pada akhir zaman yang banyak diriwayatkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Kelak Palestina akan menjadi negeri tempat bertarungnya Nabi Isa dengan Dajjal hingga berhembusnya angin yang akan mewafatkan semua orang yang beriman. Kelak Nabi Isa diturunkan Allah di timur Damaskus. Lalu nabi Isa menemukan Dajjal dan membunuhnya di pintu Ludd (Palestina). Sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan dari an Nawwas bin Sam’an فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِى حَيْثُ يَنْتَهِى طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ “Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetes. Ketika ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau napasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa ibn Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga.” (HR Muslim no 2937). Namun tentang pertempuran besar yang akan terjadi pada akhir zaman yang melibatkan antara umat Muslim dengan Yahudi Israel dan sekutunya ternyata juga dikabarkan dalam Al Kitab. Orang-orang Yahudi dan Nasrani menyebut pertempuran besar akhir zaman itu dengan istilah Armageddon. Wisnu Sasongko dalam bukunya Armageddon Peperangan Akhir Zaman menjelaskan bahwa istilah Armageddon sebenarnya berasal dari bahasa Yunani. Istilah ini kemudian di kalangan orang Barat telah menjadi sinonim dalam pembahasan tentang hari akhir dunia. Di kalangan kaum Muslimin juga dijumpai istilah tersebut, yaitu al-Majidun ‘kemuliaan’ yaitu ‘Perang Kemuliaan’. Hal ini ditemukan dalam beberapa manuskrip yang tersimpan dalam perpustakaan-perpustakaan Islam di Timur Tengah. Armageddon adalah nama sebuah gunung di Palestina. Arti dari Armageddon sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ar berarti gunung (Har dalam bahasa Ibrani/Hebrew) dan Mageddon = Magiddo adalah nama kota kuno di wilayah Israel sebelah Utara. Kota Magiddo terletak di pegunungan Samaria, di mana gunung ini membentang dari Magiddo di utara sampai ke Hebron di selatan. “Armageddon adalah peristiwa besar di…

Read More

Pimpinan Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Apresiasi Kiprah Alumni Al Azhar di Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam rangkaian kunjungan Grand Syeikh Al Azhar Mesir beserta delegasi ke Jakarta, Ketua Umum Pimpinan Pusat Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA), Prof. Dr. Abbas Shouman mengunjungi gedung kantor OIAA cabang Indonesia dan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) di Bekasi, Rabu 10 Juli 2024. Dalam kesempatan itu, Abbas juga melakukan rapat koordinasi dengan 19 kantor cabang OIAA di berbagai daerah. Dalam sambutannya, Abbas Shouman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Hay’at Kibar Ulama (Dewan Ulama Senior) Al-Azhar Mesir memberikan apresiasi atas kiprah dan pengabdian OIAA Cabang Indonesia dan PUSIBA selama beberapa tahun terakhir. PUSIBA merupakan cabang dari Pusat Bahasa Arab Markaz Syeikh Zayed di Al-Azhar Mesir. Abbas Shouman berharap ke depan hubungan kerjasama antara OIAA Indonesia dan Al-Azhar dapat lebih ditingkatkan. Prof. Dr. Abbas Shouman dan delegasi Al Azhar yang mendampingi Grand Syeikh Al Azhar, Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb melakukan kunjungan kehormatan ke Indonesia selama 4 (empat) hari untuk bertemu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Wakil Presiden RI, Kementerian/lembaga dan ormas dalam rangka membicarakan langkah-langkah penguatan kerja sama, mendukung penyelesaian masalah-masalah umat, dan mendiskusikan pentingnya melibatkan pemuka dan tokoh agama dalam pembangunan dan upaya perdamaian. Grand Syeikh Al Azhar mengharapkan pemimpin, tokoh agama, ilmuwan, teknokrat, pelaku usaha dan warga RI dapat membawa Indonesia untuk memberikan model kemajuan luar biasa yang layak ditiru oleh negara-negara yang lain. (rid) Baca juga :

Read More

Lebih dari 1 Juta Orang Kunjungi Percetakan Al-Qur’an Terbesar di Dunia Selama 1445 H

Madinah — 1miliarsantri.net : Lebih dari satu juta orang mengunjungi Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd yang Mulia di Madinah. Saudi Press Agency melaporkan, sebanyak 1.019.494 pengunjung dari berbagai negara, termasuk jamaah haji dan umrah serta wisatawan mengunjungi kompleks tersebut antara 19 Juli 2023 hingga 6 Juli 2024. Pengunjung mempelajari berbagai tahapan pencetakan Al-Qur’an di kompleks yang menghasilkan 20 juta eksemplar setiap tahunnya itu. Kitab suci Al-Qur’an diterjemahkan ke dalam 76 bahasa di kompleks tersebut yang telah menciptakan aplikasi khusus hingga memungkinkan umat Islam membaca Al-Qur’an dan mendengarkan qari dari berbagai negara melalui smartphone. Kompleks ini juga memproduksi versi audio kitab suci untuk penyandang disabilitas pendengaran dan penglihatan. Kompleks percetakan ini diresmikan oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz pada 1984. Percetakan ini dibuka hanya 4 jam per hari untuk umum, yaitu pada pukul 08.00 hingga 11.00 waktu setempat. Di sini pengunjung dapat melihat secara langsung proses produksi Al-Qur’an. Namun, jumlah pengunjung dibatasi sekitar 15-20 orang per rombongan. Setiap rombongan diberikan waktu sekitar 15 menit untuk melihat proses percetakan. Dalam sehari, jumlah pengunjung pabrik percetakan Al-Quran Raja Fahd sekitar 5.000 orang. Sebagai informasi, percetakan yang beroperasi selama 24 jam ini memiliki 3 mesin besar yang didukung 1.300 pekerja. Percetakan ini bisa memproduksi sekitar 18 juta eksemplar Al-Qur’an setiap tahunnya. Dalam satu harinya bisa mencetak 80 ribu mushaf Al-Qur’an. (dul) Baca juga :

Read More

Grand Syekh Al-Azhar Prihatin Penindasan Rakyat Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Grand Syekh Imam Besar Al-Azhar Ahmed El Tayeb prihatin terhadap krisis yang menimpa rakyat Palestina akibat perang dengan Israel. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci Interfaith and Intercivilizational Reception for Grand Imam of Al-Azhar Syekh Ahmed El Tayeb di Ballroom Hotel Pullman Central Park, Jakarta pada Rabu (10/7/2024) yang digelar PBNU. “Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kita sebagai umat Islam menyaksikan hegemoni kekuatan digunakan secara brutal untuk memaksakan kehendak kepada orang lain,” kata Syekh Ahmed El Tayeb. Syekh El Tayeb juga mengungkapkan hegemoni kekuatan yang dimiliki oleh sekelompok pihak dan digunakan untuk menindas umat lain merupakan hal yang tidak pantas. “Kekuatan yang dipergunakan dengan tidak pantas tanpa mengindahkan nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Inilah perbedaan kekuatan yang baik dan kekuatan zalim,” tegas Syekh El Tayeb. Menurut Grand Syekh, kebencian terhadap penindasan umat Palestina saat ini bukan hanya di kalangan timur, tetapi juga masyarakat barat. Belakangan ini selalu terlihat para pemuda dan mahasiswa di Barat aktif menyuarakan dan memperjuangkan keadilan bagi saudara-saudara di Gaza. Menurut Syekh El Tayeb nilai-nilai luhur merupakan yang fitrah manusia mendorong timbulnya semangat yang bijaksana dari sekumpulan orang-orang di barat untuk memperjuangkan hak saudara kita di Palestina. Syekh juga berpesan untuk tidak menjadikan hegemoni kekuatan untuk menindas yang kita saksikan saat ini sebagai sebuah peradaban. “Saya berharap, saya tidak berlebihan jika mengatakan kita umat beragama di timur tidak melihat hegemoni kekuatan ini sebagai peradaban ideal yang bisa dijadikan pedoman bagi umat manusia sebagaimana yang digaungkan para tokoh-tokoh penyeru globalisme,” tuturnya. Kecemasan dan hilangnya rasa aman terhadap bangsa barat yang menghinggapi bangsa timur menjadi sebuah pandangan yang juga perlu direkonstruksi. “ Bagi bangsa timur kita harus melihat ada ikatan-ikatan yang bisa mempersatukan kita dengan barat, dan untuk peradaban barat mulai mengadopsi nilai-nilai luhur persaudaraan dari bangsa timur. Inilah pandangan optimistik untuk melihat peradaban barat yang berkemanusiaan,” pungkas Syekh El Tayeb Salah satu upaya tersebut sudah dilakukan dengan penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia oleh Gramd Syekh Ahmed El Tayeb dan Paus Fransiskus pada 4 Februari 2019. Sebagai informasi, PBB kemudian menetapkan 4 Februari sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional. (yan) Baca juga :

Read More

Kemenag dan Universitas Al-Azhar Resmikan Pembangunan Markaz Tathwir

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) dan Universitas Al-Azhar meresmikan pembangunan Markaz Tathwir Ta’lim At-Thullab Al-Wafidin Wa Al-Ajanib cabang Indonesia. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Profesor Dr. Nahla Sabry El Seidy, Head of Center for the Development of Foreign Students Education at Al-Azhar Affairs (Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Mahasiswa Asing Al-Azhar) di Auditorium HM Rasjidi, Kamis (11/07/2024). “Mesir adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, maka sudah selayaknya Indonesia menjalin hubungan yang baik dan bekerja sama dengan Mesir demi kebaikan dua negara yang kita cintai,” ujar Wakil Menteri Kementerian Agama, Saiful Rahmat Dasuki. Menurutnya, Mesir memiliki Universitas Al-Azhar yang menjadi salah satu destinasi pendidikan pelajar Indonesia yang ingin menambah ilmu pengetahuan agama islam. “Al-Azhar banyak melahirkan tokoh-tokoh ulama Indonesia, Abdurrahman Wahid, M. Quraish Shihab, Mustofa Bisri, dan lain-lain. Tentunya ada keterkaitan pandangan pandangan Islam beliau hari ini dan mengajarkan pada kita”, ucap Wamenag. Wamenag menyampaikan, Al-Azhar adalah kampus pencetak ulama yang memiliki pemahaman Islam yang moderat, dan benteng Islam moderat yang tertua yang ada di dunia islam saat ini. “Saya mewakili Menteri Agama, menyampaikan rasa terima kasih yang setulusnya kepada Yang Mulia Grand Syekh Al Azhar, Prof. Ahmed Mohammed Ahmed Al-Tayeb dan juga kepada Prof. Dr. Nadzir Muhammad Iyad, atas kesempatan silaturahmi dan hubungan yang baik ini,” katanya Prof. Dr. Nahla Sabry El Seidy mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia yang berinisiatif membuka cabang Markaz Tathwir di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Al-azhar selalu mengedepankan upaya maksimal untuk melayani para mahasiswa asing terutama dalam pendirian Markaz Tathwir di indonesia. “Markaz Tathwir adalah sebuah markaz yang sangat penting posisinya dalam hal penyiapan calon-calon mahasiswa yang akan belajar di universitas Al-Azhar,” ucapnya. Saat ini proses pendirian Markaz Tathwir sedang dalam tahap urusan persetujuan dari kedua negara. Setelah tahap tersebut selesai, markaz dapat segera melayani mahasiswa Indonesia di Al-azhar. Turut hadir dalam acara tersebut Secretary General of the Islamic Research Institute Al-azhar Prof. Dr Nadzir Muhammad Iyad dan Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia Osama Hamdy. Selain Sekretaris Jenderal Kemenag RI Muhammad Ali Ramdhani dan para jajaran, hadir juga para perwakilan dari KBRI di Kairo. (wink) Baca juga :

Read More

Italia Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyatakan negaranya siap mengirim tentara ke Gaza. Pengiriman ini akan dilakukan setelah perang berakhir sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB. “Kami mendukung Palestina dan siap membantu kepemimpinan Arab lainnya. Kami juga siap mengirim tentara Italia sebagai pasukan perdamaian PBB setelah perang usai. Kami berada di posisi tengah,” ujar Tajani. Pernyataan ini disampaikan Tajani saat di sela KTT NATO di Washington DC. Dia menambahkan bahwa Palestina dan Israel terbuka terhadap peran Italia. Dia menegaskan Italia mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Tajani memperingatkan bahwa menghancurkan impian Palestina untuk merdeka adalah “kesalahan besar”. Italia telah mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza. Saat ini, warga Gaza menghadapi ancaman kelaparan akibat pembunuhan massal dan blokade Israel. Obat-obatan dan kebutuhan pokok sulit didapat di sebagian besar wilayah. “Warga sipil bukan Hamas. Mereka adalah korban situasi ini,” tegas Tajani. Dia juga mengecam permukiman Israel di Tepi Barat. Sementara itu, AS baru saja menjatuhkan sanksi pada tiga warga Israel dan lima lembaga. Sanksi ini terkait kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. AS mengancam akan memberikan sanksi tambahan jika Israel tidak segera menindak pelaku kekerasan tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Bahas Industri Halal dan Prodi Halal, Kemenag Undang 28 Perguruan Tinggi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama mengajak perguruan tinggi untuk mengembangkan riset dan inovasi di bidang industri halal, hingga pengembangan program studi (prodi) halal. Upaya itu dilaksanakan melalui rapat koordinasi yang digelar di Jakarta dengan mengundang 28 perguruan tinggi. Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan rakor dimaksudkan untuk menjaring gagasan dan bertukar informasi dalam rangka menggali potensi pengembangan sekaligus publikasi riset dan inovasi serta program studi halal yang selama ini belum tergarap optimal. “Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi atau halal center yang hadir pada Rapat Koordinasi BPJPH dengan Perguruan Tinggi ini. Sangat penting bagi kita untuk bertukar gagasan dalam memajukan pengembangan dan publikasi riset dan inovasi di bidang halal serta program studi halal.” kata Kepala BPJPH Kemenag, M Aqil Irham, di Jakarta, Kamis (11/7/2024). “Optimalnya publikasi riset dan inovasi di bidang halal sangatlah diperlukan untuk mendukung peningkatan literasi dan edukasi halal. Sedangkan program studi halal tentu saja berimplikasi pada penguatan kajian dan khasanah keilmuan serta penyiapan SDM untuk mendukung ekosistem industri halal dari hulu ke hilir.” lanjutnya. Aqil juga mengisahkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya untuk mendorong optimalisasi publikasi riset halal sejak dua tahun yang lalu. Saat itu, BPJPH menyediakan laman khusus di halal.go.id untuk menghimpun dan mengekspose hasil penelitian atau riset di bidang halal. “Sayangnya sampai hari ini baru 13 yang masuk dari total 63 halal center yang tersebar. Saya harapkan untuk selanjutnya berbagai kajian ilmiah dan penelitian akan membanjiri publikasi kita,” sambungnya. “Bahkan kami harapkan ke depannya para akademisi mengadakan event berkelas internasional di Indonesia untuk mengekspose hasil-hasil penelitian di bidang halal, mengundang para peneliti dari luar negeri yang juga concern soal halal. Seperti halnya yang kami lakukan pada acara Halal 20 beberapa waktu silam.” imbuh Aqil. Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH, Dzikro, mengatakan bahwa selain untuk menggali insight terkait riset dan inovasi, juga dimaksudkan untuk menjaring saran dan masukan dari para akademisi terkait penyelenggaraan JPH. “Ini juga menjadi kesempatan kita untuk mengupdate perkembangan riset industri halal hingga mengupas isu regulasi yang secara dinamis terus berkembang,” terangnya. Rakor yang digelar di Hotel Aston Simatupang Jakarta tersebut diikuti perwakilan 28 perguruan tinggi dari berbagai provinsi. Di antaranya, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Instituts Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Universitas Hasanuddin, Universitas Patimura, Universitas Cenderawasih, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Andalas, Universitas Lampung, Universitas Udayana, UIN Mataram, UIN Sunan Gunung Djati, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Kalijaga, UIN Walisongo, UIN Sunan Ampel, Universitas Maulana Malik Ibrahim, Universitas Tazkia, Universitas Muslimin Indonesia, Universitas Tadulako Palu. (Iin) Baca juga :

Read More