Sejarah Upaya Pembunuhan Presiden AS

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penembakan kandidat calon presiden sekaligus mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengingatkan pada sejarah panjang upaya pembunuhan presiden di negara tersebut. Berikut daftar sejumlah pembunuhan politik tersebut. Presiden AS Abraham Lincoln adalah yang pertama dalam daftar ini. Presiden Amerika Serikat ke-16 itu dibunuh pada 14 April 1865, hanya lima hari setelah Tentara Konfederasi menyerah dan berakhirnya Perang Saudara AS. The Best Diplomat melansir, pembunuhan Lincoln bukanlah sebuah tindakan spontan namun terencana dengan baik, yang berakar pada perpecahan politik dan ideologi yang mengakar. Pada tahun-tahun menjelang pembunuhan tersebut, Lincoln menghadapi tentangan keras dari negara-negara Selatan dan simpatisannya, yang menentang kebijakannya, khususnya sikapnya terhadap perbudakan dan negara kesatuan. Negara-negara bagian Selatan telah menarik diri dari Persatuan yang menyebabkan pecahnya Perang Saudara. Perang ini berlangsung selama empat tahun dan merenggut nyawa lebih dari 600.000 orang Amerika Orang di balik pembunuhan itu adalah John Wilkes Booth, seorang aktor terkenal dan simpatisan Konfederasi. Booth adalah bagian dari konspirasi yang lebih besar yang melibatkan beberapa individu lain, termasuk Mary Surratt, Lewis Powell, dan George Atzerodt. Rencananya adalah untuk menculik Lincoln dan menukarnya dengan tawanan perang Konfederasi, tetapi ketika perang sudah jelas akan segera berakhir, mereka malah memutuskan untuk membunuh Lincoln. Selanjutnya, terjadi pembunuhan Presiden AS James A Garfield pada tanggal 2 Juli 1881. Charles J Guiteau menembak Presiden Amerika Serikat ke-20 di Stasiun Kereta Api Baltimore dan Potomac di Washington, DC, tindakan mengejutkan yang berakar pada ketidakpuasan politik dan delusi pribadi. Sebelum menjadi presiden, Garfield memiliki karir cemerlang sebagai jenderal Union Army selama Perang Saudara dan sebagai anggota Dewan Perwakilan AS. Ia dikenal karena integritas, kecerdasan, dan komitmennya terhadap hak-hak sipil. Namun, masa kepresidenannya hanya bertahan empat bulan karena ia terkena peluru pembunuh. Pembunuhan Presiden AS William McKinley menandai momen tragis dalam sejarah Amerika selanjutnya. Presiden Amerika Serikat ke-25 itu ditembak mati oleh anarkis Leon Czolgosz pada 6 September 1901, di Pan-American Exposition di Buffalo, New York. Pembunuhan McKinley merupakan peristiwa mengejutkan yang menyoroti bahaya ekstremisme politik. Sebelum menjadi presiden, McKinley pernah menjabat sebagai perwira Union Army selama Perang Saudara dan kemudian sebagai anggota kongres dan gubernur Ohio. Ia dikenal karena kebijakannya yang moderat dan upayanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas pengaruh Amerika di luar negeri. Kepresidenan McKinley ditandai dengan kemakmuran dan stabilitas, namun secara tragis hal itu terhenti. Leon Czolgosz, pembunuh McKinley, adalah seorang anarkis yang percaya pada penggunaan kekerasan untuk mencapai perubahan politik. Czolgosz dipengaruhi oleh ide-ide radikal dan literatur anarkis, yang memicu kebenciannya terhadap pemerintah dan tokoh otoritas. Dia melihat McKinley sebagai simbol penindasan dan ketidaksetaraan serta memandang pembunuhannya sebagai tindakan revolusioner. Pembunuhan John F Kennedy adalah peristiwa tragis selanjutnya yang masih bergema dalam ingatan kolektif masyarakat Amerika. Presiden Amerika Serikat ke-35 ini ditembak pada 22 November 1963, di Dallas, Texas, saat mengendarai limosin atap terbuka bersama istrinya, Jacqueline Kennedy, dan Gubernur Texas John Connally. Sebelum menjadi presiden, Kennedy pernah menjabat sebagai anggota kongres dan senator dari Massachusetts. Dia adalah seorang pemimpin karismatik yang menginspirasi generasi Amerika dengan visinya tentang masa depan yang lebih baik. Kepresidenan Kennedy ditandai dengan inisiatif yang berani, termasuk pembentukan Peace Corps, perlombaan antariksa, dan perjuangan melawan kemiskinan dan diskriminasi. Orang di balik pembunuhan Kennedy adalah Lee Harvey Oswald, mantan Marinir AS yang membelot ke Uni Soviet dan kemudian kembali ke AS. Oswald adalah individu bermasalah dengan riwayat penyakit mental dan rasa keterasingan yang mendalam. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan pengakuan dan melihat pembunuhan Kennedy sebagai cara untuk mencapai ketenaran. (jeha) Baca juga :

Read More

UMJ Jadi Tuan Rumah Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat Nasional 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi tuan rumah Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (Sekam) Nasional Angkatan I. Agenda ini diselenggarakan di Training Center UMJ pada 12-15 Juli 2024. Sekam Nasional 2024 merupakan program yang diinisiasi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta. Program tersebut dilaksanakan guna membangun model organisasi dan kepemimpinan yang efektif, serta memperkuat kapasitas fasilitator pemberdayaan atau pendampingan masyarakat. Wakil Rektor IV UMJ Dr. Septa Candra, menyampaikan rasa terima kasihnya karena UMJ dipercaya untuk menyelenggarakan dan memfasilitasi Sekam Angkatan Pertama. Menurutnya, agenda ini bisa melahirkan kader Muhammadiyah yang memberdayakan masyarakat, memberikan pencerahan, merubah pola pikir, dan memaksimalkan keterampilan sehingga menghasilkan masyarakat yang berkemajuan. “Masyarakat jadi tumpuan dan basis dakwah Muhammadiyah. Hal ini karena masyarakat menjadi kekuatan yang mendasar dalam pembangunan sebuah bangsa secara luas,” terang Septa, setelah menghadiri Pembukaan Sekam di Aula FEB UMJ, Ahad (15/07/2024). Pada kesempatan yang sama, Ketua PP Muhammadiyah Dr. Agung Danarto mengatakan bahwa tidak mudah memberdayakan masyarakat miskin. Pasalnya, polemik miskin bukan kultural saja, tetapi juga miskin secara struktural, misalnya mafia beras yang merugikan petani dan tidak adanya pangsa pasar yang sesuai. “Oleh karena itu, memberdayakan masyarakat saat ini bukan hanya meningkatkan skill, kapasitas, dan kapabilitas saja, tetapi juga harus membangun ekosistem pemberdayaan di suatu masyarakat,” ucapnya. Menurut Agung, ekosistem ini dapat dibangun melalui sinergi dengan banyak lembaga, baik di internal Muhammadiyah ataupun eksternal. Hal ini tentunya dapat ditopang dengan kader yang beragama secara hakiki, yaitu memberdayakan masyarakat selaras dengan semangat Surat al-Ma’un. “Semoga sekolah kader ini bisa berjalan dengan baik, memberikan manfaat sebanyaknya, menciptakan kader handal yang memiliki motivasi tinggi, dan tahan banting,” pungkas Agung. Ketua MPM PP Muhammadiyah Dr. M. Nurul Yamin, M.Si. mengutarakan bahwa salah satu program strategis hasil Muktamar Muhammadiyah ke-48 adalah meningkatkan dan memperkuat dakwah akar rumput. Oleh karena itu, akar rumput yang akan diberdayakan adalah di sektor nelayan, petani, buruh, komunitas khusus, dan daerah 3T yang memerlukan sumber daya manusia bukan hanya menguasai teori, tetapi praktek juga untuk pemberdayaan masyarakat. “Mudah-mudahan dengan Sakem Nasional 2024 ini bisa melahirkan kader pemberdayaan masyarakat yang bisa diandalkan di wilayah, daerah, dan cabang,” harapnya. Selaras dengan itu, Ketua PWM DKI Jakarta Dr. Akhmad H Abubakar, MM. menuturkan jika spirit memberdayakan rakyat sama saja memperteguh kedudukannya di mata Allah Swt. Ia berharap, segala upaya MPM PP Muhammadiyah berjalan dengan baik dan tidak ada halangannya. Turut hadir pula Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 1995-2000 Prof. Dr. Muhammad Amien Rais, MA. sebagai Keynote Speech menyampaikan materi Relasi Tauhid Sosial dan Teologi al-Ma’un. Menurutnya, 30 Juz dan 114 di Al-Qur’an semuanya berisi teologi pembebasan. “Al-Qur’an merupakan kitab suci yang membebaskan umat manusia. Kemudian jika kita lihat dengan teologi al-Ma’un sebagai rujukan kaum muslimin termasuk Muhammadiyah, yaitu untuk memberdayakan umat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kondisi muslim saat ini harus lebih baik dari sisi Iptek dan sosial agar bisa membantu sesama. Pasalnya, situasi kaum muslimin dewasa ini, hidupnya jauh dari ideal, baik dari sisi ekonomi, tata politik yang otoriter, tidak bisa dijamahi iptek, dan jarak antara yang kaya dan yang miskin cukup besar. Terakhir, Amien juga mengapresiasi Program Sekam karena angkatan muda Muhammadiyah terus melanjutkan usaha pemberdayaan masyarakat, karena di dalam Al-Qur’an dan As-sunnah memang orang beriman itu harus punya sikap yang membela duafa. “Jadi Muhammadiyah dengan berbagai Amal Usahanya dan menjadi kuat, maka secara finansial bisa menolong dan mensejahterakan orang Muhammadiyah maupun orang lain,” ujarnya. Peserta yang mengikuti Sekam Angkatan I 2024 berjumlah 60 peserta dari 19 wilayah di seluruh Indonesia. Peserta ini diberikan materi klasikal dan praktikal, serta studi lapangan di Pamulang. (wink) Baca juga :

Read More

Puasa Asyura atau Bayar Qadha Ramadhan, Mana yang Lebih Didahulukan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Umat Islam telah memasuki tahun baru Muharram 1446 H. Inilah salah satu bulan haram atau bulan yang istimewa menurut ajaran Islam. Ada berbagai amalan sunah yang dapat dikerjakan selama bulan Muharram. Di antaranya adalah berpuasa pada hari Asyura yakni pada 10 Muharram. Berdasarkan versi pemerintah RI dan perhitungan Persyarikatan Muhammadiyah, tanggal 10 Muharram 1446 H bertepatan dengan 16 Juli 2024. Adapun menurut Nahdlatul Ulama (NU), puasa Asyura 10 Muharram 1446 H dilaksanakan pada 17 Juli 2024. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW menyatakan keistimewaan puasa Asyura. Amalan ini, menurut Rasulullah SAW, dapat menghapuskan dosa-dosa pengamalnya pada tahun lalu. “Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat” (HR Muslim). Wajarlah bila umat Islam berbondong-bondong melaksanakan puasa di bulan Muharram ini. Namun, bagaimana bila seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan lalu. Kasus ini biasanya menjadi mafhum bagi wanita yang mungkin harus meninggalkan puasa wajib karena mengalami haid, hamil, menyusui, atau melahirkan. Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam ceramahnya mengatakan, siapapun boleh melakukan puasa Asyura, termasuk bagi wanita yang masih punya utang puasa Ramadhan. Yang membedakan adalah niatnya. “Niatnya qadha (puasa Ramadhan) saja jangan niat sunah karena kalau niat sunah, qadha tidak dapat. Namun, kalau niat qadha, maka otomatis pahala puasa sunahnya dapat,” ujar UAS dikutip dari akun Youtube Pojok Solusi. Niat seperti ini, menurut UAS, juga berlaku ketika kita ingin mengganti (qadha) puasa Ramadhan berbarengan dengan puasa sunah Senin-Kamis. Alhasil, qadha puasa lunas dan pahala puasa sunah Senin-Kamis pun didapatkan. “Begitu juga dengan puasa sunah di bulan Muharram tanggal 9, 10, dan 11, niatnya qadha. Nawaitu sauma qadhain, saya berniat puasa qadha mengganti puasa Ramadhan yang kemarin, apakah karena haid atau karena menyusui anak, karena mengandung anak, atau karena nifas (melahirkan) maka cara yang efektif adalah sekali dayung tiga pulau terlampaui,” ujar UAS menjelaskan. Alumnus al-Azhar Mesir ini menambahkan, pengetahuan tentang fikih wanita ini bukan saja hendaknya diketahui oleh kaum wanita. Para laki-laki pun harus mempelajarinya. Sebab, mereka mungkin memiliki istri, anak perempuan, adik perempuan, atau kakak perempuan. (Iin) Baca juga :

Read More

Kairo Mengutuk Keras Peristiwa di Al-Mawasi

Gaza — 1miliarsantri.net : Hingga hari Sabtu (13/7/2024), pasukan zionis Israel melakukan serangan tepat di daerah Al Mawasi dekat kota Khan Yunis di Gaza, menewaskan lebih dari 90 orang dan melukai hampir 300 lainnya, berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Palestina. Serangan yang terus berlanjut terhadap tempat sipil di jalur Gaza mempersulit upaya para mediator menuju kesepakatan gencatan senjata. “Mesir menekankan bahwa pelanggaran yang terus berlanjut terhadap warga Palestina ini sangat mempersulit upaya yang dilakukan untuk mencapai deeskalasi dan gencatan senjata,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. Kairo “mengutuk keras” serangan Israel di Al Mawasi dan mendesak Israel untuk “berhenti mengabaikan kehidupan warga sipil.” Pada 7 Oktober 2023, gerakan Palestina Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dan melanggar perbatasan, menyerang lingkungan sipil dan pangkalan militer.Hampir 1.200 orang di Israel tewas dan sekitar 240 lainnya diculik dalam serangan tersebut. Israel melancarkan serangan balasan, memerintahkan blokade total terhadap Gaza, dan memulai serangan darat ke daerah kantong Palestina itu dengan tujuan untuk melenyapkan pejuang Hamas dan menyelamatkan para sandera. Jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 38.400 orang sejak Oktober 2023, sementara 88.400 orang lainnya terluka, menurut perkiraan kementerian kesehatan wilayah kantong Palestina tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Bus Shalawat Berhenti Beroperasi Hingga Seluruh Jamaah Tinggalkan Makkah

Makkah — 1miliarsantri.net : Kepala Seksi Transportasi Daker Makkah, Syarif Rahman memastikan layanan Bus Shalawat tetap beroperasi hingga seluruh jamaah meninggalkan Makkah. Menurut dia, layanan bus sholawat telah dihentikan pada Sabtu (13/7/2024) siang Waktu Arab Sausi (WAS). “Layanan bus shalawat telah diberhentikan Sabtu 13 Juli 2024 pukul 12.00 WAS, yaitu waktu sholat Zuhur,” ujar Syarif dalam siaran pers Kemenag, Sabtu (13/7/2024). Berdasarkan jadwal keberangkatan, jamaah haji Indonesia terakhir telah meninggalkan Makkah pada Sabtu (13/7/2024) pukul 11.00 WAS. “Jadi operasional bus shalawat baru akan dihentikan setelah seluruh jamaah meninggalkan Makkah,” sambungnya. Syarif mengatakan, meskipun sebagian besar jamaah sudah meninggalkan kota Makkah, layanan bus shalawat tetap beroperasi. Karena, masih ada jamaah yang akan melaksanakan tawaf wada ke Masjidil Haram. “Kalau tadi kita tanya secara random kepada jamaah, banyak yang akan melaksanakan tawaf wada hari ini ba’da salat Ashar, Magrib, dan Isya,” kata Syarif. Berdasarkan data PPIH Daker Makkah, pada Sabtu (13/7/2024) ada sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) yang telah diberangkatkan menuju kota Madinah. Kloter-kloter tersebut akan menutup pemberangkatan jamaah haji gelombang kedua menuju Kota Madinah. Hal ini juga menandai berakhirnya layanan penyelenggaraan ibadah haji Daker Makkah tahun 2024. Sementara, situasi di terminal Syib Amir sendiri saat ini sudah terlihat lengang. Hanya terlihat puluhan jamaah yang memanfaatkan layanan bus shalawat. Menurut Syarief, saat ini jamaah haji yang masih berada di Makkah tinggal di pemondokan yang dilalui 12 rute pelayanan bus shalawat. Delapan rute mengarah ke terminal Syib Amir, sementara empat rute lainnya menuju terminal Jiyad. Di masa puncak haji terdapat 22 rute Bus Shalawat yang dioperasikan. Sebanyak 16 rute beroperasi di terminal Syib Amir, sedangkan sisanya sebanyak enam rute beroperasi di terminal Jiyad. Jumlah bus shalawat yang beroperasi pada masa puncak haji mencapai 425 bus per hari. Adapun 12 rute bus shalawat yang masih beroperasi hingga berakhirnya masa pelayanan Daker Makkah, sebagai berikut: (drus) Baca juga :

Read More

Layanan Kesehatan Haji di Makkah Selesai

Jakarta — 1miliarsantri.net : Operasional pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Gelombang II di Makkah telah berakhir 13 Juli 2024, bertepatan dengan selesainya proses pendorongan jamaah ke Madinah. Meski demikian, jamaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akan tetap mendapatkan perawatan hingga 23 Juli 2024. Widi Dwinanda dari Media Center Kementerian Agama mengungkapkan bahwa jamaah yang sembuh di RSAS akan dievakuasi oleh tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang berada di Makkah maupun Madinah. “Setelah tim KKHI menyelesaikan tugasnya, jemaah yang masih berada di RSAS akan diserahkan kepada Kantor Urusan Haji dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI),” kata Widi dalam pernyataan resminya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/7/2024). Widi juga mengingatkan para jamaah untuk mematuhi jadwal penerbangan yang telah ditentukan dan diumumkan oleh perangkat kloter. “Gunakan waktu untuk persiapan kepulangan dan hindari kegiatan seperti city tour atau berbelanja sehari sebelum keberangkatan agar tidak ada yang tertinggal pesawat,” tegasnya. Menjelang kepulangan, PPIH mengimbau jamaah haji untuk tidak berlebihan dalam beraktivitas selama hari-hari terakhir di Makkah dan Madinah. “Gunakan alat pelindung diri untuk menghindari sengatan matahari saat pergi ke masjid atau kembali ke hotel, terutama pada siang hari. Pastikan untuk minum cukup air agar terhindar dari dehidrasi,” tambah Widi. Widi juga menyarankan agar jamaah memeriksa kondisi kesehatan sebelum melakukan ibadah sunah, city tour, atau ziarah di sekitar Kota Makkah dan Madinah. “Jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan, jangan memaksakan diri untuk berziarah demi menjaga kesehatan hingga pulang ke Tanah Air,” imbaunya. Hingga 11 Juli 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi, sebanyak 144.706 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Indonesia dalam 369 kelompok terbang. Jumat 12 Juli 2024, ada 20 kelompok terbang dengan total 7.976 jemaah yang akan pulang ke Tanah Air. (rid) Baca juga :

Read More

Efek Terapi Baca Alquran Untuk Penyintas Bencana Alam

Malang — 1miliarsantri.net : Akibat tidak terkendalinya banjir di Indonesia saat musim penghujan, salah satu dosen Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tutu April Ariani melakukan penelitian keperawatan holistik dan pengajian Alquran serta dampaknya terhadap penyintas banjir di Indonesia. Menurut Tutu korban banjir harus bisa mempertahankan mentalnya dalam keadaan yang terjepit, sekalipun pada saat banjir. Ia mengatakan manfaat yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah para korban bisa bertahan dalam keadaan terpaksa sekalipun terutama bencana. “Sebelumnya, saya telah melakukan review literatur dari berbagai jurnal internasional. Sampai akhirnya saya menemukan jumlah sesi yang efektif untuk dilakukan, yaitu delapan sesi,” terang Tutu, Sabtu (13/7/2024). Menurutnya terapi baca Alquran berulang-ulang dengan surah yang diinginkan memiliki karakteristik yang sangat khas dan unik. Sebab, walaupun tidak memahami makna surah yang dibaca, korban tetap bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan adanya ujian banjir yang selalu datang setiap tahunnya. “Awalnya mereka terpaksa menerima keadaan pasca banjir, namun sekarang mereka bisa jauh lebih ikhlas menerima bencana yang ada,” lanjutnya. Tutu mengatakan ia mulanya melakukan terapi untuk korban banjir bandang. Namun setelah dievaluasi kembali, metode ini dapat digunakan untuk korban bencana yang lain. Menurutnya, dengan adanya terapi ini, reaksi para korban saat menghadapi bencana tidak seheboh sebelumnya. Jika terdapat pengumuman banjir dan bencana lainnya, mereka menjadi lebih ikhlas dan tahu harus melakukan apa. “Memang harus mengamankan diri saat bencana. Namun, setelah terapi mereka mengaku jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Alhamdulillah hal ini tidak hanya dirasakan oleh satu dua orang saja,” sambungnya. Penelitian Tutu ini dijalankan pada warga yang terbiasa mengalami banjir bandang tahunan atau annual di daerah Baleendah dan Dayeuhkolot, Jawa Barat. Banjir terjadi karena sungai buatan yang tidak dapat dialirkan dan berhenti di sekitar kawasan tersebut. “Terapi ini sementara memang dikhususkan untuk wanita berusia 18 hingga 67 tahun, karena biasanya mereka memiliki waktu yang paling fleksibel untuk terus melaksanakan terapi ini. Terapi ini harus dilakukan terus menerus dua kali dalam seminggu. Ini belum diterapkan pada warga masyarakat berjenis kelamin laki-laki karena khawatirnya mereka bekerja, dan tidak bisa konsisten mengikuti terapi. Karena jika tidak rutin, maka harus di drop out. Sehingga hanya didapatkan 17 orang yang rutin dan tidak meninggalkan sesi terapi,” pungkasnya. (acy) Baca juga :

Read More

Latar Berdirinya NU Tak Lepas dari Peristiwa Komite Hijaz, yang dikirimkan ke Saudi

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sebuah peristiwa historis terjadi pada tanggal 26 Januari 1926 di Kampung Kertopaten, Surabaya (Jawa Timur), dimana ratusan ulama terkemuka berkumpul di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah. Dan, dalam pertemuan inilah Nahdlatul Ulama (NU) lahir. Di antara para kiai itu, terdapat KH Muhammad Hasyim Asy’ari, sosok ulama karismatik yang sangat disegani saat itu. Pertemuan ini, menurut Choirul Anam, diadakan atas undangan Komite Hijaz yang menjadi cikal bakal berdirinya NU. Awal mulanya NU memang tidak dapat lepas dari Komite Hijaz. Komite ini bermula dari suatu panitia khusus yang dibentuk oleh KH Abdul Wahab Hasbullah atas restu KH Hasyim Asy’ari yang menjadi kiai sepuh. Ibaratnya, Kiai Wahab membuat wadahnya dan Kiai Hasyim memberi ruhnya. Tugas utama komite yang beranggotakan puluhan ulama dan pendiri pondok pesantren itu, antara lain merumuskan sikap para ulama pemegang mazhab ahlussunnah wal jama’ah untuk disampaikan kepada penguasa di Hijaz (Arab Saudi), Raja Saud. Ketika pertemuan berlangsung ada pertanyaan muncul, yakni siapa nantinya yang berhak mengirim delegasi ke kota suci Makkah. Selain itu, apa nama dan bentuk organisasi yang akan memberi mandat kepada delegasi Komite Hijaz. Menjawab pertanyaan tersebut, para ulama dan pimpinan pondok pesantren pun sepakat untuk membentuk suatu jam’iyah — wadah baru bagi persatuan dan perjuangan ulama. Namun, apa nama yang patut diberikan kepada jam’iyah ini? Maka, terjadilah perdebatan cukup seru di antara para ulama sekitar nama jam’iyah yang bakal dibentuk tersebut. Dalam perdebatan itu muncul dua pendapat. KH Abdul Hamid, dari Pondok Pesantren Sedayu, Gresik, mengusulkan nama Nahuddul Ulama (kebangkitan ulama) dengan alasan para ulama mulai bersiap-siap akan bangkit melalui jam’iyah tersebut. Usul tersebut mendapat tanggapan dari KH Mas Alwi Bin Abdul Azis. Kiai dari Ampel, Surabaya, ini berpendapat sebenarnya kebangkitan ulama bukan lagi mulai atau akan bangkit. Tapi, sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, ‘sudah bergerak’ jauh sebelum adanya tanda-tanda akan terbentuknya Komite Hijaz, sekalipun belum terorganisir secara rapi. Atas dasar itulah KH Mas Alwi mengajukan usul nama Nahdlatul Ulama. Sama-sama berarti ‘kebangkitan ulama’ tapi pengertiannya lebih luas. Lebih condong pada gerakan serentak para ulama dalam suatu pengarahan, atau gerakan bersama-sama yang terorganisir. Usul tersebut diterima secara aklamasi. Maka, saat itu juga berdirilah jam’iyah Nahdlatul Ulama yang biasa disingkat NU. Dan, hari itu, tepat 16 Rajab 1344 H atau 26 Januari 1926, ditetapkan sebagai hari lahir NU. Sekalipun KH Wahab Hasbullah adalah pencetus, perintis dan penggerak utama pembentukan NU, ia tidak bersedia menduduki jabatan Rais Akbar yang merupakan jabatan tertinggi dalam jam’iyah NU. Jabatan itu diserahkan kepada KH Hasyim Asy’ari, karena ialah saat itu tokoh pemersatu dan paling disegani di antara para ulama dan pimpinan pondok pesantren. Dalam pertemuan itu terpilih pula KH Ahmad Dachlan (Surabaya) sebagai wakil Rais Akbar. Presiden Tanfidziah (eksekutif) dipercayakan kepada H Hasan Gipo yang juga aktif dalam Komite Hijaz. Sedangkan KH Wahab Hasbullah cukup puas menduduki jabatan Khatib ‘Aam (sekretaris umum) Syuriah (legislatif). Jelas, peran KH Hasyim Asy’ari dalam pendirian NU sangat besar. Saat itu ia diakui oleh masyarakat luas sebagai kiai yang sangat disegani dan dihormati di Jawa. Karena itu, untuk membujuk para kiai yang lebih berpengaruh agar mau mendukung berdirinya NU, KH Wahab Hasbullah memerlukan dukungan moril KH Hasyim Asy’ari. Suatu hari, KH Wahab Hasbullah juga pernah mengusulkan kepada KH Hasyim Asy’ari agar mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan membela kedudukan ulama dan otonomi pesantren dari serangan kaum modernis. Karena KH Hasyim Asy’ari tidak memberikan restu, usulan tersebut gagal terlaksana. Begitu hormatnya Kiai Wahab kepada KH Hasyim, sehingga ketika diangkat menggantikannya ia tidak lagi menggunakan istilah Rois Akbar, tapi Rois Aam. Sejak meninggalnya KH Hasyim pada 25 Juli 1947 sebutan Rois Akbar tidak diberlakukan lagi dan diganti Rois Aam — sebutan itulah yang dipakai NU sampai saat ini. Pemilihan terhadap KH Hasyim Asy’ari, menurut almarhum KH Saifuddin Zuhri, didasarkan pada relevensi perjuangan Hadratus Sheikh. “Beliau merupakan salah seorang dari sedikit ulama di abad ke-20 yang telah berhasil mencetak ribuan kiyai, yang kemudian menyebar ke berbagai pelosok tanah air,” katanya suatu hari. Ada faktor penting yang melatarbelakangi dibentuknya Komite Hijaz. Saat itu perkembangan politik Islam secara makro tidak menguntungkan posisi kalangan Islam yang berpaham ‘mazhab’. Suasana politik di Timur Tengah, misalnya, menempatkan gerakan Wahabi di atas angin. Situasi di Indonesia saat itu juga kurang menguntungkan para ulama di pesantren yang secara teguh mempertahankan mazhab. Ketika itu sering muncul pertentangan pendapat — terutama yang menyangkut masalah khilafiah — antara NU dan Muhammadiyah. Bahkan, pada saat kongres (IV dan V) umat Islam di Yogyakarta (21 sampai 25 Agustus 1925), dan di Bandung (5/2-1926), dalam mencari input untuk kongres Islam di Makkah, aspirasi kalangan pesantren samasekali tidak tertampung. Peran kalangan ‘modernis’ saat itu memang lebih besar. Sebagai contoh adalah usul kalangan ulama pesantren yang disampaikan KH Wahab Hasbullah agar tradisi bermazhab tetap diberi kebebasan oleh penguasa Arab Saudi. Ternyata usul ini tidak masuk agenda kongres. Ulama pesantren juga mengusulkan agar beberapa makam penting di kota-kota suci Makkah dan Madinah, mulai dari makam Rasul sampai makam sahabat dan tempat-tempat bersejarah lainnya, dapat dipelihara dengan baik. Karena materi usulan itu tidak masuk dalam agenda kongres, maka didirikanlah Komite Hijaz. Tujuannya untuk menyampaikan aspirasi para ulama kepada penguasa Arab Saudi. Dalam rapatnya di Surabaya yang dihadiri para tokoh generasi awal NU, diputuskan KH Bisri Syansuri dan KH Adnan (Kudus) yang akan berangkat menemui Raja Arab Saudi. Tapi, pemberangkatan delegasi itu tertunda karena waktu pelaksanaan ibadah haji berakhir. Di kemudian hari berangkatlah Syekh Ahmad Chanaim Al-Misri ke Makkah untuk menyampaikan keputusan dari rekomendasi rapat Komite Hijaz kepada Raja Ibnu Suud. Usulan ini berhasil dan diterima penguasa Arab Saudi. Ibnu Suud bahkan memberikan jaminan bahwa ia akan berusaha memperbaiki pelayanan ibadah haji sejauh perbaikan itu tidak melanggar aturan Islam. Sejak berada di Makkah, Kiai Hasyim sudah bertekad untuk mempersatukan ummat dan bersumpah memperjuangkan Islam. dalam buku Al ‘Alamah Muhammad Hasyim Asy’ari, pengarang Indonesia yang lama bermukim di Arab Saudi, Muhammad Asad Shahab, menulis bahwa sebelum kembali ke Indonesia, dalam bulan Ramadhan, Kiai Hasyim sempat bertemu dengan beberapa sahabatnya dari Afrika, Asia dan negara-negara Arab. Di antara mereka terdapat Muhammad Ali Jinnah, pendiri Pakistan. Dalam pertemuan itu terjadi kesepakatan di antara mereka untuk mengangkat sumpah di…

Read More

Prediksi Israel Bubar 2026, Perang Armageddon

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada banyak prediksi tentang nasib Israel dan apa yang akan terjadi di Palestina kelak. Salah satunya, seperti yang disampaikan Mantan wakil perdana menteri Israel Avigdor Lieberman misalnya. Dia meramalkan bubarnya Israel pada 2026. Hal itu akan terjadi jika koalisi sayap kanan yang berkuasa saat ini meneruskan pemerintahan mereka hingga saat itu. Pemimpin partai Yisrael Beiteinu itu dengan keras mengkritik manajemen pemerintah saat ini dalam perang di Jalur Gaza dan kegagalannya mencegah serangan 7 Oktober. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar Maariv pada Jumat, Lieberman mengatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memimpin Israel menuju kehancuran dan tidak tahu bagaimana mengelola kondisi terkini. Dia menambahkan bahwa Netanyahu kini hanya berusaha memastikan bahwa ia tetap berkuasa selama mungkin. Dia mengatakan bahwa Israel sedang menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman eksistensial, dan sedang mengalami krisis multidimensi, politik, ekonomi dan keamanan, yang merupakan krisis terbesar sejak berdirinya negara tersebut. Mantan menteri pertahanan dan menteri keuangan itu juga mengatakan bahwa seluruh tingkat politik di Israel sedang sakit, dan menekankan bahwa lobi-lobi kepentingan lebih unggul saat ini. Dia menganggap Netanyahu sebagian besar bertanggung jawab atas serangan pejuang Palestina pada 7 Oktober 2023 lalu. Ia menuding Netanyahu telah memberikan kekuatan kepada Hamas selama bertahun-tahun dalam kehidupan politiknya. Lieberman percaya bahwa serangan 7 Oktober tidak akan terjadi jika para pejabat di pemerintahan saat ini berpikir “di luar kebiasaan”. Lieberman sebelumnya telah meminta pemerintahan Netanyahu untuk mundur, dengan mengatakan bahwa menyingkirkan pemimpinnya akan menjadi hadiah bagi Israel. Netanyahu kembali menjabat sebagai perdana menteri didukung koalisi paling kanan dalam sejarah Israel sejak akhir 2022. Sejak itu, sejumlah kebijakan provokatif ia terapkan. Diantaranya perluasan besar-besaran pemukiman ilegal di Tepi Barat, serta penyerangan reguler di wilayah yang diduduki tersebut. Menteri-menteri sayap kanannya juga kerap melakukan provokasi dengan menerabas kompleks Masjid al-Aqsa. Berbagai kebijakan itu akhirnya ditanggapi para pejuang Palestina yang diujungtombaki Hamas dengan serangan ke selatan Israel. Serangan pejuang Palestina tersebut menerobos pagar canggih Israel dan berhasil mengelabui sistem pertahanan lainnya. Serangan itu juga merusak persepsi bahwa negara Israel dengan kedigdayaan militernya tak bisa dikalahkan. Pemerintah Israel mengeklaim 1.200 orang termasuk ratusan anggota militer ditewaskan pejuang Palestina dalam serangan mendadak itu. Namun, media israel Haaretz mengungkapkan bahwa Israel menerapkan Protokol Hannibal untuk melakukan segala hal mencegah tawanan dibawa ke Gaza. Sebagian yang tewas itu hari diyakini akibat kebijakan ini. Sekitar 250 orang juga berhasil ditawan pejuang Palestina. Militer membalas dengan brutal serangan itu dengan melakukan genosida di Jalur Gaza. Sejauh ini sekitar 38.300 warga Palestina syahid akibat pembalasan itu, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Kebrutalan itu memicu sentimen pro-Palestina di seantero dunia. Lebih dari sepuluh negara telah mengakui kedaulatan Palestina sejak perang berkecamuk, enam diantaranya negara Eropa yang sejak lama cenderung pro-Israel. Akibat tindakan brutal Israel di Jalur Gaza, negara itu juga mendapat serangan dari berbagai front. Diantaranya dari Hizbullah di Lebanon yang menyebabkan puluhan ribu warga Israel mengungsi dari utara. Selain itu ada juga serangan sporadis dari Suriah, Irak, dan Iran. Sementara dari Yaman, kelompok Houthi menyerang kapal-kapal yang menuju Israel, menimbulkan kerugian parah pada perekonomian negara Zionis tersebut. Perlawanan pejuang Palestina di Gaza juga belum bisa dilumpuhkan setelah dibombardir selama sembilan bulan, Di Tepi Barat, perlawanan pejuang Palestina juga kian gencar. Prediksi-prediksi tersebut sebenarnya tak mengherankan. Dalam Islam sendiri, banyak nubuat yang disampaikan Rasulullah SAW terkait dengan nasib Yahudi dan Palestina kelak. Di akhir zaman menjelang kiamat, orang-orang Israel akan berkumpul dengan sekutunya. Mereka semua bergabung dengan dipimpin Dajjal. Sementara itu, umar Muslim pun akan bersatu dengan dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa. Sehingga pertempuran besar akhir zaman pun akan meletus dan berujung pada dibunuhnya Dajjal Nabi Isa. Inilah keadaan tentang perang besar yang akan terjadi pada akhir zaman yang banyak diriwayatkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Kelak Palestina akan menjadi negeri tempat bertarungnya Nabi Isa dengan Dajjal hingga berhembusnya angin yang akan mewafatkan semua orang yang beriman. Kelak Nabi Isa diturunkan Allah di timur Damaskus. Lalu nabi Isa menemukan Dajjal dan membunuhnya di pintu Ludd (Palestina). Sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan dari an Nawwas bin Sam’an فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِى حَيْثُ يَنْتَهِى طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ “Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetes. Ketika ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau napasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa ibn Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga.” (HR Muslim no 2937). Namun tentang pertempuran besar yang akan terjadi pada akhir zaman yang melibatkan antara umat Muslim dengan Yahudi Israel dan sekutunya ternyata juga dikabarkan dalam Al Kitab. Orang-orang Yahudi dan Nasrani menyebut pertempuran besar akhir zaman itu dengan istilah Armageddon. Wisnu Sasongko dalam bukunya Armageddon Peperangan Akhir Zaman menjelaskan bahwa istilah Armageddon sebenarnya berasal dari bahasa Yunani. Istilah ini kemudian di kalangan orang Barat telah menjadi sinonim dalam pembahasan tentang hari akhir dunia. Di kalangan kaum Muslimin juga dijumpai istilah tersebut, yaitu al-Majidun ‘kemuliaan’ yaitu ‘Perang Kemuliaan’. Hal ini ditemukan dalam beberapa manuskrip yang tersimpan dalam perpustakaan-perpustakaan Islam di Timur Tengah. Armageddon adalah nama sebuah gunung di Palestina. Arti dari Armageddon sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ar berarti gunung (Har dalam bahasa Ibrani/Hebrew) dan Mageddon = Magiddo adalah nama kota kuno di wilayah Israel sebelah Utara. Kota Magiddo terletak di pegunungan Samaria, di mana gunung ini membentang dari Magiddo di utara sampai ke Hebron di selatan. “Armageddon adalah peristiwa besar di…

Read More

Pimpinan Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Apresiasi Kiprah Alumni Al Azhar di Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam rangkaian kunjungan Grand Syeikh Al Azhar Mesir beserta delegasi ke Jakarta, Ketua Umum Pimpinan Pusat Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA), Prof. Dr. Abbas Shouman mengunjungi gedung kantor OIAA cabang Indonesia dan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) di Bekasi, Rabu 10 Juli 2024. Dalam kesempatan itu, Abbas juga melakukan rapat koordinasi dengan 19 kantor cabang OIAA di berbagai daerah. Dalam sambutannya, Abbas Shouman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Hay’at Kibar Ulama (Dewan Ulama Senior) Al-Azhar Mesir memberikan apresiasi atas kiprah dan pengabdian OIAA Cabang Indonesia dan PUSIBA selama beberapa tahun terakhir. PUSIBA merupakan cabang dari Pusat Bahasa Arab Markaz Syeikh Zayed di Al-Azhar Mesir. Abbas Shouman berharap ke depan hubungan kerjasama antara OIAA Indonesia dan Al-Azhar dapat lebih ditingkatkan. Prof. Dr. Abbas Shouman dan delegasi Al Azhar yang mendampingi Grand Syeikh Al Azhar, Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb melakukan kunjungan kehormatan ke Indonesia selama 4 (empat) hari untuk bertemu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Wakil Presiden RI, Kementerian/lembaga dan ormas dalam rangka membicarakan langkah-langkah penguatan kerja sama, mendukung penyelesaian masalah-masalah umat, dan mendiskusikan pentingnya melibatkan pemuka dan tokoh agama dalam pembangunan dan upaya perdamaian. Grand Syeikh Al Azhar mengharapkan pemimpin, tokoh agama, ilmuwan, teknokrat, pelaku usaha dan warga RI dapat membawa Indonesia untuk memberikan model kemajuan luar biasa yang layak ditiru oleh negara-negara yang lain. (rid) Baca juga :

Read More