Israel dan Hamas Saling Saling Tuduh Gencatan Senjata

Gaza — 1miliarsantri.net : Israel dan Hamas saling menyalahkan pada Senin atas kurangnya kemajuan dalam mencapai gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera di Jalur Gaza, meskipun ada mediasi internasional. Hamas menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menambahkan syarat dan tuntutan baru pada proposal gencatan senjata yang didukung AS, setelah pembicaraan terbaru melalui mediator. Netanyahu, sebaliknya, membantah membuat perubahan apapun dan mengatakan Hamas-lah yang bersikeras melakukan banyak perubahan pada proposal awal. Kelompok milisi Palestina yang didukung Iran itu mengatakan telah menerima tanggapan terbaru dari Israel, menyusul pembicaraan di Roma yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar. “Jelas dari apa yang disampaikan mediator bahwa Netanyahu telah kembali ke strateginya untuk menunda-nunda, menghindar, dan menghindari pencapaian kesepakatan dengan menetapkan syarat dan tuntutan baru,” terang Hamas dalam pernyataan pada Senin lalu. Hamas menuduh Netanyahu mundur dari proposal yang sebelumnya diajukan oleh mediator, yang dikatakannya sudah didasarkan pada “dokumen Israel”. Kantor Netanyahu menanggapi bahwa pimpinan Hamas-lah yang mencegah kesepakatan dengan menuntut 29 perubahan pada proposal tersebut. “Israel berpegang pada prinsip-prinsipnya sesuai proposal awal yakni jumlah maksimum sandera (yang akan dibebaskan) yang masih hidup, kendali Israel atas Koridor Philadelphi (sepanjang perbatasan Gaza-Mesir), dan mencegah pergerakan teroris dan senjata ke Gaza utara,” ungkapnya. Pejabat politik senior Hamas Izzat El-Reshiq kemudian pada Senin membantah kelompoknya telah membuat syarat baru, menuduh Netanyahu mengulur-ulur waktu. “Para mediator menyadari bahwa Hamas menunjukkan fleksibilitas dan sikap positif serta membuka jalan untuk mencapai kesepakatan dan melewati hambatan-hambatan Israel,” urai Reshiq. Pejabat Hamas lainnya mengatakan kepada televisi Hamas Al-Aqsa bahwa Netanyahu telah mengajukan syarat baru yang “mustahil” mengenai kembalinya warga Palestina yang mengungsi ke rumah mereka, menolak untuk menarik diri dari penyeberangan Rafah dan garis perbatasan dengan Mesir, serta menolak membebaskan tahanan Palestina yang telah lama ditahan. Washington, yang mensponsori pembicaraan tersebut, berulang kali mengatakan kesepakatan sudah dekat. Pembicaraan terbaru adalah mengenai proposal yang diungkapkan Presiden Biden pada Mei lalu. Hamas menginginkan kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri perang di Gaza, sementara Netanyahu mengatakan konflik akan berhenti hanya setelah Hamas dikalahkan. Ada juga ketidaksepakatan tentang bagaimana kesepakatan akan dilaksanakan. Mediator Qatar dan Mesir, yang didukung AS, berulang kali mengatakan pintu untuk negosiasi lebih lanjut tetap terbuka, dengan Israel dan Hamas menyatakan kesiapan untuk melanjutkannya. (zul) Baca juga :

Read More

Berikut Hasil Rapat Pleno PBNU

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah selesai mengadakan rapat pleno di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Ahad (28/07/2027). Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan poin hasil pleno tersebut. Garis besar hasil pleno tersebut, antara lain sebagai berikut: Selain itu, Gus Yahya juga menyampaikan tentang perkembangan mutakhir dalam hubungan antara PKB dan PBNU. Ada beberapa prinsip hubungan NU dengan PKB, antara lain prinsip hubungan historis, prinsip hubungan irisan konstituensi, hubungan teologis, dan prinsip tradisi. Namun, Gus Yahya menegaskan prinsip dasar yang paling penting adalah bahwa hubungan PBNU dan PKB tidak dapat dianggap kongruen (sama). Ia menegaskan, warga NU yang menjadi konstituen PKB hanya berjumlah sekira 20%, sementara yang lainnya tersebar di berbagai partai politik. Hal ini yang melandasi bahwa PBNU harus memikirkan pula hubungan dengan partai politik lain dan tidak bisa hanya eksklusif untuk PKB. “Yang paling penting prinsipnya adalah begini bahwa NU ini tidak mungkin dianggap kongruen dengan PKB. NU dan PKB ini beda-beda, tidak bisa NU hanya untuk PKB saja,” pungkas Gus Yahya. (rid) Baca juga :

Read More

Program Beasiswa Santri Berprestasi 2024 Diikuti 8.000 Pelajar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2024 banjir peminat. Total ada 8.000 santri ikut mendaftar selama periode 3 – 13 Juli 2024. Mereka berasal dari berbagai pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada tahap awal, panitia melakukan seleksi administrasi. Berkas pendaftaran yang diunggah para santri melalui website diverifikasi. Proses ini untuk memastikan seluruh berkas yang dikirimkan memenuhi syarat dan valid. Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur mengatakan, seleksi administrasi ini sangat penting untuk menjamin para peserta yang melanjutkan ke tahap berikutnya benar-benar memiliki dokumen yang lengkap dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. “Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 17 Juli 2024 melalui akun masing-masing santri. Para santri yang dinyatakan lolos tahap administrasi, mereka diundang untuk mengikuti sosialisasi dan bimbingan teknis sebagai persiapan untuk tes tahap kedua, yaitu Tes Berbasis Elektronik (TBE),” terang Waryono. Waryono menambahkan, sosialisasi telah dilaksanakan pada 18 Juli 2024, di mana para peserta diberikan informasi detail mengenai pelaksanaan TBE. Tes Berbasis Elektronik digelar pada 20 Juli 2024. Hasilnya diumumkan pada 24 Juli 2024. Peserta yang lolos, berhak ikut tahap tes wawancara yang diadakan secara online pada 28-31 Juli 2024. “Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kitab kuning, wawasan kebangsaan, kemampuan akademik, dan hafalan yang meliputi Qur’an, Alfiyah, dan hadis Arbain,” sebut Waryono. Proses seleksi dilakukan secara ketat, kata Waryono, dengan tujuan untuk memastikan bahwa para penerima beasiswa adalah santri-santri berkualitas dan layak menerima beasiswa. PBSB ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren dan memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengembangkan potensi akademik mereka. “Hasil akhir seleksi santri penerima beasiswa ini akan diumumkan pada 7 Agustus 2024. Dengan program ini, kami berharap para santri penerima beasiswa dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi santri lainnya di seluruh Indonesia, serta berkontribusi dalam memajukan pendidikan di tanah air,” pungkas Waryono. (Iin) Baca juga :

Read More

Membaca Tujuh Tanda Kedatangan Al-Masih Si Pendusta, Mesiah yang Dinantikan Bangsa Yahudi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Israel memang bukan ‘negara’ biasa. Dia merupakan sebuah pertanda, terutama bagi penganut Islam, Kristen, dan Yahudi. Seperti ditulis pakar eskatologi Islam, Imran Hosein, dalam bukunya, Jerusalem in the Qur’an, Yahudi meyakini restorasi Israel setelah dua ribu tahun Kerajaan Israel dihancurkan merupakan satu dari tujuh tanda kehadiran Mahsiah, atau Moshiah, atau Mashiach, atau Moshiach. Itu adalah bahasa Ibrani dari al-Masih atau Messiah. Tapi, al-Masih yang mereka tunggu bukanlah kedatangan Nabi Isa al-Masih, sebagaimana keyakinan Islam dan Kristen. Mereka menunggu Messiah yang lain. Meski sedang berlangsung, restorasi Israel tersebut belumlah sempurna. Yang dimaksud restorasi Israel bukanlah sekadar pendirian negara Israel, tapi juga negara dengan luas seperti pada era Nabi Daud, yang merupakan era keemasan Bani Israil. Bahkan, gerakan Zionis saat ini menambahkannya dengan gagasan Israel Raya (Eretz Yisrael), yang membentang dari Delta Nil (yang kini masih dikuasai Mesir) hingga ke Sungai Eufrat (yang kini masih dikuasai oleh Irak), seperti yang tertulis di Kitab Genesis, bahkan lebih luas lagi. Tanda kedua, dari kehadiran Messiah versi Yahudi, ini, adalah kembalinya orang-orang Yahudi yang semula terpencar (diaspora) ke Tanah Suci (Yerusalem). Tanda kedua ini telah lama berlangsung, dan masih berlangsung sampai saat ini. Terus mengalirnya orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia ke Israel, membutuhkan tempat tinggal. Dan, persoalan inilah yang sampai saat ini terus menerus memicu persoalan, karena Israel terus mem bangun pemukiman baru, dan mengusir orang Arab. Tanda ketiga, adalah pembebasan Tanah Suci (Yeru salem) dari tangan goyim (sebutan untuk semua orang non-Yahudi). Tanda ketiga ini pun sudah terjadi, tapi juga belum sepenuhnya sempurna. Pada 1948, saat Israel diproklamasikan, mereka telah menguasai Yerusalem Barat. Setahun kemudian, Israel menobatkan Yerusalem sebagai ibu kota. Bahkan, saat itu, parlemen Israel (Knesset) yang semula di Tel Aviv, telah diboyong ke sana. Namun, saat itu, Yerusalem Timur yang meru pakan lokasi Kota Tua Yerusalem, dan merupakan tempat berdirinya situs penting tiga agama, termasuk Masjid al-Aqsa— masih dikuasai bangsa Arab (Yordania). Yerusalem Timur dicaplok Israel, setelah Perang Enam Hari pada 1967. Meski Israel secara sempurna telah menguasai Yerusalem, dan mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi Israel, namun sampai saat ini prosesnya masih tarik-ulur. Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu kerap muncul dalam kampanye presiden Amerika Serikat, terutama Donald Trump. Tanda keempat, adalah kembali dibangunnya Kuil Sulaiman (Haykal Sulaiman atau Masjid Sulaiman). Tanda ini pun belum terpenuhi. Kendati Kota Tua Yerusalem telah berada di bawah pendudukan Israel, namun Masjid al-Aqsa dan Masjid Kubah Batu (the Dome of Rock) masih berdiri. Kompleks Haram al-Sharif ini, berdiri di atas reruntuhan Haikal Sulaiman yang dihancurkan Romawi. Kompleks ini, sampai saat ini masih dikelola Yayasan Wakaf di bawah pemerintahan Palestina dan Yordania. Tapi, skenario penghancuran Masjid al-Aqsa itu, hanyalah menunggu waktu. Di atas kompleks itulah di rencanakan akan dibangun Kuil Sulaiman. Ini merupakan kuil ketiga. Kuil pertama dibangun Nabi Sulaiman, sebelum akhirnya dihancurkan Nebukadnezar. Kuil kedua dibangun Cyrus Agung, dan kemudian dihancur kan Romawi. Sedangkan kuil ketiga, menurut keyakinan Yahudi, akan dibangun di masa mendatang, yang menjadi pertanda era messiah (the messianic age). Tanda kelima, Israel suatu saat akan menjadi negara superpower, seperti halnya Kerajaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Ini pun hanya perkara waktu. Israel antara lain sudah memiliki senjata nuklir, yang merupakan salah satu prasyarat negara superpower. Saat ini, yang menguasai percaturan poliitik dan perekonomian dunia pun orang-orang Yahudi. Tanda keenam, super power Israel itu akan dipimpin oleh Messiah. Dia akan memerintah dari atas tahta Nabi Daud atau dari Yerusalem.Tanda ketujuh, kekuasaan itu akan abadi, hingga kiamat tiba. Persoalannya adalah, siapa Messiah yang ditunggu-tunggu oleh orang Yahudi itu? Lebih dari dua ribu tahun lalu, kaum Yahudi telah menolak Nabi Isa sebagai al-Masih. Mereka bahkan berkonspirasi dengan penguasa Romawi untuk menya libnya. Sampai saat ini, orang Yahudi menanggap Nabi Isa sebagai al-Masih palsu (the false messiah), karena menurut anggapan mereka Nabi Isa telah terbunuh, dan selama hidupnya tidak memenuhi nubuatan sebagai al- Masih, seperti merestorasi Israel, membangun kembali haikal Sulaiman, mengembalikan bani Israil ke tanah Suci, menjadi raja, dan seterusnya. Bahkan, orang Yahudi menyampaikan tuduhan-tuduhan keji kepada Nabi Isa dan ibunya, Maryam. Bahwa Nabi Isa adalah anak zina, dan melakukan sihir. Sedangkan ibunya, Maryam, adalah seorang pezina. Setelah peristiwa penolakan Nabi Isa yang merupakan keturunan Nabi Daud sebagai al-Masih tersebut, Tuhan tidak lagi menurunkan nabi kepada Bani Israil. Dan beratus-ratus tahun, persoalan ini menjadi perdebatan antara kaum Yahudi yang menolak Nabi Isa dengan Yahudi pengikut Nabi Isa, yang menjadi cikal bakal Nasrani. Sampai Nabi Muhammad SAW diutus, yang membenarkan Nabi Isa adalah al-Masih yang sebenarnya. Dan, al-Masih akan turun kembali di akhir zaman, menjadi hakimun adl, atau penguasa adil. Lalu, siapa Messiah yang ditunggu oleh kaum Yahudi? Nabi Muhammad telah memperingatkan tentang kedatangan al-Masih Dajjal, yang secara harfiah berarti al-Masih Pendusta. Orang Kristen menyebutnya sebagai antikristus. “Setelah kaum Yahudi menolak mengakui al-Masih yang asli, yaitu Nabi Isa Putra Maryam, sebuah divine punishment yang paling buruk pun menanti. Ya’juj dan Ma’juj kini membawa orang-orang Yahudi kepada al-Masih palsu, yang akan memimpin mereka dalam petualangan menuju kehancuran,” kata Imran Hosein. (jeha) Baca juga :

Read More

Terdapat 41 Nama Lain Kiamat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Selain kata kiamat, ditemukan sekitar 41 nama yang mengisyaratkan tentang kiamat dalam Alquran. Sebagian nama terkait dengan proses kehancuran alam (kiamat), sebagian lainnya mengisyaratkan pada keadaan manusia sesudah terjadinya kiamat, seperti yaumul-mahsyar (hari tempat berkumpul), yaumul-jam‘i (hari pengumpulan seluruh makhluk), yaumul-hisab (hari perhitungan), dan yaumul-jaza’ (hari pembalasan). Secara umum, istilah Alquran yang menunjuk pada makna kiamat dapat dikelompokkan menjadi tiga. Yaitu pertama, nama yang menggambarkan karakteristiknya. Kedua, julukan yang menggambarkan keadaan hari dan manusia pada saat itu. Ketiga, julukan yang menggambarkan sifat-sifatnya. Berikut ini nama-nama kiamat dalam Alquran 27, Yaumul-Jidal (hari berbantah). Saat itu semua manusia akan membela diri dengan membantah semua dakwaan yang ditujukan kepadanya. (yan) Baca juga :

Read More

Kementerian Kesehatan Nyatakan Gaza Jadi Daerah Epidemi Polio

Gaza — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan, daerah terkepung yang berstatus sebagai daerah epidemi polio. Status epidemi dikeluarkan mengingat kondisi menyedihkan penduduk jalur Gaza sebagai akibat dari agresi brutal yang terus dilakukan oleh Israel. Penjajah telah merampas air yang dapat digunakan oleh penduduk, menghancurkan infrastruktur sanitasi, menyebabkan penumpukan ribuan ton sampah, kerawanan pangan, dan kepadatan penduduk di daerah pengungsian paksa. “Serta dengan ditemukannya keberadaan virus polio jenis CVPV2 di air limbah di Gubernuran Khan Younis dan Gubernuran Tengah,” terang Kementerian Kesehatan Palestina lewat keterangan tertulis kepada sejumlah media. Menurut Kementerian Kesehatan, status epidemi Gaza menjadi ancaman kesehatan bagi penduduk jalur Gaza dan negara-negara tetangga serta kemunduran bagi program pemberantasan polio global. Kementerian Kesehatan memperingatkan bahwa program untuk memerangi epidemi yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan dalam kemitraan dengan lembaga-lembaga internasional yang relevan, terutama UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia, tidak akan cukup. Terkecuali ada intervensi segera untuk mengakhiri agresi dan menemukan solusi radikal untuk masalah kurangnya air minum dan sarana kebersihan pribadi seperti deterjen dan desinfektan, memperbaiki jaringan pembuangan kotoran, dan mengangkut berton-ton sampah dan limbah padat. Anak-anak Palestina dievakuasi dari lokasi yang terkena pemboman di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Sabtu (13/7/2024). Menurut pejabat kesehatan setempat bahwa serangan udara Israel tersebut telah menewaskan setidaknya 90 warga Palestina di zona pengungsi camp kemanusiaan. Israel mengklaim serangan itu dilakukan untuk menargetkan panglima militer Hamas Mohammed Deif. Kementerian Kesehatan juga mencatat, ada sebanyak 1.737.524 kasus penyakit menular telah tercatat sejak awal agresi. Sementara itu, rumah sakit dan pusat perawatan primer mencatat sejumlah besar penyakit kulit di antara para pengungsi, terutama anak-anak, sebagai akibat dari kepadatan penduduk dan kondisi kehidupan yang buruk. Kondisi ini masih diperparah oleh pasukan pendudukan dengan mengevakuasi daerah pemukiman di Khan Yunis dan gubernuran pusat hari demi hari. Semua pusat perawatan kesehatan primer masih tidak berfungsi di Gubernuran Khan Yunis sebagai akibat dari penjajah yang memperluas agresinya di gubernuran dan memaksa warga untuk memindahkan mereka secara paksa. Risiko perluasan area pengungsian semakin meningkat, yang dapat meluas ke sekitar Rumah Sakit Nasser. Rumah sakit ini merupakan satu-satunya rumah sakit yang masih beroperasi meskipun menghadapi tantangan. Percepatan yang signifikan dalam memburuknya kondisi kesehatan dan penyebaran epidemi di antara warga dan pengungsi karena sulitnya mengakses air bersih dan langkanya makanan yang cukup, yang meningkatkan risiko epidemi yang meluas dan menambah beban sistem kesehatan. Krisis kekurangan bahan bakar terus berlanjut, mengancam kelangsungan operasi rumah sakit dan pusat kesehatan untuk menyediakan layanan medis bagi warga. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menjelaskan, penargetan pasukan penjajah Israel terhadap pusat-pusat kesehatan dan rumah sakit menyebabkan 24 rumah sakit pemerintah dan swasta tidak dapat beroperasi. Sementara, hanya ada 14 rumah sakit yang masih beroperasi sebagian. Agresi Israel juga menyebabkan 64 pusat kesehatan – dari 90 pusat kesehatan – tidak dapat beroperasi. Di sisi lain, lebih dari 130 mobil dihancurkan. Kementerian Kesehatan juga mencatat, jumlah total permintaan untuk berobat ke luar negeri mencapai 25.000 orang. Sementara itu, jumlah yang mendapat koordinasi dan persetujuan untuk melakukan perjalanan mencapai 6.645 orang, sedangkan jumlah yang dapat melakukan perjalanan ke luar Jalur Gaza hanya 4.895 orang yang terluka dan sakit. Selain itu, perlintasan tidak lagi berfungsi karena ditutup oleh pasukan penjajah Israel sejak 5 Juli lalu. Pelanggaran Israel terhadap sistem kesehatan, kemampuan dan kader-kadernya terus berlanjut, puluhan institusi kesehatan telah dirusak, lebih dari 885 kader kesehatan dan spesialis medis menjadi martir, dan sedikitnya 310 di antaranya ditangkap. Jumlah kumulatif syuhada sejak awal agresi telah mencapai 39.363 syuhada, di mana 29.608 di antaranya memiliki data lengkap di Kementerian Kesehatan. Di samping itu, ada 9.755 syuhada yang datanya tidak lengkap. Jumlah korban luka-luka juga telah melampaui 90.923 orang. Jumlah laporan melalui tautan elektronik yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan di Gaza pada (5 Januari 2024) untuk melaporkan para syuhada dan orang hilang telah mencapai 4.989 laporan.Jumlah kumulatif layanan ambulans telah mencapai lebih dari 118.292 misi sejak awal agresi. Pusat-pusat perawatan primer pemerintah terus beroperasi meskipun ada hambatan, kekurangan obat-obatan, kelangkaan air, dan kurangnya keamanan dan keselamatan, dengan total kunjungan sejak awal agresi mencapai 1.867.687, 85% di antaranya untuk layanan darurat. Jumlah kumulatif para syuhada sejak awal agresi mencapai 39.363 syuhada, di mana 29.608 di antaranya telah melengkapi datanya di Kementerian Kesehatan, di samping 9.755 syuhada yang datanya belum lengkap. (zul) Baca juga :

Read More

Konferensi Parlemen Indonesia-Pasifik Sepakati Komitmen dan Kerjasama Berkelanjutan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah merampungkan perhelatan Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2, 25-26 Juli 2024 di Hotel Fairmont, Jakarta. Pertemuan yang diikuti 12 negara Pasifik tersebut berhasil mengadopsi Chair’s Summary atau Kesimpulan Keketuaan Indonesia. Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR, Fadli Zon, didaulat menyampaikan kesimpulan tersebut. “IPPP ini bertujuan untuk meningkatkan peran parlemen dalam membina kemitraan dan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Kepulauan Pasifik berdasarkan pada komitmen bersama meningkatkan konektivitas regional dan pembangunan inklusif untuk mengatasi tantangan regional dan global yang beraneka ragam dan belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Fadli saat membacakan pembukaan dokumen Summary tersebut. Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR 2014-2019 tersebut menyampaikan sejumlah hal strategis yang terangkum dalam Chair’s Summary, sebagai bentuk komitmen penuh institusi DPR dan parlemen-parlemen Kepulauan Pasifik dan penegasan kesamaan pandangan dalam melihat dinamika yang terjadi di Pasifik. Summary yang disepakati secara konsensus itu memuat sejumlah hal. Pertama, penegasan kembali komitmen meningkatkan konektivitas ekonomi, politik, dan sosial di kawasan, dengan visi menjadikan Pasifik sebagai kawasan terintegrasi, saling terhubung erat untuk mencapai kesejahteraan kolektif. Kedua, komitmen teguh menjaga perdamaian dan keamanan regional, membangun ketahanan, dan menciptakan kesejahteraan bagi semua berdasarkan prinsip saling percaya dan menghormati kedaulatan serta integritas teritorial setiap negara melalui trek diplomasi parlemen. Ketiga, penegasan cara pandang lautan samudera sebagai perekat, bukan pemisah, dengan menghormati keragaman budaya, peningkatan keterlibatan diplomatik dan politik sebagai elemen pemersatu dalam kerangka mempererat kerja sama dan saling pengertian yang lebih berkelanjutan. Keempat, menekankan perhatian bersama terhadap isu ketidakpastian ekonomi, dampak nyata perubahan iklim, degradasi laut, dan bencana alam, ancaman ketahanan pangan, dan keamanan maritim. Kelima, urgensi peningkatan kolaborasi, kemitraan, dan konektivitas berdasarkan prinsip-prinsip saling menghormati integritas dan kedaulatan teritorial untuk membangun landasan bagi perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan regional. Keenam, urgensi diplomasi parlemen untuk menciptakan masa depan yang lebih adil, tangguh, dan sejahtera bagi semua. Ketujuh, keprihatinan terhadap degradasi lingkungan laut, samudra, dan keanekaragaman hayati laut akibat sampah laut, polusi air, plastik, dan eksploitasi yang tidak berkelanjutan, yang semua tersebut berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, ketahanan pangan, kemajuan ekonomi, dan pembangunan inklusif. Kedelapan, urgensi interaksi yang lebih erat antara Indonesia dan negara-negara di Pasifik, khususnya melalui pertukaran di bidang pendidikan, sosial budaya, dan hubungan antarmasyarakat. Kesembilan, urgensi Kerja Sama Selatan-Selatan sebagai platform untuk meningkatkan konektivitas regional. Kesepuluh, urgensi mendorong pembangunan regional dalam mempercepat pencapaian SDGs yang inklusif melalui pemanfaatan sumber daya laut berkelanjutan dan ekonomi biru seperti di sektor perikanan dan akuakultur, konektivitas pelabuhan, energi terbarukan, mempromosikan produksi dan penggunaan pangan yang berkelanjutan, pariwisata bahari yang berkelanjutan, dan pemberdayaan perempuan dan pemuda di sektor maritim. Kesebelas, urgensi peningkatan kerja sama mengurangi dampak perubahan iklim, mengejar tindakan adaptasi iklim terutama untuk rehabilitasi lahan pesisir, perlindungan ekosistem laut, dan pemberdayaan masyarakat di Pasifik. Keduabelas, urgensi peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis, yang didukung peran penting teknologi komunikasi, infrastruktur digital, dan jaringan transportasi. Ketigabelas, forum berkomitmen memanfaatkan IPPP sebagai platform penting untuk keterlibatan regional dengan mengembangkan forum tersebut sebagai majelis parlemen Indonesia dan kawasan Pasifik. Hal lain ditegaskan Fadli adalah terkait komitmen DPR untuk memperkuat kerja sama dengan parlemen negara-negara Pasifik di bidang pengembangan kapasitas, perancangan undang-undang, inovasi teknologi di parlemen, pertukaran informasi, dan publikasi media yang bertujuan untuk mengoptimalkan peran sekretariat parlemen. IPPP ke-2 merupakan kelanjutan Sidang IPPP pertama yang diselenggarakan pada Juli 2018. IPPP ke-2 ini diikuti delegasi Ketua Parlemen dan anggota Parlemen. (rid) Baca juga :

Read More

Tembus Gaza Utara, Relawan Mer-C Tiba di RS Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Relawan Indonesia masih terus berjuang di Gaza untuk membantu korban di wilayah konflik tersebut. Relawan Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) Mer-C Indonesia, Marissa Noriti, bersama konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (24/7/2024) pekan lalu, telah mencapai Lokasi Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Ini adalah untuk pertama kalinya tim Mer-C dapat mencapai Gaza Utara Kembali sejak evakuasi paksa yang dilakukan militer Israel terhadap seluruh penghuni Rumah Sakit Indonesia termasuk tiga relawan Mer-C saat itu pada November 2023 lalu. “Saat ini kami berada di Rumah Sakit Indonesia dengan konvoi PBB dan staf NGO internasional lainnya. Kami akan berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan,” terang Marissa saat tiba di RS Indonesia. Kedatangan konvoi PBB disambut oleh Direktur RS Indonesia, dr Marwan Al-Sultan. Dalam kesempatan kunjungan ini, Mer-C mewakili rakyat Indonesia sebagai pihak yang membangun Rumah Sakit Indonesia melakukan assessment awal kondisi rumah sakit dan berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia untuk penugasan Tim EMT Mer-C serta penyaluran bantuan medis lainnya untuk RS Indonesia. Mer-C juga menyampaikan komitmennya untuk membangun kembali Rumah Sakit Indonesia jika situasi sudah memungkinkan. Konvoi PBB ke Gaza Utara pada Rabu kemarin terdiri dari 10 kendaraan, termasuk dua truk yang mengangkut bantuan bahan bakar untuk operasional beberapa rumah sakit di Gaza Utara, termasuk Rumah Sakit Indonesia. Sepanjang perjalanan menuju Gaza Utara yang terlihat adalah kehancuran dan puing-puing reruntuhan bangunan. Memasuki Bayt Lahiya, bangunan Rumah Sakit Indonesia mulai terlihat dan tampak masih berdiri kokoh meski mengalami banyak kerusakan akibat penyerangan dan pembakaran. Pelayanan medis di RS Indonesia juga masih terus berjalan meski masih sangat minimal dan mengalami kesulitan bahan bakar. Misinya masuk ke Jalur Gaza kali ini adalah untuk menindaklanjuti pembangunan Primary Health Care (PHC) di area kompleks RS Nasser di Gaza Selatan dan persiapan rencana pengiriman bantuan serta tim medis ke RS Indonesia di Gaza Utara. “Ini merupakan misi kedua saya, misi pertama saat itu pada 18 Maret. Kita sedang mempersiapkan pembangunan Primary Health Care di area Nasser Hospital dan ada rencana deployment tim juga ke RS Indonesia di Gaza Utara. Mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar dan makin banyak hal lagi yang bisa kita lakukan untuk saudara kita di Palestina,” ungkap Marissa. Ia menambahkan, situasi perjalanan kali ini dibandingkan konvoi sebelumnya terbilang cukup lancar. Semua tim konvoi juga mematuhi peraturan sehingga tidak ada permasalahan saat di perbatasan. Dengan kedatangan Marissa Noriti, saat ini relawan Mer-C yang berada di Jalur Gaza berjumlah enam orang, lima relawan asal Indonesia dan satu relawan lokal. (Iin) Baca juga :

Read More

Beberapa Buah Yang Disukai Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW, dalam konteks sebagai manusia biasa, mempunyai sifat jaiz, yaitu sifat yang boleh dimiliki sebagai manusia, yaitu makan dan minum.Dalam banyak riwayat dijelaskan buah-buahan yang kerap dikonsumsi Rasulullah SAW. Berikut ini sejumlah buah-buahan yang dimakan Rasulullah SAW secara bersamaan dan dipaket beserta rahasianya menurut ulama: Pertama, mentimun dan kurma عَنْ عَبْدِاللهِ بنِ جعفر رضي الله عنه، قَالَ‏:‏ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَأْكُلُ الْقِثَّاءَ بِالرُّطَبِ‏ Dari Abdullah bin Jafar radhiyallahu anhu dia berkata, “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam makan mentimun dengan kurma basah.” (HR Ibnu Majah). Mengapa Rasulullah SAW memakan mentimun dipadu dengan kurma? Rupanya, rahasianya adalah, dua buah-buahan ini mempunyai karakter yang berbeda. Mentimun sifatnya adalah penuh cairan dan dingin, sementara kurma sifatnya panas. Keduanya saling melengkapi dan menjadi penyeimbang, terutama untuk metabolisme pencernaan. Kedua, semangka dan kurma عَنْ عَائِشَةَ‏ رضي الله عنها:‏ ((أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، كَانَ يَأْكُلُ الْبِطِّيخَ بِالرُّطَبِ‏))؛ [رواه أبو داود، والترمذي، والنسائي]. Dari Aisyah RA, dia berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW memakan semangka dengan kurma.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasai). Mengapa semangka dipadukan dengan kurma? Karena tabiat dari semangka itu membuat rileks tubuh sementara kurma penuh nutrisi dan menjadikan tubuh aktif kembali. Ketiga, melon dan kurma عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه، قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَجْمَعُ بَيْنَ الْخِرْبِزِ وَالرُّطَبِ‏‏ Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW memadukan melon dan kurma.” (HR Ahmad dan Nasai). Mengapa Rasulullah SAW memadukan melon dan kurma? Rasa melon ada yang rasanya pahit, sementara kurma asin. Dengan memadukan keduanya, akan mengubah rasa pahit itu. Agar lebih berkah, Rasulullah SAW, kerap kali pula mendoakan buah-buahan yang beliau makan. Ini Misalnya sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Hurairah RA berikut: كَانَ النَّاسُ إِذَا رَأَوْا أَوَّلَ الثَّمَرَةِ جَاءُوا بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا أَخَذَهُ قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُكَ وَخَلِيلُكَ وَنَبِيُّكَ وَإِنِّي عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَإِنَّهُ دَعَاكَ لِمَكَّةَ وَأَنَا أدعوكَ للمدينةِ بمثلِ مَا دعَاكَ لمكةَ ومِثْلِهِ مَعَهُ» ثُمَّ قَالَ: يَدْعُو أَصْغَرَ وَلِيدٍ لَهُ فيعطيهِ ذَلِك الثَّمر “Apabila orang-orang melihat buah yang ditanam sudah muncul, mereka membawanya kepada Nabi SAW untuk didoakan. Nabi mendoakan, ‘Ya Allah berkahilah buah-buahan kami, berkahilah kota Madinah, berkahilah sha’ dan mud (takaran) kami. Ya Allah, Nabi Ibrahim adalah hamba-Mu, Kekasih-Mu, dan Nabi-Mu. Sementara Aku juga hamba dan Nabi-Mu. Nabi Ibrahim pernah mendoakan Mekah, dan aku juga mendoakan Madinah seperti doa Nabi Ibrahim atas Mekah. Kemudian Nabi memanggil anak kecil dan memberi mereka buah yang kami berikan.” (HR Muslim) (yan) Baca juga :

Read More

Kisah Bahtera Nabi Nuh dalam Al-Qur’an

Jakarta — 1miliarsantri.net : Nabi adalah utusan Allah yang datang dari waktu ke waktu untuk membimbing umat manusia ke jalan Allah, jalan kebenaran. Di antara sekian banyak orang yang datang sebagai pembimbing dan pemberi peringatan kepada manusia, Nabi Nuh (Alaihisalam) [1] adalah salah satunya. Beliau hidup jauh sebelum zaman Nabi Muhammad (Salallahu alaihi wasalam), nabi terakhir. [2] Allah mengangkat Nuh sebagai nabi bagi umatnya, agar dapat membimbing mereka ke jalan yang benar dan menjauhkan mereka dari jalan yang jahat. Al-Qur’an menceritakan kisah Nabi Nuh dan kaumnya dalam beberapa surah[3], yaitu surah 71 (Nuh), surah 11 (Hud), dan surah 23 (al-Mu’minun), dan masih banyak lagi. ayat-ayat [4] di dalamnya. Kisah ini menceritakan kepada kita tentang keimanan yang kuat yang dimiliki Nabi kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tentang kebinasaan terakhir bagi mereka yang mengabaikan Pesan Ilahi. Memerintahkan Nabi Nuh untuk memperingatkan umatnya, Allah berfirman: “Peringatkanlah umatmu sebelum mereka mendapat hukuman yang pedih.” — Al-Qur’an, 71:1 Menaati perintah Allah, Nabi Nuh mendatangi kaumnya dan berkata: “Aku datang kepadamu dengan peringatan yang jelas bahwa kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kepadamu siksa hari yang celaka.” — Al-Qur’an, 11:25-26 Para pemimpin yang khawatir akan kehilangan kekuasaan dan wibawa mereka atas rakyat yang mereka pimpin, tidak menyetujui apa yang dikhotbahkan Nabi Nuh dan berusaha menyesatkan rakyat dari Jalan yang Benar. Mereka berdebat dengan Nabi yang bersabda: “Kami tidak melihat sesuatu yang istimewa dalam dirimu kecuali sebagai manusia seperti kami. Kami juga tidak melihat orang-orang yang mengikuti Anda, melainkan orang-orang yang paling hina di antara kami dan tidak dewasa dalam menilai. Kami juga tidak melihatmu lebih unggul dari kami; sebenarnya kami pikir kamu pembohong.” — Al-Qur’an, 11:27 Nabi Nuh tidak terganggu oleh komentar-komentar menghina mereka dan melanjutkan misi ilahinya dengan sengaja. Dia menyerukan kepada umatnya dengan cara yang sangat sopan dan penuh kasih untuk memperbaiki cara hidup mereka. Ia juga memperingatkan mereka akan akibat buruk yang akan terjadi jika mereka terus menyembah dewa-dewa palsu dan menjalani kehidupan yang amoral. Meyakinkan mereka bahwa dia tidak mencari kekayaan atau kekuasaan atau bantuan apa pun dari mereka, dia berkata: “Dan hai umatku! Aku tidak meminta kepadamu imbalan harta, pahalaku hanya dari Allah.” — Al-Qur’an, 11:29 Namun para pemimpin terus menghalangi Nabi Nuh dalam misinya dengan menimbulkan keraguan terhadap Nuh. Mereka berkata kepada orang-orang: “Dia tidak lebih dari pria sepertimu. Keinginannya adalah untuk menegaskan superioritas atas Anda. Seandainya Allah menghendaki (mengirimkan rasul), Dia bisa saja menurunkan Malaikat. Kami belum pernah mendengar hal seperti itu (seperti yang dikatakannya), di kalangan nenek moyang kami dahulu kala.” — Al-Qur’an, 23:24. [5] Para kepala suku kemudian menjadi marah terhadap Nabi dan menantangnya dengan arogan: “Wahai Nuh! Sesungguhnya kamu telah berselisih dengan kami dan kamu telah memperpanjang perselisihan itu: sekarang bawakan kepada kami apa yang telah kamu ancam kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang jujur.” — Al-Qur’an, 11:32 Nabi Nuh kemudian mengingatkan mereka bahwa bukanlah kekuasaannya melainkan kekuasaan Allah untuk menghukum mereka karena perbuatan jahat mereka. “Sesungguhnya Allah akan menimpakannya kepadamu jika Dia menghendakinya, — dan kemudian, kamu tidak akan dapat menggagalkannya.” — Al-Qur’an, 11:33 Namun semua peringatannya, nasehat dan nasehatnya yang baik sepertinya tidak didengarkan. Kecuali segelintir orang yang mengikuti petunjuknya, sebagian lainnya terus memuja berhala batu dengan nama berbeda sebagaimana dibuktikan dalam ayat berikut: “Dan mereka berkata (satu sama lain) ‘Jangan tinggalkan tuhan-tuhanmu: jangan tinggalkan Wadd, Suwa, Yaguth, Yauq, atau Nasr. — Al-Qur’an, 71:23 Nabi Nuh kembali melipatgandakan usahanya namun semuanya sia-sia. Dia kemudian berseru kepada Tuhannya: “Ya Tuhanku! Aku telah menyeru umatku di siang dan malam hari, namun seruanku hanya (meningkatkan) pelarian mereka (dari Jalan yang Benar). Dan setiap kali Aku berseru kepada mereka, agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinga mereka, menutupi diri mereka dengan pakaian mereka, menjadi keras kepala dan menyerahkan diri kepada kesombongan. Maka aku telah menyeru mereka dengan lantang: selanjutnya aku telah berbicara kepada mereka di muka umum dan secara diam-diam secara sembunyi-sembunyi.” — Al-Qur’an, 71:5-9 Ketika masyarakat menjadi lebih keras kepala dan menolak menerima pesan Tuhan yang menuduh Nabi Nuh melakukan kebohongan, Tuhan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman-Nya kepada orang-orang kafir. Kepada Nabi Nuh, Allah memerintahkan: “Bangunlah Tabut itu di hadapan Kami dan di bawah petunjuk Kami. Kemudian ketika datang perintah Kami, dan air mancur di bumi memancar, naiklah ke atas kapal berpasangan dari segala jenis, jantan dan betina, dan umatmu kecuali mereka yang telah diberi Firman, dan janganlah kamu berseru kepada-Ku sehubungan dengan mereka yang tidak adil; karena sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan (dalam banjir).” — Al-Qur’an, 23:27 Sesuai perintah, Nabi Nuh kini menetapkan tugas membangun Bahtera dengan bantuan sekelompok kecil orang beriman. Pemandangan Nabi Nuh dan anak buahnya membangun Bahtera nampaknya menghibur para pemimpin dan orang-orang kafir. Mereka tidak menyadari keseriusan situasi namun hanya tertawa dan mencemooh. “Setiap kali para pemimpin kaumnya melewatinya, mereka mengejeknya…” — Al-Qur’an, 11:38 Nabi Nuh sekarang akan menjawab kembali komentar-komentar mereka yang mengejek dengan cara yang sangat berani dan terus terang: “…Jika kamu mengejek kami sekarang, sesungguhnya kami juga akan mengejekmu, sama seperti kamu mengejek (kami). Tetapi kelak kamu akan mengetahui siapakah yang akan mendapat hukuman yang memalukan dan siapa yang akan mendapat hukuman yang kekal.” — Al-Qur’an, 11:38-39 Ketika Tabut itu selesai dibangun, Nabi Nuh membawa serta keluarganya dan orang-orang mukmin, serta sepasang dari setiap makhluk yang terdapat di daratan disekitarnya. Kini peringatan Tuhan kepada manusia bahwa Dia akan mengirimkan air bah ke atas mereka telah terjadi. “Pada akhirnya, lihatlah! datanglah Perintah kami, dan mata air di bumi memancar keluar.” — Al-Qur’an, 11:40 Air banjir mulai meninggi. Orang-orang beriman yang sejauh ini menderita di tangan para pemimpin dan penyembah berhala menemukan diri mereka aman di Bahtera Nuh. Mereka memanjatkan doa dan sujud kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai rasa syukur atas Rahmat yang telah Dia berikan kepada mereka. Orang-orang kafir yang mengabaikan petunjuk Tuhan berada dalam keadaan yang menyedihkan. Semuanya hilang bagi mereka. Hujan deras, angin kencang, guruh yang memekakkan telinga, dan kilat yang menyilaukan membuat mereka kebingungan dan ketakutan di hati mereka. Mereka lari pontang-panting mencari keselamatan. Mereka memanjat atap-atap rumah dan pohon-pohon, namun kini tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka karena…

Read More