Ole Romeny: Striker Timnas Indonesia yang Sepak Bola Bukan Sekadar Pilihan, Tapi Pulang ke Asal

Perjalanan karier Ole Romeny dari naturalisasi, perjuangan cedera, dan bagaimana membela Timnas Indonesia adalah lebih dari pilihan profesional — ini adalah soal kembali ke asal dan kebanggaan tanah air. Jakarta – 1miliarsantri.net: Ole Romeny, striker berdarah Medan yang kini menjadi sorotan di Timnas Indonesia, bukan sekadar pemain naturalisasi biasa. Baginya, sepak bola adalah cerita tentang pilihan hidup, perjuangan, dan kembali ke akar keluarga yang membentuk identitasnya. Pemain kelahiran Belanda ini memilih membela Timnas Indonesia setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Februari 2025, mengucapkan sumpah di London sebelum debut internasionalnya di babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski besar di Eropa, Romeny merasa terhubung dengan tanah air neneknya dari Medan — sebuah alasan kuat yang membuatnya mantap mengenakan seragam Garuda. “Ini bukan hanya tentang pilihan. Ini tentang pulang ke asal dan membanggakan orang-orang yang percaya pada saya, termasuk keluarga saya di Indonesia,” tulis salah satu postingan di akun Facebook yang viral di kalangan suporter. (Sumber: Facebook/Share Post) Debut Internasional — Momen Tak Terlupakan Debut Romeny bersama Timnas Indonesia terjadi pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Australia, di mana ia mencetak gol meski tim kalah. Ia kemudian kembali jadi pahlawan saat Indonesia menang 1-0 atas Bahrain dan mencatatkan satu lagi gol penting melawan China. Keduanya menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa keputusannya membela Indonesia bukan sekadar simbol, tetapi kontribusi nyata di level internasional. “Rasanya luar biasa bisa mencetak gol di jersey merah putih. Ini lebih dari sekadar angka di statistik — ini tentang mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Ole dalam sebuah wawancara yang dibagikan lewat platform media sosialnya. (Sumber: Facebook/Share Post) Perjuangan di Luar Lapangan: Cedera & Dedikasi Tanpa Kompromi Romeny sempat mengalami cedera parah saat tur pra-musim di Indonesia, akibat tekel keras di sebuah laga Piala Presiden 2025. Cedera ini membuatnya menjalani operasi dan proses rehabilitasi panjang yang membuatnya absen di beberapa pertandingan penting Timnas. “Saya fokus penuh pada pemulihan. Ini bukan hanya tentang kembali ke lapangan, tapi tentang berada dalam kondisi terbaik untuk Indonesia, bukan sekadar klub.” Pelatih Timnas, saat itu Patrick Kluivert, bahkan memuji etos latihnya yang tinggi: “Dia berlatih sangat keras untuk bisa berada di titik ini,” katanya menjelang laga kualifikasi melawan Arab Saudi, memperlihatkan kembali bahwa Romeny adalah pilar penting di lini serang Garuda meski sempat absen panjang. Lebih dari Sekadar Sepak Bola: Identitas & Kebanggaan Nasional Kisah Ole Romeny bukan hanya soal statistik pertandingan atau jumlah gol yang dicetak. Ini adalah kisah tentang identitas, pilihan hidup, dan ikatan emosional antara seorang atlet dengan tanah airnya, meskipun ia dilahirkan dan besar di Eropa. Bagi jutaan suporter Indonesia, Romeny adalah simbol harapan — bukan sekadar pemain naturalisasi, tetapi bukti bahwa sepak bola bisa menjadi jalan untuk menyatukan budaya, ingatan keluarga, dan kebanggaan nasional. Sumber: Facebook, Wikipedia dan sumber lainnya Catatan : Tulisan ini merupakan opini redaksi 1miliarsantri.net dari berbagi sumber. Foto istimewa Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

FIFA Puskas Award 2025 Lahirkan Kejutan, Ada Rizky Ridho-Pemain Indonesia Pertama Masuk Nominasi

11 Pemain Dunia Resmi Masuk Nominasi Tahun 2025, Termasuk Pemain Indonesia Rizky Ridho yang bersaing dengan bintang dunia seperti Lamine Yamal (Barcelona) & Declan Rice (Arsenal) Zurich, Swiss – 1miliarsantri.net: Puskas Award adalah penghargaan FIFA untuk gol terindah yang pertama kali diberikan pada 2009 untuk menghormati legenda Hungaria, Ferenc Puskás. Tahun 2025 kembali menominasikan 11 pesepa bola dari berbagai negara. 11 Pemain masuk nominasi Puskas Award 2025, mengejutkan, ada Rizky Ridho yang bersaing dengan bintang dunia seperti Lamine Yamal (Barcelona) dan Declan Rice (Arsenal). Rizky Ridho, pemain bertahan Persija Jakarta / Timnas Indonesia masuk nominasi karena gol jarak jauhnya ke gawang Arema FC pada Maret 2025 lalu. Dia menjadi pemain pertama Indonesia dan pemain ASEAN ke-2 yang masuk nominasi. 11 Nominator Puskas Award 2025 Penghargaan ini dinamai sesuai nama striker legendaris Hungaria, Ferenc Puskás, yang terkenal karena gol-gol individu yang spektakuler. Penghargaan ini merayakan gol-gol paling spektakuler selama periode kualifikasi, yang berlangsung dari 11 Agustus 2024 hingga 2 Agustus 2025. Berikut 11 nama pemain sepak bola dunia lintas negara dengan gol-gol individu spektakuler yang masuk sebagai nominator Puskas Award 2025 mengutip FIFA : Proses Gol Rizky Ridho Rizky Ridho mencetak gol yang masuk nominasi Puskas Award saat Persija bertandang ke masrkas Arema FC, pada 9 Maret 2025. Berawal di menit ke-61 dan detik ke-33, kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, berada di dekat bendera sudut timnya. Sepuluh detik kemudian, bek tengah tersebut membuka skor setelah pertukaran umpan yang rapi, dia berlari cepat ke setengah lapangan area lawan. Ridho memutuskan menembak dari jarak jauh (tengah lapangan di sisi kanan area permainan Arema FC). Tendangan jarak jauh yang berani, melambung tinggi di atas kiper dan melengkung dan menghujam tepat di bawah mistar gawang, sementara sang penjaga gawang hanya terdiam dan mati langkah tanpa mampu menjangkau bola sepakan punggawa Timnas Indonesia.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : FIFA Foto : FIFA

Read More

Chelsea Menang 3 Gol Lawan Wolves, Kudeta Manchester City Diurutan Kedua Liga Inggris

Chelsea berhasil mengalahkan Wolverhampton Wanderers 3-0 Di Stamford Bridge Jelang Jeda Internasional November 2025. London, Inggris – 1miliarsantri.net: Jelang jeda internasional November, Chelsea tampil memukau saat menjamu juru kunci dan penghuni dasar klasemen Wolverhampton Wanderers , Minggu 9/11/2025 dini hari. Chelsea menang dengan skor meyakinkan. Kemenangan ini sebagai luapan kekecewaan The Blues di Liga Champions saat ditahan imbang 2-2 oleh Qarabag di Azerbaijan, tetapi tim asuhan Enzo Maresca segera kembali ke jalur kemenangan, mengalahkan lawan mereka yang tanpa manajer. Chelsea cukur Wolves di Stamford Bridge. Chelsea berhasil mengendalikan permainan di babak pertama, menciptakan berbagai peluang namun tidak satupun berbuah gol untuk tim London Biru. 45 menit pertama Chelsea sedikit frustrasi menyudahi laga tanpa gol. Gol Pertama Malo Gusto Di Level Senior Jadi Pembeda Cerita berbeda terjadi di babak kedua, segera setelah babak kedua dimulai, Gusto membuka catatan golnya untuk Chelsea lewat sundulan jarak dekat memanfaatkan umpan silang dari Alejandro Garnacho di kotak penalti Wolves . Gol Chelsea membuat pertahanan tim lawan berantakan, dan Estevao Willian masuk, Chelsea membukukan gol kedua ketika umpan silang dari pemain Brasil itu ditembakkan ke gawang oleh Joao Pedro . Pemain Chelsea kembali membuat seisi Stamford Bridge bersorak setelah gol ketiga tercipta. Gol penutup ini tercipta dari kreasi Garnacho yang memberikan assist sempurna yang diselesaikan dengan mudah oleh Pedro Neto ke gawang Wolves. Kemenangan di kandang dengan skor 3-0 atas Wolves setidaknya membawa Chelsea bertengger di urutan ke-2 Klasemen Sementara Liga Primer Inggris menggeser Manchester City yang memiliki satu pertandingan lebih sedikit, dan mulai mendekatai sang pimpinan klasemen Arsenal. Klasemen Liga Primer Setelah Arsenal Tergelincir Drama empat gol di Stadium of Light berarti Arsenal kehilangan poin dan menjadi motivasi utama bagi Manchester City dan Liverpool untuk mengejar ketertinggalan The Gunners di puncak klasemen. Dengan hasil imbang melawan Sunderland milik Regis Le Bris , tim Mikel Arteta kehilangan kesempatan berharga untuk unggul sembilan poin di puncak klasemen.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto istimewa Chelsea FC Sumber : Chelsea FC, Premier League dan The Standard

Read More

El Classico La Liga: Real Madrid Menang 2-1 Atas Barcelona, Mbappe dan Bellingham Jadi Pembeda

El Classico bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Barcelona dan Real Madrid menjadi rival abadi dengan dampak global terbesar setiap musim LaLiga bergulir. Madrid – 1miliarsantri.net: Pertemuan klasik antara Real Madrid dan Barcelona merupakan laga sarat emosi dengan tajuk El Classico sangat digemari pecinta dan penonton sepak bola dunia. Laga menarik kedua tim kembali tersaji dalam lanjutan La Liga Spanyol pada Senin 27 Oktober 2025. Saat bola mulai bergulir di El Clásico dan pertandingan berlangsung sengit, dunia seolah berhenti sejenak selama 90 menit untuk menyaksikan para bintang Real Madrid dan FC Barcelona bermain. Gol Mbappe dan Beliingham Jadi Pembeda Gol dari Mbappé dan Bellingham memberi tim kami kemenangan di Bernabéu untuk memperlebar keunggulan mereka di puncak klasemen. Real Madrid memenangkan El Clásico pertama musim ini di Bernabeu. Semua gol tercipta di babak pertama yang spektakuler, dengan Mbappé membawa tim unggul setelah assist gemilang Bellingham di menit ke-22. Namun Barcelona berhasil menyamakan kedudukan melalui Fermín di menit ke-38 dan lima menit kemudian Bellingham mengubah skor menjadi 2-1. Di babak kedua, momen paling berkesan adalah penyelamatan Szczęsny atas penalti Mbappé di menit ke-51. Kemenangan yang pantas bagi tim asuhan Xabi Alonso , yang memperlebar keunggulan mereka di puncak klasemen LaLiga. Pertandingan Diwarnai Kontroversi Pertandingan dimulai dengan kontroversial. Setelah dua menit, Soto Grado menghadiahkan penalti atas pelanggaran Lamine Yamal terhadap Vini Jr. , tetapi setelah meninjau pertandingan di monitor, ia membatalkan keputusannya. Sepuluh menit kemudian, terjadi momen kontroversial lainnya, yang juga menguntungkan tim tamu. Tekanan gencar Real Madrid kembali membuahkan hasil ketika bola jatuh ke Mbappé , yang dari tepi kotak penalti langsung melepaskan tembakan kaki kanan tanpa ragu, yang tak mampu dibendung Szczęsny. Soto Grado tidak mengizinkan Barcelona melakukan kick-off dan menganulir gol tersebut karena offside yang dilakukan pemain Prancis tersebut. Bagian kecil dari sepatu pemain Prancis tersebut, menurut tayangan ulang di televisi, terlihat di sana. Tempo Permainan Cepat Membuat Pertandingan Menarik Ditonton Tempo permainan sangat cepat dan di pertengahan babak pertama, Bellingham membuat pertandingan semakin hidup dengan menerima bola di lini tengah dan memberikan assist spektakuler untuk Mbappé. Pencetak gol terbanyak LaLiga tersebut memanfaatkan umpan rekan setimnya dan menaklukkan kiper dalam situasi satu lawan satu pada menit ke-22. Skor 1-0 dan satu gol lagi untuk sang striker. Tim kami bahkan seharusnya bisa memperbesar keunggulan mereka pada menit ke-30. Tchouameni melepaskan umpan lambung melewati pertahanan Barcelona dan tendangan akrobatik Huijsen ditepis Szczęsny menjadi tendangan sudut, yang enam menit kemudian berhasil menepis tembakan keras kaki kiri Bellingham dari tepi kotak penalti, dilansir dari laman resmi Real Madrid. Real Madrid Mendominasi dan Kemenangan Yang Pantas Anak asuh Xabi Alonso mendominasi, tetapi Barcelona memanfaatkan kesalahan dalam membangun serangan untuk menyamakan kedudukan melalui gol Fermín pada menit ke-38. Skor imbang hanya bertahan selama lima menit. Vini Jr memberikan umpan silang ke tiang jauh, di mana Militão menyundul bola kembali ke gawang untuk memberi Bellingham penyelesaian mudah. ​​2-1. Satu gol dan satu assist untuk pemain Inggris tersebut. Mbappé bahkan sempat mencetak gol lagi di masa injury time, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Babak pertama berjalan dengan tempo yang tak kenal lelah, tetapi awal babak kedua tak kalah menegangkan. Bellingham mencoba mengirim umpan silang ke kotak penalti pada menit ke-49, tetapi diblok Eric Garcia, bola kemudian mengenai lutut pemain Inggris tersebut dan kemudian mengenai tangan bek Barcelona yang terangkat. Soto Grado tidak memberikan penalti, tetapi ia melakukannya setelah dipanggil oleh wasit VAR dan menonton pertandingan di monitor. Mbappé mengambil penalti dan Szczęsny mencegah gol tersebut dengan penyelamatan gemilang. Diwarnai Kartu Merah Menit demi menit berlalu dan tim tamu mulai mendominasi, meskipun belum berhasil. Tim asuhan Xabi Alonso menciptakan lebih banyak ancaman dengan transisi serangan cepat. Salah satunya bisa saja menghasilkan gol ketiga tim kami, tetapi tembakan kaki kiri Mbappé meleset. Tembakan Rodrygo di masa injury time memang tepat sasaran, tetapi penyelamatan gemilang Szczęsny mencegah gol tersebut. Pada menit ke-99, Pedri diusir keluar lapangan karena menerima kartu kuning kedua. Kemenangan yang pantas bagi Real Madrid.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : Real Madrid dan FC Barcelona Foto : Kolase istimewa dan Laman resmi Real Madrid

Read More

Nathan Tjoe-A-On, Andalan Willem II di Liga 2 Belanda dan Harapan Baru Timnas Indonesia

Nathan Tjoe-A-On tampil penuh saat Willem II menang 2-1 atas Vitesse di Eerste Divisie. Simak kiprah bintang Timnas Indonesia yang jadi andalan di Belanda Jakarta – 1miliarsantri.net: Pemain Indonesia di era PSSI dengan ketuanya Erick Thohir seaat ini terus memberikan kontribusi positrif bagi klub yang mereka bela. Kabar membanggakan datang dari kancah sepak bola Eropa. Pemain Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, kembali menunjukkan perannya sebagai andalan klub Willem II di kompetisi Liga 2 Belanda (Eerste Divisie). Dalam laga terbaru, Nathan dipercaya tampil penuh kala Willem II menaklukkan Vitesse dengan skor 2-1. Performa solid sang bek kiri berusia 22 tahun itu membantu klub meraih kemenangan penting sekaligus menjaga posisi di papan atas klasemen. Willem II Tempel Ketat Persaingan Promosi Nathan buktikan kontribusi positifnya untuk Willem II. Hasil positif melawan Vitesse membuat Willem II kini mantap bertengger di posisi lima klasemen sementara Eerste Divisie. Dengan kompetisi yang masih panjang, peluang mereka untuk bersaing memperebutkan tiket promosi ke Eredivisie tetap terbuka lebar. Pelatih Willem II menaruh kepercayaan besar kepada Nathan, baik sebagai bek kiri maupun gelandang bertahan. Kontribusinya dalam menjaga lini pertahanan serta membantu transisi serangan menjadi faktor penting dalam performa stabil tim. Jadwal Terdekat Willem II Bagi para penggemar yang ingin mengikuti perjalanan Nathan bersama Willem II, berikut jadwal pertandingan berikutnya: Dua laga ini akan menjadi ujian konsistensi Willem II sekaligus kesempatan bagi Nathan untuk kembali membuktikan kualitasnya di level klub. Harapan Baru untuk Timnas Indonesia Menit bermain yang diperoleh dalam kiprah Nathan Tjoe-A-On di Belanda tidak hanya mengangkat nama Willem II, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Timnas Indonesia. Dengan menit bermain yang konsisten, Nathan semakin matang dalam hal pengalaman, visi bermain, dan ketenangan di lapangan. Hal ini tentu menjadi modal berharga ketika ia kembali dipanggil memperkuat Garuda di laga-laga internasional. Banyak pihak berharap, performa apiknya di Belanda bisa menular saat membela Timnas Indonesia, terutama menghadapi pertandingan penting di kualifikasi maupun turnamen regional. Konsistensi Di Liga Eropa Bukti Kualitas Pemain Indonesia Performa Nathan Tjoe-A-On bersama Willem II menjadi bukti nyata bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di kompetisi Eropa. Dengan konsistensi permainan dan dukungan klub, Nathan tidak hanya menjadi andalan di Belanda, tetapi juga harapan baru bagi kebangkitan sepak bola Indonesia di level internasional.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : Willem II FC, Wikipedia, Bing.Com Foto Istimewa

Read More
Patrick Kluivert

4 Kabar Bahagia Didapat Patrick Kluivert Jelang Lawan Saudi Arabia!

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menerima empat kabar positif sekaligus menjelang duel melawan Arab Saudi dan Irak pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, 9-12 Oktober 2025. Kabar menggembirakan tersebut datang dari para pemain andalan yang tengah bersinar di klub masing-masing. Emil Audero Masuk Best XI Liga Italia Kabar paling membanggakan hadir dari kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. Penampilan gemilangnya bersama Cremonese membuatnya terpilih ke dalam Best XI pekan ketiga Liga Italia 2025-2026. Audero melakukan sembilan penyelamatan krusial saat melawan Hellas Verona, sehingga sejajar dengan pemain top seperti Bremer, Hakan Calhanoglu, Luka Modric, dan Kenan Yildiz. Berdasarkan data FotMob, Audero kini menjadi penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak di Serie A hingga pekan ketiga, yakni 17 kali. Ia unggul atas David de Gea yang mengoleksi 13 saves bersama Fiorentina. Prestasi ini tentu memberi suntikan moral besar bagi Patrick Kluivert dalam menatap laga penting Timnas Indonesia. Baca juga: Daftar 30 Pemain yang Dipanggil Patrick Kluivert untuk Laga di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Jay Idzes Antar Sassuolo Raih Kemenangan Perdana Kabar baik juga datang dari Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia yang bermain untuk Sassuolo. Bek berusia 25 tahun itu tampil kokoh saat membantu timnya meraih kemenangan perdana musim ini dengan skor 1-0 atas Lazio. Idzes beberapa kali sukses meredam ancaman striker Lazio, Taty Castellanos. Bahkan, ia berhasil menggeser posisi kapten Sassuolo, Filippo Romagna, untuk menjadi pilihan utama Fabio Grosso. Duetnya dengan Tarik Muharemovic kini menjadi andalan lini pertahanan Neroverdi. Shayne Pattynama Bersinar di Liga Champions Asia Nama lain yang juga mencuri perhatian adalah Shayne Pattynama. Pemain keturunan Ambon itu tampil penuh saat Buriram United menang 2-1 atas Johor Darul Tazim di ajang AFC Champions League Elite 2025-2026. Dengan catatan pertahanan solid, Pattynama meraih rating 7,8 dari FotMob, hanya kalah dari Peter Zulj dan Suphanat Mueanta. Baca juga: Akun X UEFA Diserang Netizen, ‘Mo Salah dan Legenda MU’: Posting Kematian ‘Pele Palestina’ Tanpa Menyebut Ditembak Sniper Israel Saat Antri Bantuan Makan Matthew Baker Jadi Harapan Masa Depan Sementara itu, Matthew Baker yang baru berusia 16 tahun mulai menunjukkan potensinya. Ia sudah menembus skuad senior Melbourne City dan tampil di ajang AFC Champions League Elite. Meski timnya kalah dari Sanfrecce Hiroshima, kehadiran Baker menjadi sinyal positif bagi regenerasi lini belakang Timnas Indonesia. Ini Modal Besar untuk Patrick Kluivert Empat kabar baik ini menjadi modal berharga bagi Patrick Kluivert. Dengan pemain yang tampil konsisten di level klub, Timnas Indonesia bisa lebih percaya diri menghadapi dua lawan berat di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Jika momentum ini terus dijaga, peluang Garuda mencetak sejarah semakin terbuka. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: pssi.org Sumber berita: https://bola.okezone.com/read/2025/09/17/51/3170485/patrick-kluivert-diterpa-4-kabar-bahagia-jelang-timnas-indonesia-vs-arab-saudi-dan-irak-di-kualifikasi-piala-dunia-2026-zona-asia

Read More
Erick Tohir

Tulis Ucapan Menyentuh! Presiden FIFA dan Erick Tohir Ternyata Sahabatan!

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan ucapan selamat kepada Erick Thohir yang baru saja dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia. Erick resmi menduduki jabatan tersebut setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Ia menggantikan Dito Ariotedjo yang sebelumnya menjabat posisi tersebut. Ucapan selamat Infantino disampaikan melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, pria asal Swiss itu menuliskan apresiasi atas perjalanan karier Erick yang sebelumnya dikenal sebagai Ketua Umum PSSI. “Ucapan selamat yang tulus kepada Erick Thohir atas penunjukannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia. Saya yakin beliau akan membawa visi dan kepemimpinan dalam peran baru ini,” tulis Gianni Infantino, Kamis (18/9/2025). Baca juga: Rekap Pertandingan BRI Super League: Banyak Kejutan Terjadi dan Persija Tergeser dari Puncak Klasemen Turun ke Posisi 2 Dukungan dari FIFA untuk Erick Thohir Infantino menilai Erick memiliki rekam jejak positif di dunia olahraga, khususnya sepak bola Indonesia. Selama menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Erick dinilai berhasil melakukan pembenahan di tubuh federasi, termasuk mendorong perbaikan tata kelola sepak bola nasional. “Sebagai Ketum PSSI, Erick telah melakukan pekerjaan luar biasa. Saya percaya kepemimpinannya akan semakin mendorong perkembangan olahraga di Indonesia,” lanjut Infantino. Ia juga menyebutkan harapan agar sepak bola semakin dekat dengan generasi muda di Tanah Air. Rangkap Jabatan dan Aturan FIFA Meski resmi menjadi Menpora, Erick Thohir masih menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023–2027. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai potensi rangkap jabatan. Menanggapi hal tersebut, Erick menegaskan akan mengikuti mekanisme FIFA. “Nanti ada proses di FIFA. Mereka yang akan menentukan status saya ke depan,” ujar Erick usai pelantikan. Hari ini, Kamis (18/9/2025), Erick juga dijadwalkan menjalani serah terima jabatan dari Dito Ariotedjo, yang sekaligus menandai resminya ia memimpin Kemenpora RI. Baca juga: Persib Bandung Resmi Umumkan Kedatangan Thom Haye Dalam Skuad Maung Bandung Tantangan Erick Thohir ke Depan Kepercayaan yang diberikan kepada Erick Thohir bukanlah hal yang ringan. Rangkap jabatan sebagai Menpora dan Ketum PSSI menuntut konsistensi serta kemampuan membagi fokus dengan baik. Jika mampu dijalankan secara profesional, Erick berpeluang besar membawa sinergi positif antara pemerintah dan federasi sepak bola. Namun, penting bagi FIFA dan pemerintah Indonesia memastikan tidak terjadi benturan kepentingan dalam prosesnya. Ke depan, publik menaruh harapan agar Erick mampu mengoptimalkan pembinaan olahraga, terutama dalam memajukan sepak bola Indonesia ke level internasional. Dukungan dari FIFA melalui Gianni Infantino tentu menjadi modal moral yang signifikan bagi langkah Erick Thohir sebagai Menpora RI. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: pssi.org Sumber berita: https://bola.okezone.com/read/2025/09/18/51/3170711/erick-thohir-jadi-menpora-ri-presiden-fifa-semoga-sukses-sahabatku

Read More
Patrick Kluivert

Daftar 30 Pemain yang Dipanggil Patrick Kluivert untuk Laga di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Patrick Kluivert resmi memanggil 30 pemain untuk menghadapi Timnas Indonesia vs Arab Saudi dan Irak pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang akan berlangsung pada 9-12 Oktober 2025. Langkah ini diambil karena jadwal pertandingan sangat padat, hanya berjarak tiga hari antara laga pertama melawan Arab Saudi dan laga kedua menghadapi Irak. Meski regulasi hanya memperbolehkan 23 pemain masuk daftar susunan laga, Kluivert tetap membawa skuad lebih besar untuk mengantisipasi kemungkinan cedera maupun akumulasi kartu. Komposisi Pemain yang Konsisten dari September 2025 Patrick Kluivert diperkirakan tidak akan melakukan banyak perubahan. Komposisi yang ia gunakan pada FIFA Matchday September 2025 melawan Taiwan dan Lebanon kemungkinan besar tetap dipertahankan. Saat itu, Kluivert memanggil 27 pemain, kemudian menambah tiga nama baru yakni Miliano Jonathans, Mauro Zijlstra, dan Adrian Wibowo. Strategi mempertahankan skuad ini dinilai penting agar chemistry antarpemain tetap terjaga menjelang laga krusial di babak kualifikasi. Peluang Ole Romeny Tampil Salah satu perhatian utama tertuju pada kondisi Ole Romeny, penyerang Oxford United. Pemain berusia 25 tahun itu sedang dalam tahap pemulihan cedera, namun disebut sudah menghubungi Patrick Kluivert untuk menyatakan keinginannya membela Timnas Indonesia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan akhir menunggu hasil pemeriksaan tim medis. “Ole ada kirim pesan ke Patrick, dia ingin main. Cuma recovery-nya harus dijalani,” ujarnya. Jika benar pulih pertengahan bulan ini, Romeny berpotensi menggantikan Mauro Zijlstra dalam daftar panggil. Baca juga: Indonesia U-23 Menang 5 Gol Lawan Macau, Modal Berharga Kontra Korsel U-23 Di Laga Pamungkas Prediksi Daftar Pemain Berikut prediksi daftar 30 pemain Timnas Indonesia melawan Arab Saudi dan Irak di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia: Kiper: Emil Audero, Nadeo Argawinata, Ernando Ari Belakang: Mees Hilgers, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Sandy Walsh, Yance Sayuri, Rizky Ridho, Justin Hubner, Jay Idzes, Jordi Amat, Dean James, Shayne Pattynama, Eliano Reijnders Tengah: Ricky Kambuaya, Thom Haye, Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Joey Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On Depan: Ramadhan Sananta, Yakob Sayuri, Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra, Egy Maulana Vikri, Miliano Jonathans, Adrian Wibowo, Mauro Zijlstra. Baca juga: BRI Super League: Jadwal Lengkap Pertandingan Pekan Ke-5, Ada Persib Bandung Bentrok Persebaya Surabaya Strategi yang Tepat untuk Timnas Indonesia Keputusan Patrick Kluivert membawa 30 pemain adalah langkah realistis. Dengan jadwal padat dan tingkat persaingan tinggi, Timnas Indonesia memang membutuhkan skuad tebal. Kehadiran banyak opsi memberi fleksibilitas, terutama jika ada pemain yang harus absen mendadak. Namun, di sisi lain, tantangan terbesar adalah menjaga kebugaran pemain sekaligus menjaga kekompakan. Jika Timnas Indonesia mampu mengelola rotasi dengan baik, peluang mencuri poin dari Arab Saudi maupun Irak tetap terbuka. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: pssi.org Sumber berita: https://bola.okezone.com/read/2025/09/18/51/3170773/patrick-kluivert-panggil-30-pemain-untuk-laga-timnas-indonesia-vs-arab-saudi-dan-irak-di-babak-keempat-kualifikasi-piala-dunia-2026

Read More

BRI Super League: Jadwal Lengkap Pertandingan Pekan Ke-5, Ada Persib Bandung Bentrok Persebaya Surabaya

Jadwal Pekan ke-5 Indonesia Super League dan Klasemen Sementara Jakarta – 1miliarsantri.net: BRI Super League 2025 memasuki pekan ke-5, pecinta sepak bola tanah air akan disuguhkan laga-laga seru yang memacu adrenalin. Pertandingan kali ini dipastikan akan menjadi tontonan menarik bagi pecinta sepak bola Indonesia terutama duel klasik antara Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya. Duel Klasik Maung Bandung menjamu Bajul Ijo atau Green Force, yang selalu menghadirkan atmosfer panas di lapangan maupun di luar stadion, jika melihat head to head, kedua tim telah bertemu sebanyak 11 kali di era Liga 1. Head To Head Persib vs Persebaya head to head terkini antara Persib Bandung vs Persebaya Surabaya, serta catatan penting yang bisa menunjukkan perkembangan dan dinamika antar tim kedua klub. Dari 11 pertemuan, Persib Bandung menang 6 kali sementara Persebaya menang 3 kali, dan 2 hasil imbang dicatatkan kedua tim. Head to Head 5 Laga Terakhir Lima pertandinga terakhir 4 dimenangkan Persib, sementara 1 kali imbang, masing-masing Persib berhasil membukukan 14 gol, sedangkan Green Force hanya 7 gol. Mampukah Persebaya membalasnya?, saksikan laganya Jum’at, 12 September 2025 di Gelora Bandung Lautan Api. Jadwal Lengkap Pertandingan Pekan ke-5 BRI Super League Berikut tabel lengkap jadwal pertandingan pekan ke-5 dikutip dari ileague.id Klasemen Sementara BRI Super League 2025 (Hingga Pekan ke-4) Untuk sementara klub asal Ibu Kota Persija Jakarta masih memimpin klasemen sementara hingga memasuki pekan ke-5, namun Borneo FC Samarinda siap menyalip kaena menyisahkan 1 pertandingan lebih bayak. Jika Persebaya bisa mengalahkan Persib maka posisi Arema FC akan tergusur. Sementara itu Dewa United Banten FC yang dihuni banyak pemain Timnas masih berada di zona degradasi, hanya 2 tingkat dari dasar klasemen yang dihuni Persita dan PSBS Biak.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris

Read More

Indonesia U-23 Menang 5 Gol Lawan Macau, Modal Berharga Kontra Korsel U-23 Di Laga Pamungkas

Timnas Indonesia U-23 Berpeluang Lolos Piala AFC U-23 2026 Jika Mampu Mengalahkan Korsel U-23 Sidoarjo – 1miliarsantri.net: Berbekal hasil kurang memuaskan pada laga awal Grup J Piala Asia AFC U-23 saat melawan Laos U-23, Timnas Indonesia berhasil memenangkan pertandingan melawan Macau U-23 malam ini di Stadion Gelora Sidoarjo, Sabtu 6/9/2025. Timnas Indonesia U-23 yang berada di Grup J saat ini berada di urutan kedua klasemen sementara dibawah Korea Selatan setelah kedua tim tersebut berhasil mengalahkan lawan masing-masing dengan skor besar. Korsel U-23 berhasil membantai Laos U-23 dengan skor lebih dari selusin, negeri gingseng itu menang 7-0 tanpa balas. Indonesia U-23 juga tak mau ketinggalan, Timnas Garuda Muda berhasil menang dengan skor telak 5-0 atas Macau U-23. Gol-Gol Indonesia U-23 vs Macau U-23 Indonesia U-23 yang bermain di kandang sendiri menghadapi Macau U-23 bermain dengan formasi 4-3-3. Pelatih Indonesia, Gerald Vanenburg menggunakan skema ofensif, sedangkan Macau bermain dengan pola bertahan 5-3-2. Gol pertama menit ke-3 akibat gol bunuh diri pemain Macau Ieng Lek Hang, Indonesia unggul 1-0 atas Macau. Indonesia kembali unggul setelah Arkhan Fikri menjebol gawang Macau yang dikawal Lam Chak pada menit 17′, Indonesia memimpin 2-0. Memasuki menit-menit awal babak kedua, Indonesia mendominasi pertandingan, menit ke 46 terjadi kemelut di kotak pinalty Macau, Rayhan Hannan berhasikl menceploskan si kulit bundar untuk mencatatkan namanya di papan skor, Macau 0-3 Indonesia. Zanadin Fariz yang bermain dari bangku cadangan berhasil membawa Indonesia menjauh dengan skor 4-0 setelah tembakannya gagal dijangkau kiper Macau, dan memaksa Lam Cak kembali memungut bola dari gawangnya. Rafael Struik yang juga masuk dari bangku cadangan, melalui akselerasinya menusuk jantung pertahanan Macau berhasil memperdaya Lam denga sontekan kaki kanannya yang mengarah tajam ke pojok gawang Macau, 5-0 Indonesia unggul hingga berakhirnya waktu normal dan injury time 5 menit. Starting XI Timnas Indonesia U-23 Pemain : Cahya Supriyadi (Kiper), Kakang Rudianto, Dion Markx, Alfharezzi Buffon, Frengky Missa; Toni Firmansyah (Rafael Struick 46′), Ananda Raehan, Arkhan Fikri (Zanadin Fariz 62′); Rahmat Arjuna (Ricky Pratama 62′), Rayhan Hannan (Jens Raven 62′), Hokky Caraka. Cadangan: M Ardiansyah, Daffa Fasya, Kadek Arel, Ferarri, Mikael Tata, Doni Tri, Robi Darwis, Zanadin Fariz, R Pratama, Salim, Rafael Struick, Jens Raven Pelatih : Gerald Vanenburg Starting XI Timnas Macau U-23 Pemain: Lam Chak Fong (Kiper); Leong Kun Tou, Lam Weng Kin, Wong Kit Wai; Huang Cho Fong, Kou Pak San, Ieong Lek Hang, Leong Wai Hin, Si Hou In; Le Man Tek, Pan Si Kit. Cadangan: Alex Ao, Botelho Felicio, Lei Ho In, Wong Chon Nam, Vong Sai Hou, Wong U Hin, Sou Hin Nang, Gu Soi Hou, Li Ion Hou, Lam Nok Io, Lei Cheng Lam, Chen Si Tin Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto istimewa The-AFC.Com dan tangkapan layar YouTube

Read More