Jerman Melarang Perkumpulan Muslim Sebarkan Aliran Islam Radikal

Frankrut — 1miliarsantri.net : Kementerian Dalam Negeri Jerman pada Kamis (25/7/2024) mengatakan pihaknya telah melarang asosiasi Islamic Center Hamburg (IZH) dan organisasi underbownya, dengan alasan bahwa organisasi tersebut mengajarkan paham Islam radikal. Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 53 lokasi organisasi tersebut telah digeledah oleh pihak berwenang di delapan negara bagian Jerman pada Rabu pagi, berdasarkan perintah pengadilan. Selain IZH yang berbasis di Hamburg, yang merupakan salah satu masjid tertua di Jerman yang terkenal dengan eksterior pirusnya, subgrupnya di Frankfurt, Munich dan Berlin juga dilarang. Akibatnya, empat masjid Syiah akan ditutup, kata kementerian tersebut. IZH tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar melalui telepon pada Rabu pagi, dan situs webnya tidak dapat diakses oleh publik. Bukti dari penggeledahan sebelumnya terhadap 55 properti yang dilakukan pada bulan November memberikan dasar bagi pelarangan IZH, yang dikenal dalam bahasa Jerman sebagai Islamisches Zentrum Hamburg, pada hari Rabu, kata kementerian tersebut. “Hari ini, kami melarang Islamisches Zentrum Hamburg, yang mempromosikan ideologi totaliter dan ekstremis Islam di Jerman. Ideologi Islam ini bertentangan dengan martabat manusia, hak-hak perempuan, peradilan yang independen dan pemerintahan demokratis kita,” ungkap Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser. Dia mengatakan dirinya ingin menjelaskan bahwa “larangan ini sama sekali tidak berlaku bagi praktik damai agama Syiah.” Kementerian tersebut mengatakan IZH bertindak sebagai perwakilan langsung Pemimpin Tertinggi Iran dan berupaya mewujudkan revolusi Islam di Jerman yang akan menciptakan pemerintahan teokratis. Selain itu, IZH mempromosikan anti-Semitisme dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran, yang juga dilarang, katanya. (aya) Baca juga :

Read More

Pidato Lengkap Gus Yahya tentang Transformasi Digital NU

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) didaulat memberi sambutan dalam Pembukaan Pelatihan Digital Leadership Transformasi Digital di Lingkungan Nahdlatul Ulama “NU Digdaya” (Digitalisasi Data dan Pelayanan) yang digelar di Pusdiklat Kemenkominfo, Jakarta, 22 – 26 Juli 2024. Berikut adalah transkrip lengkap sambutan Gus Yahya dalam acara tersebut. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wa syukrulillah, was shalatu was salamu ala Rasulillah Sayyidina wa Maulana Muhammad ibni Abdillah, wa ‘ala alihii wa shahbihi wa man walah. Amma ba’ad. Yang saya hormati Pak Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Pak Budi Setiadi. Ini beliau sengaja datang enggak pakai peci, supaya jelas mana yang menteri mana yang ketua umum. [Hadirin tertawa]. Soalnya kalau di sini enggak ada tulisannya, enggak ada yang tahu mana ketua umum, mana yang enggak, pakai peci semua. Yang saya hormati jajaran pimpinan Kemeninfo. Yang saya hormati perwakilan dari Prospera. Teman-teman dari PBNU, hadir di sini salah seorang ketua tanfidziyah, Pak Agus Zainal Arifin, ketua bidang transformasi digital. Ini memang tanggung jawab beliau. Wakil sekjen, Pak Najib Azca. Ini wakil sekjen bidang saya suruh [hadirin tertawa]. Yang saya hormati para peserta Digital Leadership Academy dari jajaran Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah. Tadi Bu Roksana Khan (yang presentasi dengan menggunakan Bahasa Inggris, ed.) sempat mengalami kesulitan teknis untuk menyiarkan suaranya. Tapi alhamdulillah bisa diatasi sehingga bisa keluar suaranya, walaupun saya tahu, untuk sebagian besar peserta ini ada suaranya atau tidak sama saja. [hadirin tertawa]. Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, Tadi sudah disebutkan oleh Pak Kepala Badan Pengembangan SDM bahwa MoU antara PBNU dengan Kemenkominfo ini ditandatangani pada bulan Mei 2022. Dan itu adalah salah satu dari kerja sama yang paling awal dijalin oleh PBNU, khususnya dengan kementerian di dalam pemerintahan kita. Kenapa? Karena memang agenda transformasi digital itu menjadi salah satu agenda utama yang kita sepakati sejak awal. Dan kita sudah mau sejak awal: ini pokoknya segera transformasi digital. Tapi memang proses transformasi digital ini harus menempuh satu jalan yang yang tidak sederhana dan tidak linear. Ada sejumlah hal yang harus kami lakukan terlebih dahulu sebelum sampai kepada hal-hal yang lebih teknis yang bersifat teknologi, dan prosesnya membutuhkan waktu. Sehingga memang baru dua tahun kemudian kita sekarang berhasil mencapai tahap berikutnya, yaitu tahap penyiapan fasilitas teknologi yang dibutuhkan, mulai dari software sampai dengan hardware-nya. Insyaallah pada akhir bulan ini Nahdlatul Ulama sudah siap untuk mengoperasikan platform yang kita sebut sebagai NU Digdaya ini, yaitu Digital Data dan Layanan, yang akan menjadi platform yang menampung seluruh urusan keorganisasian dan layanan masyarakat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Jadi di Agustus nanti, Pak Menteri, insyaallah di PBNU sudah enggak ada lagi kertas beredar. Insyaallah. Semuanya sudah melalui proses digital. Itu pun nantinya kita masih membutuhkan lebih lanjut satu proses nontechnological treatment. Jadi langkah-langkah di luar teknologi yang harus kita tempuh untuk mempersiapkan – seperti yang disebut oleh Pak Kepala BPSDM tadi – pola pikir, mindset dari jajaran dan pengurus Nahdlatul Ulama ini, agar siap mengoperasikan keseluruhan mekanisme digital ini. Memang, Bapak Ibu sekalian, transformasi digital atau mungkin secara lebih spesifik saya sebut saja manajemen organisasi melalui platform digital, itu adalah keniscayaan ketika kita menghadapi perkembangan demografis yang membuat ukuran organisasi itu sendiri tidak mungkin dikelola kecuali melalui platform digital. Dan ini sudah terjadi di berbagai pemerintahan. Indonesia ini kayaknya termasuk yang agak belakangan, Pak Menteri, ya. Sebelum ini itu ada Inggris dan beberapa negara lain yang sudah menerapkan e-government. Kenapa? Karena melihat bahwa mengelola demografi yang ukurannya besar itu enggak mungkin lagi bisa efektif kecuali melalui platform digital. Kami sudah merasakan hal itu sejak lama, dan melihat realitas semakin membesarnya ukuran NU ini, karena NU terus membesar. NU itu dari waktu ke waktu persentasenya tambah. Jadi kalau ada partai NU itu jangan-jangan menang terus nantinya [hadirin tertawa]. Karena sekarang menurut survei sudah 56,9% penduduk Indonesia mengaku NU. Ini berarti ada tidak kurang dari 180 juta. Bagaimana mungkin mengelola 180 juta warga ini kalau tidak menggunakan teknologi digital ini. Tapi tentu saja ini membutuhkan transformasi yang melompat sangat jauh, karena di NU ini, apalagi digital, soal jam itu saja belum cukup menjadi mindset. Jadi kalau yang lain-lain itu sudah ukuran waktu itu jam: jam 09.30, jam 10, jam 11. Kalau di NU belum. NU itu ukuran waktunya itu pokoknya bakda shalat fardu. [Hadirin tertawa]. Kalau ada undangan ya bakda Dzuhur, bakda Asar, bada Isya. Sampai tempo hari ada yang menduga bahwa NU ini didirikan bakda Isya. 1926 itu kan bakda Isya. Karena tradisinya di pesantren juga memang seperti itu, jadwal pengajaran itu mengikuti waktu shalat lima waktu itu. Maka dibutuhkan effort untuk mentransformasikan mindset ini, dan effort itu memang kompleks dan butuh kerja keras, tapi tidak terelakkan karena ini niscaya. Kita harus melakukan ini dan PBNU bertekad untuk memaksa seluruh jajaran NU masuk ke dalam ekosistem digital ini di dalam pengelolaan organisasi. Nah, karena itu, saya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah, khususnya kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika atas kesediaannya untuk membantu Nahdlatul Ulama dalam soal ini. Dan tentu saja bahwa tujuan kami melakukan peningkatan kinerja manajemen organisasi ini tidak lain memang untuk meningkatkan kontribusi kami bagi kemaslahatan bangsa dan negara kita. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Prospera dan JICA, yang juga menjadi bagian dari partner program ini. Ini para peserta saya minta membuka pikiran selebar-lebarnya untuk menyerap materi-materi yang diberikan dalam ini, karena segera sesudah ini Anda semua akan bertanggung jawab untuk menjadi Digital Leadership Academy lokomotif dari transformasi digital di lingkungan Nahdlatul Ulama, dan itu bukan pekerjaan kecil. Karena untuk struktur Nahdlatul Ulama sendiri saja itu ada jajaran kepengurusan mulai di tingkat pusat PBNU, provinsi PWNU, kabupaten kota PCNU, kecamatan MWC, kemudian desa Ranting. Dan kami sudah hitung, Pak Menteri, jumlah personil kepengurusan dari pusat sampai ke desa di seluruh Indonesia ini di lingkungan organisasi NU sendiri, itu tidak kurang dari 2 juta orang pengurus. Mereka harus kita kelola semua. Padahal di NU ini masih punya apa yang kami sebut sebagai badan-badan otonom yang dulu disebut organisasi-organisasi underbow, seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, dan lain-lain. Kami punya 14 organisasi…

Read More

Arab Saudi Ajak Korea Untuk Bangun Smart City Dengan Teknologi Digital Twin

Riyadh — 1miliarsantri.net : Arab benar benar melakukan transformasi di semua sektor demi menuju Arab menjadi negara yang terbuka dan modern. Salah satu upaya menuju percepatan proyek perumahan yang menjadi bagian dari visi 2030, Arab tidak ragu lagi mengundang perusahaan China State Company untuk terlibat mempercepat proyek perumahan. Kini disusul, Arab mengundang Korea. Seperti yang dilakukan di sektor real estat, Saudi siap memanfaatkan teknologi canggih setelah National Housing Co. bermitra dengan perusahaan teknologi Korea Naver Corp. Ini dilakukan untuk meningkatkan solusi kota pintar (smart city). Kolaborasi yang diresmikan di hadapan Menteri Perumahan Rakyat Majid Al-Hogail ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi Digital Twin, memanfaatkan sistem cloud canggih Naver. Teknologi ini mencerminkan entitas dunia nyata dalam lingkungan virtual, mendukung pengambilan keputusan secara real-time melalui analisis data, prediksi, dan optimalisasi. Ini akan berbasis cloud, dengan fokus pada pemodelan digital tiga dimensi. Langkah ini sejalan dengan tujuan Visi Arab Saudi 2030, yang bertujuan untuk menggunakan teknologi ini untuk perencanaan kota dan prediksi banjir sekaligus memajukan pengembangan kota pintar. Integrasi teknologi Digital Twin adalah bagian dari strategi Kerajaan yang lebih luas untuk memodernisasi sektor real estate dan mengadopsi solusi mutakhir untuk meningkatkan manajemen perkotaan dan efisiensi infrastruktur. Menteri Al-Hogail menyoroti pentingnya kemitraan ini, dengan menyatakan pada X bahwa kesepakatan tersebut membuka pintu bagi inovasi dalam solusi digital. “Bersama-sama, kami mencapai visi strategis untuk kota dan sektor perumahan dalam upaya kami mewujudkan kota pintar yang berkelanjutan,” terangnya. Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari masuknya Naver ke pasar Timur Tengah dan Saudi pada tahun 2023 dengan membuat kontrak dengan kementerian investasi dan perumahan untuk menggunakan sistem mereka. Peta jalan ambisius ini juga mencakup penggabungan teknologi canggih seperti AI, robotika, dan solusi cloud. Perusahaan menekankan arsitektur platform yang terbuka, membina kolaborasi dengan entitas lokal Saudi dan Korea Selatan. Abdullah Al-Ghamdi, presiden Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi, mengunjungi lokasi perusahaan tersebut pada bulan Mei, yang menunjukkan hubungan jangka panjang perusahaan tersebut dengan Kerajaan. Dalam pertemuan tersebut, potensi kolaborasi antara kedua entitas dibahas, karena SDAIA bertanggung jawab atas strategi, penelitian, dan pengembangan di sektor AI, data, dan kota pintar di Arab Saudi. Pejabat dari lembaga-lembaga besar Saudi lainnya, termasuk Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi, Pusat Informasi Nasional, dan Kantor Manajemen Data Nasional, juga telah melakukan kunjungan ke situs tersebut untuk melihat kemajuan teknologi perusahaan dan mendiskusikan peluang kolaboratif, demikian rilis di situs tersebut. Situs web entitas Korea terungkap. Hal ini terjadi setelah Naver menjadi bagian dari konsorsium “One Team Korea” pada November 2022. Kemitraan tersebut bertujuan untuk mengamankan proyek-proyek Saudi di bawah naungan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan. (dul) Baca juga :

Read More

Waspada, Jika Gunung yang Disebut Nabi Muhammad ini Muncul, Berarti akan Kiamat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gunung yang menjulang tinggi ke langit menyimpan banyak misteri. Bentuknya yang begitu besar beserta muntahan lahar dan kesuburan di sekitarnya menjadi tanda kebesaran Allah. Lokasi tempatnya berada pun unik, mulai dari di bawah laut yang mengakar hingga ke dalam bumi, kemudian di daratan yang menjulang tinggi ke angkasa. Berikutnya adalah gunung yang terdapat di planet lain. Karena itu, bumi bukanlah satu-satunya planet yang memiliki gunung. Fungsi gunung beragam. Di antaranya adalah sebagai pilar penyangga planet, sebagaimana diterangkan Allah dalam an-Nahl ayat 15 dan lainnya. Gunung juga berfungsi sebagai penyimpan kesuburan dan kekayaan alam yang luar biasa. Setelah meletus, larva yang panas berubah menjadi tanah dan bebatuan yang membuat tanaman tumbuh subur dan memberikan manfaat kepada makhluk lain. Namun ada satu gunung yang harus diwaspadai kemunculannya. Belum diketahui pasti di sebelah mana gunung itu berada. Gunung satu ini disebut oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya. لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِاائَةٍ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو Hari kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan gunung emas sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Maka terbunuhlah 99 dari 100 orang yang berperang dan setiap orang dari mereka berkata, ‘Semoga akulah satu-satunya orang yang selamat (HR Muslim). Eufrat merupakan sungai terpanjang di Asia Barat. Juga menjadi sungai terpenting dalam sejarah. Sungai Eufrat dan Tigris adalah dua bengawan yang menjadi sebab daerah di sepanjang tepiannya disebut Mesopotamia, negeri di antara dua sungai. Dari sumbernya di kawasan timur Turki, Sungai Eufrat mengalir melintasi Suriah dan Irak, sampai akhirnya bersatu dengan Sungai Tigris menjadi Sungai Syattul Arab yang bermuara di Teluk Persia. Sungai ini menjadi jalur pengangkutan bijih tembaga dengan menggunakan rakit, karena Mesopotamia adalah pusat kepandaian mengolah tembaga pada zaman Sumer. Eufrat berasal dari bahasa Yunani, Eupharates yang awalnya berasal dari bahasa Persia kuno yakni Ufratu. Pada era kuno, dieja dengan huruf paku dibaca oleh orang Sumeria sebagai Buranuna dan Purratu disebut oleh orang Akkadia. Sungai ini memiliki kedalaman maksimumnya mencapai 3 meter dan panjang sekitar 2.800 km yang berada dalam tiga negara: Irak, Turki, Suriah. Sungai Efrat mengandung banyak sekali fakta di dalamnya dari pelbagai aspek seperti sejarah, keanekaragaman hayati. Jika debit air sungai ini menyusut, apalagi mengering, kemudian muncul gunung emas di sana, maka nantinya manusia akan saling berperang memperebutkannya. Jika gunung ini muncul, maka orang beriman dianjurkan menghindari gunung tersebut, jangan pernah terbesit pikiran hendak mendekati, apalagi mengambil bongkahan emas tersebut. يُوشِكُ الْفُرَاتُ أَنْ يَحْسِرَ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَمَنْ حَضَرَهُ فَلَا يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا “Segera saja sungai Eufrat akan mengering lalu nampaklah gunung emas. Barangsiapa yang menjumpainya, jangan diambil sedikit pun.” (HR. Muslim no. 2894) Imam ahli hadits Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan penyebab larangan mencomot emas dari gunung itu adalah untuk mengantisipasi kekacauan dan pertumpahan darah akibat manusia saling membunuh. (Fathul Baari, 13/81) (yan) Baca juga :

Read More

Letusan Gunung Vesovius menelan Kota Mozaina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam tafsir Tahlili yang dikutip dari quran.kemenag.go.id dijelaskan, dalam alam Alquran Surat At Thur ayat 6 Allah berfirman: وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ Allah bersumpah, Demi al-Bahrul-Masjur (laut yang di dalamnya ada api) yakni laut yang tertahan dari banjir karena kalau laut itu dilepaskan, ia akan menenggelamkan semua yang ada di atas bumi sehingga hewan dan tumbuh-tumbuhan semuanya akan habis musnah. Maka rusaklah aturan alam dan tidaklah ada hikmah alam ini dijadikan. Sebagian ulama berpendapat dan menetapkan bahwa lapisan bumi itu seluruhnya seperti semangka, dan kulitnya seperti kulit semangka, itu artinya bahwa perbandingan kulit bumi dan api yang ada di dalam kulitnya itu seperti kulit semangka dengan isinya, yang dimakan itu. Sebab itu sekarang kita sebenarnya berada di atas api yang besar, yakni di atas laut yang dibawahnya penuh dengan api dan laut itu tertutup dengan kulit bumi dari segala penjurunya. Dari waktu ke waktu api itu naik ke atas laut yang tampak pada waktu gempa dan pada waktu gunung berapi meletus; seperti gunung berapi Vesovius yang meletus di Italia pada tahun 1909 M yang telah menelan kota Mozaina, dan gempa ini yang telah terjadi di Jepang pada tahun 1952 M yang memusnahkan kota-kotanya sekaligus. Menurut Jumhur bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah laut bumi. Akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam kata “masjur” di antara pendapatnya ialah berarti: dinyalakan api di hari Kiamat seperti dalam Al-Qur’an: Dan apabila lautan dijadikan meluap. (QS Al-Infithar 82:3) Firman-Nya yang lain: Dan apabila lautan dipanaskan. (QS At-Takwir 81:6) (jeha) Baca juga :

Read More

Zionis Israel Semakin Membabi Buta

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara penjajahan Israel kembali melakukan pembantaian di Jalur Gaza. Kali ini, sekitar 50 orang syahid dalam pemboman artileri Israel di wilayah timur Khan Younis, selatan Jalur Gaza, mayoritas di antaranya anak-anak dan perempuan. Petugas kesehatan menyatakan kondisi di rumah sakit setempat seperti ‘banjir darah’. Kantor berita WAFA melansir, pesawat-pesawat tempur penjajah melancarkan pemboman intensif di lingkungan timur kota Khan Younis dan kota-kota kecilnya setelah perintah dikeluarkan untuk segera mengevakuasi wilayah timur dan menuju wilayah baru di Al-Mawasi di sebelah barat. Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa pasukan pendudukan tidak memberikan waktu kepada warga sipil untuk mengungsi. Mereka langsung melakukan pemboman intensif di kota tersebut, yang mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 50 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Wilayah timur kota mulai mengalami perpindahan massal ke wilayah barat, khususnya Al-Mawasi. Dalam konteks terkait, Kompleks Medis Nasser, yang terletak di Khan Younis, dalam sebuah pernyataan meminta warga sipil untuk “segera” mendonorkan darahnya demi kepentingan orang-orang yang terluka dan sakit karena sangat kekurangan unit darah di dalam kompleks tersebut. Kekurangan ini menimbulkan ancaman serius terhadap kehidupan orang-orang terluka mengingat pembantaian yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh pasukan penjajah terhadap orang-orang yang tidak bersalah dan warga sipil. Sementara itu, Rumah Sakit Nasser mengatakan menerima ratusan jenazah dan korban dan luka-luka dalam waktu tiga jam, akibat serangan udara yang sedang berlangsung di sebelah timur kota. “Kami kehilangan nyawa orang yang sakit dan terluka karena kurangnya kemampuan. Kami tidak memiliki sumber daya dan persediaan minimum untuk merawat mereka yang terluka,” kata juru bicara Rumah Sakit Nasser Mohammed Sakr. Ia menambahkan, situasi di Kompleks Medis Nasser tidak terkendali. Pihaknya telah menerima ratusan korban dan kematian dalam atau selama tiga jam, dimana situasi sangat buruk dan perlu didukung oleh pasokan dan peralatan medis. “Puluhan pasien sedang ditangani. Kami tidak memiliki tempat tidur untuk menampung pasien. Kami tidak memiliki cukup persediaan untuk memberikan layanan kesehatan kepada pasien kami. Situasinya sangat sulit. Kami berenang di genangan darah,” imbuhnya. Sakr mengatakan rumah sakit menerima lebih dari 30 jenazah dan 200 orang luka-luka. “Kami meminta semua negara di seluruh dunia untuk memaksa Israel membuka perbatasan guna memindahkan pasien kami yang membutuhkan operasi mendesak ke negara tetangga,” sambungnya. Rekaman video grafis yang dibagikan secara online dan diverifikasi oleh agen pengecekan fakta Aljazirah, Sanad, menunjukkan kedatangan sebuah truk berisi mayat dan orang-orang terluka di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis. Video tersebut memperlihatkan tubuh anak-anak, termasuk seorang anak yang tampaknya baru berusia beberapa bulan. Sekitar seminggu yang lalu, tentara pendudukan melakukan pembantaian di daerah Al-Mawasi, yang diklaim aman, yang mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 90 warga sipil dan melukai 300 lainnya, dalam serangkaian serangan udara yang menargetkan tenda-tenda pengungsi. Sementara, pengungsi Palestina mengatakan wilayah al-Mawasi di Gaza selatan sudah penuh, setelah Israel memerintahkan warga Palestina di timur Khan Younis untuk pindah ke sana. “Bahkan trotoar penuh dengan orang dan tenda,” Youssef Abu Taimah, dari kota al-Qarara di Khan Younis, mengatakan kepada AFP setelah keluarganya tidak menemukan tempat di al-Mawasi. Militer Israel sebelumnya mengeluarkan pemberitahuan yang memerintahkan orang-orang di timur Khan Younis untuk pindah ke al-Mawasi, memperingatkan bahwa pasukannya “akan beroperasi secara paksa” di daerah tersebut. Setidaknya 39.006 orang telah syahid dan 89.818 orang terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober, kata Kementerian Kesehatan di wilayah kantong tersebut. Kementerian menambahkan dalam sebuah pernyataan di Telegram bahwa 23 warga Palestina syahid dan 91 luka-luka dalam 24 jam terakhir sebelum pagi ini dalam tiga serangan terpisah di Gaza. Jumlah syuhada tersebut tidak termasuk pembunuhan dalam serangan terbaru Israel di wilayah timur Khan Younis. (zul) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji yang Masih Dirawat di Rumah Sakit Saudi Menjadi Tanggung Jawab Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Selama 55 hari operasional penyelenggaraan haji di Makkah atau sejak 20 Mei hingga 13 Juli 2024, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah telah melayani 2.771 jemaah haji dengan berbagai kondisi kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap. “Sebanyak 1.308 jemaah di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk penanganan lebih lanjut. Meskipun telah menutup layanan operasionalnya, KKHI masih menyiagakan ruang IGD sebagai tempat transit bagi pasien setelah menjalani perawatan di RSAS hingga 23 Juli 2024,” terang Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag mengutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id. KKHI Makkah, lanjutnya, juga telah menyiapkan tim advance untuk menjalankan program visitasi bagi jemaah haji yang masih dirawat di RSAS hingga tanggal yang sama. “Pemantauan dan visitasi jemaah yang masih dirawat di RSAS akan terus dilakukan sampai semua petugas kembali ke Tanah Air,” ujarnya. Menurutnya, jika masih ada jemaah yang dirawat di RSAS sampai semua petugas kesehatan kembali ke Tanah Air, hal itu akan dilaporkan kepada Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Selanjutnya, diserahterimakan kepada KJRI di Jeddah untuk melakukan pemantauan jemaah di RSAS. “Semua jemaah haji yang masih dirawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia hingga jemaah dapat kembali ke Indonesia,” tandasnya. KKHI Makkah, kata Widi, telah melakukan Tanazul dan Evakuasi sebanyak 164 jemaah dengan rincian, sebanyak 12 jemaah dievakuasi ke Bandara Jeddah, 4 jemaah ke Bandara Madinah, dan 77 jemaah dievakuasi ke KKHI Madinah. Selain itu, sebanyak tiga jemaah di Tanazul akhir dan sebanyak 68 jemaah di Tanazul awal. Selain KKHI Makkah, ia mengungkapkan, operasional pelayanan kesehatan di 11 sektor oleh Tim Emergency Medical Sector (TEMS) dan pelayanan kesehatan di kelompok terbang (kloter) oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) juga telah berakhir. “Pelayanan kesehatan di sektor telah melakukan deteksi dini kepada 30.751 jemaah, emergency response terhadap 1.013 jemaah, melakukan rujukan ke KKHI Makkah sebanyak 178 pasien,” ungkapnya. Untuk pelayanan kesehatan di kloter dilakukan oleh 1.643 orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), terdiri dari 550 dokter dan 1.093 perawat) yang berasal. Mereka tergabung dalam 550 kloter. Secara keseluruhan, terang Widi, tenaga kesehatan di kloter telah melakukan pelayanan kesehatan rawat jalan kepada 132.946 jemaah, serta telah merujuk sebanyak 35 jemaah kepada klinik sektor, 461 jemaah ke KKHI Makkah, dan 398 jemaah ke RSAS. (wink) Baca juga :

Read More

Kolaborasi The Strong Minor Project dalam Mendorong Relasi Sesama Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : The Strong Minor Project adalah sebuah gerakan sosial yang berkomitmen untuk memperkuat identitas dan keyakinan komunitas muslim di lingkungan minoritas. Gerakan ini pun menjalin kolaborasi dengan Maybank Syariah Indonesia untuk menggelar event dakwah bertema “Connect 2: Light Upon Light in Times of Hardship” pada Minggu (21/7) di Plenary Hall, Jakarta Conventional Center (JCC). Dzaki Maulana Irfan, perwakilan dari The Strong Minor Project menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama Connect 2 adalah memperluas jaringan dan koneksi peserta dengan individu dan komunitas dari berbagai negara. “Selain itu Connect 2 menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan nilai-nilai budaya dari berbagai belahan dunia,” kata Dzaki Maulana Irfan. Tahun ini acara Connect kembali hadir dengan konsep acara yang lebih spesial dengan membawa Mufti Menk, pembicara muslim Global dari Zimbabwe bersama dua rekannya yakni Dr. Muhammad Salah dari Mesir dan Brother Wael Ibrahim dari Australia. Sedangkan dari dalam negeri juga hadir Ustaz Khalid Basalamah, Ustaz Subhan Bawazier, Ustaz Ali Hasan Bawazier dan Abdullah Qymnastiar atau biasa dipanggi Aa Qym. Sementara itu Direktur Human Capital Maybank Indonesia, Irvandi Ferizal mengatakan, dirinya yang hadir mewakili Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, mengucapkan terima kasih atas kesempatan mensponsori eventdarivThe Strong Minor Project ini. Menurut Irvandi, kerja sama sponsorhip Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia dengan The Strong Minor Project ini merupakan wujud persembahan bagi para nasabah maupun masyarakat Muslim di Indonesia. DIharapkan, keterlibatan perusahaan dalam event ini mampu membantu masyarakat untuk memetik manfaat dan motivasi dalam menghadapi berbagai tantangan hidup Islami dari para alim ulama terkemuka. Selain itu, ia juga berharap agar acara ini juga dapat memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT dan meneladani ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. “Di satu sisi, acara Islamic Sharing Experience ini, kami pandang memiliki benang merah yang sama. Terutama dalam hal mempersiapkan dan merencanakan keuangan masa depan, di antara berbagai pilihan solusi yang tersedia,” jelas Irvandi. Karenanya, dalam kesempatan ini, perusahaan juga memperkenalkan kembali solusi unggulanya yakni ‘My Shariah Wealth Management’ kepada khalayak luas sebagai solusi perencanaan dana masa depan yang end-to-end sejalan dengan jenjang kehidupan nasabah. (Iin) Baca juga :

Read More

Sejarah Pembangunan Masjid Istiqlal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Cita-cita membangun masjid nasional sudah mengendap di kalbu masyarakat Muslim Indonesia sejak negara ini memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 silam. Namun, niat itu baru konkret terlaksana tiga dekade atau tepatnya 33 tahun kemudian dengan berdirinya Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat pada 22 Februari 1978. Awalnya, ide pembangunan masjid nasional pertama kali dibicarakan pada 1950 atau hanya beberapa bulan setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Belanda. Menteri agama kala itu, KH Abdul Wahid Hasyim (ayahanda Gus Dur), mengundang sejumlah tokoh Muslim, seperti H Agus Salim, H Anwar Tjokroaminoto (putra HOS Tjokroaminoto), dan Ir Sofwan. Pertemuan para tokoh ini kemudian ditindaklanjuti dengan rapat akbar yang mengumpulkan sekitar 300 ulama di bawah pimpinan KH Taufiqurrahman di gedung Deca Park, Jakarta. Pada 1953, hasil rapat yang berintikan kehendak membangun masjid nasional disampaikan kepada presiden Sukarno. Proklamator RI menyambutnya gembira Pada 7 Desember 1954, Yayasan Masjid Istiqlal dibentuk. Gedung Deca Park di Lapangan Koningsplein (rakyat Jakarta masa itu menyebutnya Lapangan Gambir) menjadi saksi bisu peresmian yayasan tersebut di hadapan notaris Elisa Pondag. Kini, Gedung Deca Park sudah tak berbekas lantaran ikut digusur akibat proyek pembangunan Monumen Nasional (Monas). Nama “Istiqlal” pun diambil dari kata dalam bahasa Arab yang bermakna ‘merdeka.’ Rumah ibadah ini dimaksudkan sebagai simbol rasa syukur segenap bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang merupakan rahmat Allah SWT. Presiden Sukarno ingin Masjid Istiqlal menjadi kebanggaan Indonesia bukan hanya di tingkat nasional, melainkan internasional atau regional. Karena itu, penentuan lokasi Masjid Istiqlal tidak hanya bernuansa simbolis, melainkan juga politis (siyasah). Penentuan lokasi ini membuat rencana pembangunan Masjid Istiqlal sempat tertunda. Mandeknya rencana pembangunan tersebut lantaran terjadi perdebatan antara presiden Sukarno dan wakil presiden Mohammad Hatta. Bung Karno mengusulkan lokasi terletak di atas bekas benteng Belanda, Frederick Hendrik, yang ada di dalam Taman Wilhelmina. Taman ini dibangun gubernur jenderal Van Den Bosch pada 1834. Letaknya di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral, dan Jalan Veteran. Memang, dalam periode 1950 sampai 1960, Taman Wilhelmina dikenal sepi, gelap, kotor, dan kumuh. Tembok-tembok sisa bangunan benteng Frederick Hendrik dipenuhi lumut yang menjalar dan rumput ilalang tumbuh rimbun di sekelilingnya. Sangat tak sedap dipandang mata. Dengan kata lain, Bung Karno ingin memusatkan bangunan-bangunan monumental, termasuk Monas dan Masjid Istiqlal, agar tak berjauhan. Di saat yang sama, Bung Karno terkesan ingin mengganti bangunan-bangunan peninggalan kolonial dengan bangunan-bangunan baru yang menampilkan identitas keindonesiaan. Sementara itu, Bung Hatta memiliki ide yang lebih pragmatis. Ia ingin agar lokasi pembangunan Masjid Istiqlal berada di tengah-tengah umat Islam, khususnya kaum Muslim Jakarta. Bung Hatta mengusulkan lokasinya yaitu di Jalan Thamrin, yang ketika itu letaknya dikelilingi kampung. Menurut Bung Hatta, dengan membangun masjid besar di sekitar Lapangan Gambir, maka umat Islam Jakarta yang kebanyakan tinggal jauh dari sana akan kesulitan. Untuk melaksanakan shalat Jumat, misalnya, mereka akan terpaksa menempuh perjalanan jauh. Lantaran itu, mengapa tidak mendekatkan masjid kepada mereka? Begitu kira-kira pemikiran Bung Hatta. Alasan lainnya, Bung Hatta telah membuat kalkulasi pembongkaran benteng Frederick Hendrik membutuhkan biaya yang tak sedikit. Apalagi, Indonesia baru saja keluar dari kancah perang mempertahankan kemerdekaan. Tentunya, dana pemerintah dirasakannya lebih bijak bila dihemat demi manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat. Namun, Presiden Sukarno bergeming. Orang nomor satu di Indonesia itu memutuskan, pembangunan Masjid Istiqlal berlokasi di lahan bekas benteng Frederick Hendrik. Ternyata, Sukarno punya argumen lagi, yakni ingin menghadirkan nuansa kebinekaan. Sebab, tepat di seberang bekas benteng tersebut telah berdiri Gereja Kathedral. Bung Karno ingin agar kelak dunia bisa menyaksikan, inilah simbol kerukunan dan keharmonisan kehidupan antarumat beragama di Indonesia. Adapun lokasi usulan Bung Hatta tersebut, kelak menjadi tempat berdirinya Hotel Indonesia, gedung pencakar langit tertinggi se-Asia pada zamannya. Maka, dimulailah kerja pembangunan Masjid Istiqlal pada 24 Agustus 1961. Ini seiring dengan pembangunan Monas. Sehingga, dalam bayangan Sukarno, para tamu negara atau turis yang datang ke Jakarta bisa melihat landmark Ibu Kota RI ini dari udara. Di zaman Sukarno pula, bandar udara internasional Jakarta dipindah dari Kemayoran ke Halim Perdanakusuma. Sebagai seorang insinyur, Presiden Sukarno tahu betul pentingnya simbol-simbol bersemayam dalam rancang bangunan. Karena itu, dia menetapkan menara Masjid Istiqlal mesti setinggi hampir 70 meter atau setara 6.666 cm. Ini menyimbolkan jumlah ayat suci Alquran. (jeha) Baca juga :

Read More

Pemukim Israel Menyerang Relawan Asing yang Membantu Petani Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Insiden kekerasan terjadi di Tepi Barat pekan lalu, sekelompok relawan asing yang sedang membantu petani Palestina diserang oleh pemukim Israel. Beberapa relawan terluka dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Informasi ini disampaikan oleh para aktivis dan dikonfirmasi oleh pihak militer Israel. Delapan relawan, sebagian besar warga Amerika, sedang bekerja dengan para petani di kebun zaitun dekat desa Palestina Qusra ketika para pemukim menyerang mereka, kata David Hummel, seorang Amerika-Jerman dalam kelompok tersebut. “Kami berdiri di sana dengan damai, tidak mengancam siapa pun, ketika mereka mulai mendekati kami dan mendorong kami di jalan,” kata Hummel kepada AFP. Hummel menambahkan, pemukim Israel mulai menyerang dan memukuli semua relawan dengan tongkat dan pipa logam dan mereka juga melemparkan batu ke arah relawan tersebut. “Saya diserang di kaki, lengan, dan juga di rahang saya, dan itu… sangat brutal,” tambah relawan tersebut, sambil menunjukkan memar di wajahnya. Serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat meningkat sejak perang Gaza pecah pada 7 Oktober. Ketegangan semakin memanas setelah keputusan Mahkamah Internasional pada hari Jumat yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina sejak 1967 adalah ilegal. Para relawan berasal dari International Solidarity Movement, sebuah kelompok yang mengatakan mereka mengerahkan orang-orang untuk membentuk “kehadiran pelindung” bagi warga Palestina yang berisiko menghadapi kekerasan di Tepi Barat. Dua wanita termasuk di antara empat aktivis yang dirawat di rumah sakit Rafidia di kota Nablus yang berdekatan, menurut wali kota Qusra, Hani Odeh. Seorang jurnalis AFP melihat setidaknya tiga orang dirawat di rumah sakit. Pasukan Israel tiba dan menembakkan tembakan peringatan ke udara untuk mengusir para relawan dan petani, menurut wali kota. Tentara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “sejumlah warga sipil Israel bertopeng menyerang sekelompok warga negara asing saat mereka menanam pohon di daerah Qusra” dan “beberapa” membutuhkan perawatan. “Tentara dikirim ke lokasi dan menembakkan tembakan peringatan ke udara, menyebabkan warga sipil Israel melarikan diri dari daerah tersebut,” tambah mereka, mengutuk segala “tindakan kekerasan”. Para relawan dari ISM, yang mengatakan didirikan “untuk melawan pendudukan Israel atas tanah Palestina,” telah berada di Qusra selama sekitar sebulan, menurut wali kota. Para petani ingin “membersihkan lahan setelah pemukim membakarnya beberapa waktu lalu,” kata Odeh. Sekitar 10 orang dari pemukiman Israel terdekat Esh Kodesh datang untuk menghadapi para petani dan aktivis asing, tambahnya. Hummel mengatakan kelompok pemukim yang menyerang mereka termasuk enam wanita. Beberapa relawan ISM telah terluka di Tepi Barat dan Gaza sejak mereka mulai bekerja. Beberapa juga telah ditangkap. Sejak 7 Oktober, setidaknya 579 warga Palestina tewas dalam kekerasan dengan pemukim atau pasukan Israel, menurut otoritas Palestina. Setidaknya 16 warga Israel, termasuk tentara, tewas dalam serangan yang melibatkan warga Palestina, menurut angka resmi Israel. (zul/AFP) Baca juga :

Read More