BI Jatim Siapkan Rp 23,2 Triliun Untuk Kebutuhan Uang Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024

Surabaya — 1miliarsantri.net : Untuk memenuhi kebutuhan uang selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyiapkan uang layak edar (ULE) Rp 23,2 triliun. Jumlah ini meningkat 4,04% dibandingkan 2023 yang tercatat Rp 22,3 triliun. Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim Erwin Gunawan Hutapea, kenaikan ini sebagai antisipasi peningkatan kebutuhan uang rupiah sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri. “Seluruh rangkaian kegiatan layanan kas pada momen Ramadan dan Idul Fitri dikemas dalam kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2024,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (23/3/2024). BI Jatim terus berupaya meningkatkan kualitas program Serambi setiap tahunnya. Tahun ini, penguatan program diantaranya adalah modernisasi armada kas keliling, penambahan fitur pada digitalisasi penukaran melalui QR code pada Aplikasi Pintar (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah) untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan penukaran. “Terhitung mulai 15 Maret hingga 5 April 2024, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai jenis layanan penukaran uang rupiah yang disediakan oleh BI Jatim dan perbankan,” ungkapnya. Penukaran uang dapat dilakukan di 500 titik layanan kantor bank umum yang tersebar di 13 kota/kabupaten. Lalu, penyediaan layanan penukaran uang rupiah melalui Layanan Kas Keliling di lokasi-lokasi strategis seperti pasar tradisional dan modern. “Kami bekerja sama dengan perbankan akan menyelenggarakan layanan kas regular, terpadu, tematik, dan peduli mudik,” tandas Erwin. Lebih jauh Erwin menjelaskan, pada tanggal 2 hingga 5 April 2024, BI menambah lokasi layanan penukaran di jalur mudik melalui Program BI Peduli Mudik. Meliputi Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, Bandara Juanda, serta Rest Area Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang. “Untuk mendapatkan layanan penukaran uang rupiah yang lebih baik melalui kas keliling dan layanan penukaran terpadu, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dulu melalui Aplikasi Pintar,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Pemerintah Saudi Melarang Umrah Lebih Sekali Saat Ramadhan

Jeddah — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melarang umrah lebih dari satu kali selama Ramadhan. Aturan baru ini dikeluarkan lantaran bulan suci Ramadhan merupakan puncak musim umrah di Masjidil Haram. Aturan baru ini sebagai upaya mengurangi kepadatan jamaah Umrah dibulan Ramadhan. Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan tidak mengeluarkan izin untuk umrah dua kali atau lebih di bulan suci ini. Sebuah surat kabar lokal Saudi melaporkan, selain mengurangi kepadatan, pembatasan tersebut untuk memberi kesempatan pada orang lain untuk melakukan umrah dan membantu mengatur kerumunan. Sementara itu, platform pemerintah Saudi yang memfasilitasi prosedur umrah secara elektronik, Nusuk akan memberi notifikasi jika orang yang sama mencoba mendapatkan izin umrah kedua kalinya. Akan muncul pesan yang berbunyi, “Penerbitan izin gagal. Untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menunaikan umrah, maka umrah tidak dapat diulangi di bulan Ramadhan”. Ramadhan menjadi salah satu bulan favorit umat Islam seluruh dunia untuk menunaikan umrah dan shalat di Masjidil Haram. Pemerintah Saudi meluncurkan serangkaian langkah untuk mengatasi gelombang peziarah di bulan suci ini agar jamaah tetap nyaman dan lancar beribadah. Upaya yang dikeluarkan seperti membatasi area tawaf lantai dasar Masjidil Haram diperuntukkan bagi jamaah umrah selama Ramadhan. Sedangkan pengunjung lain bisa mengakses area lantai atas. Pihak berwenang juga mengatur gerbang masuk dan keluar jamaah guna mencegah kepadatan yang berlebihan. Jemaah bisa masuk melewati Gerbang Raja Abdul Aziz, Gerbang Raja Fahd, Gerbang Umrah dan Gerbang Al-Salam, serta pintu khusus di lantai dasar. Selain itu, kerajaan juga mengeluarkan sejumlah fasilitas bagi umat Islam luar negeri yang datang ke Saudi untuk umrah. Umat Muslim pemegang berbagai jenis seperti visa kunjungan dan turis diperbolehkan umrah dan mengunjungi Rawdah Al Sharif dengan melakukan reservasi elektronik sebelumnya. Otoritas Saudi juga telah memperpanjang visa umrah dari 30 hari menjadi 90 hari. (dul) Baca juga :

Read More

Wartawan Aljazirah Dilepas Setelah 12 Jam Disiksa Tentara Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Koresponden Aljazirah, berbahasa Arab Ismail al-Ghoul telah dibebaskan setelah ditangkap selama 12 jam dan dipukuli habis-habisan oleh pasukan Israel di Rumah Sakit al-Shifa Kota Gaza. Al-Ghoul berada di sana pada Senin (18/3/2024) pagi bersama krunya dan wartawan lainnya untuk meliput serangan keempat tentara Israel ke rumah sakit tersebut, di mana ribuan warga sipil terjebak, termasuk staf medis, pasien dan keluarga pengungsi. Saksi mata mengatakan, reporter Aljazirah tersebut diseret oleh pasukan Israel, yang juga menghancurkan kendaraan penyiaran kru berita di fasilitas medis tersebut. Dia kemudian dibebaskan setelah 12 jam ditahan Israel. Al-Ghoul mengatakan kepada Aljazirah, setelah pembebasannya bahwa pasukan Israel telah menghancurkan peralatan media dan menangkap jurnalis yang berkumpul di sebuah ruangan yang digunakan oleh tim media. Dia mengatakan, para jurnalis itu ditelanjangi dan dipaksa tengkurap dengan mata ditutup dan tangan mereka diikat. “Tentara Israel akan melepaskan tembakan untuk menakuti mereka jika ada gerakan,” kata al-Ghoul. Ia menambahkan, ia telah mendengar beberapa rekannya juga dibebaskan, namun ia tidak memiliki cukup informasi mengenai keberadaan mereka. Rumah Sakit Al-Shifa, yang terbesar di Jalur Gaza, telah menjadi basis bagi jurnalis untuk melaporkan perang Israel selama lebih dari lima bulan di wilayah kantong Palestina. Hani Mahmoud dari Aljazirah, melaporkan dari Rafah, mengatakan al-Ghoul “disiksa, dipukuli dan ditahan oleh militer Israel bersama dengan anggota krunya di darat”. Mahmoud, mengutip para saksi, mengatakan banyak warga Palestina yang dipukuli dan dicaci-maki, beberapa di antaranya ditutup matanya dan tangan mereka diikat ke belakang. “Mereka kemudian dimasukkan ke dalam truk militer Israel dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui,” katanya. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, pasukan Israel meluncurkan rudal dan melepaskan tembakan ke salah satu gedung rumah sakit, membunuh dan melukai warga Palestina, dan sebagian halaman rumah sakit dibuldoser. Menurut Mahmoud, pasukan Israel juga telah menangkap lebih dari 80 warga Palestina lainnya, termasuk “staf medis perempuan dan jurnalis lainnya”. “Tentara Israel membuat daftar tuduhan bahwa mereka mencari orang-orang yang dicari di dalam kompleks tersebut tetapi sejauh ini belum memberikan bukti substansial, untuk membenarkan apa yang terjadi di dalam al-Shifa,” kata Mahmoud. Israel telah berulang kali mengatakan Hamas, kelompok bersenjata Palestina yang memerintah Jalur Gaza yang terkepung, telah “berkumpul kembali” di dalam al-Shifa dan “menggunakannya untuk memerintahkan serangan terhadap Israel”. Mansour Shouman, seorang jurnalis warga yang pernah melaporkan dari Rumah Sakit al-Shifa dan Nasser di Gaza selatan, menggambarkan rumah sakit di wilayah tersebut sebagai “kota kecil” tempat para jurnalis berusaha “menyampaikan berita ke dunia”. Rumah sakit adalah salah satu dari sedikit daerah yang memiliki generator, yang penting untuk menyediakan layanan internet, kata Shouman kepada Aljazirah. (zul) Baca juga :

Read More

Hadapi Perkembangan Jaman, Pesantren Cendekia Amanah Kembangkan Pertanian Hidroponik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menurut Al-Syaibani, usaha-usaha perekonomian terbagi atas empat macam, yaitu sewa-menyewa, perdagangan, pertanian, dan perindustrian. Di antara keempat usaha perekonomian tersebut, Al-Syaibani lebih mengutamakan usaha pertanian dari usaha lain. Menurutnya, pertanian memproduksi berbagai kebutuhan dasar manusia yang sangat menunjang dalam melaksakan berbagai kewajibannya. Dalam perekonomian, pertanian merupakan suatu usaha yang mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Allah telah menyediakan sawah dan ladang untuk bercocok tanam. Dan makanan yang kita makan merupakan hasil dari pertanian. Pertanian hidroponik adalah model pertanian modern yang dikembang oleh Pesantren Cendekia Amanah bersama mitra beberapa pesantren di Jakarta, Depok, Bekasi dan Bogor (Jabodetabekbog). Hasil sayur yang melimpah digunakan utamanya untuk memenuhi kebutuhan santri. Namuan nyatanya masih lebih banyak sehingga hasilnya dijual kepada wali murid, jemaah pengajian pesantren dan sampai supermarket. Kini petani Pesantren Cendekia Amanah selain sebagai petani juga sebagai agrrigator yang membina lebih dari 10 pesantren yang telah mengikat menjadi ekosistem ekonomi pesantren. Semua itu mengikat dalam Asosiasi Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI). Pada hari Minggu, 17 Maret 2024 Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjoyo meresmikan gedung Distributio Center (DC) Pesantren Cendekia Amanah di Depok beserta Green House delapan Pesantren mitra, yaitu Pesantren Alkaukab Cibinong Bogor, Pesantren Algiebra Bogor, Pesantren Assa’adah Bogor, Pesantren An-Nahdlah Depok, Pesantren Ar-Rahmah Cibubur, Pesantren Darul Rahman Bogor, Pesantren Nurul Huda Bekasi, dan pesantren Pendawa Parung, Bogor. Hadir dalam acara peresmian gedung Distribution Center itu Muliaman D Haddad Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia, Plt. Direktor Pesantren Kemenag RI Prof. Waryono Abd Ghafur, wakil Wali kota Depok Imam Budi Hartono, dan para pengasuh pesantren..Kiai Cholil menjelaskan, pesantren Cendekia Amanah selain menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan juga ingin mencetak kader interpreneur. “Dan ingin menjadikan pesantrennya sebagai inkubator pengembangan ekonomi dan ketahanan pangan berbasi Pesantren. Kini usaha-usaha selain hidroponik juga ada pertanian ikan dan dan ayam petelur. Semua itu utamanya untuk kebutuhan pesantren dan lebih diperdagangkan,” terangnya..Dalam sambutannya Gubernur BI memaparkan tentang pentingnya ketahanan pangan berbasis pesantren. Sebab diantara fungsi pesantren selain pendidikan dan dakwah juga pemberdayaan. Maka tepat menjadikan pesantrem sebagai sentra ketahanan pangan dan bisnis pertanian. Karena biasanya pesantren berbasis wakaf dan masih banyak tanah yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian. (Iin) Baca juga :

Read More

Prajurit TNI di Sorong Papua Barat Ikrar Masuk Islam

Sorong — 1miliarsantri.net : Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sorong, Papua Barat, membimbing seorang warga masuk Islam. Warga tersebut bernama Rudy Akerina, seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (TNI) dengan pangkat Sersan Dua (Serda). Rudy Akerina mengucapkan dua kalimat syahadat di Mushala Kantor PCNU Kota Sorong, Sabtu (16/3/2024). Ia dibimbing oleh Koordinator Dakwah dan Ideologi Lakpesdam PCNU Kota Sorong Ustadz Muhammad Mahersya Putra. Suasana haru dan bahagia menyelimuti acara tersebut. Rudy Akerina mengaku senang dan nyaman atas sambutan hangat dari PCNU Kota Sorong. “Tidak menyangka yang hadir sebanyak ini untuk menyaksikan prosesi saya masuk Islam,” terang Rudy Akerina yang namanya ditambah menjadi Muhammad Hasan Rudy Akerina kepada 1miliarsantri.net, Selasa (19/3/2024). Prosesi yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa itu penuh haru, disaksikan Ketua Lakpesdam PCNU Kota Sorong Alvita Yan Hanggono, Mustasyar PCNU Kota Sorong Haji Abidin, pengurus IPNU, serta keluarga Rudy, dan masyarakat umum. Koordinator Dakwah dan Ideologi Lakpesdam PCNU Kota Sorong Ustadz Muhammad Mahersya Putra berharap, Muhammad Hasan Rudy Akerina dapat meluruskan niatnya memeluk agama Islam semata karena Allah. “Mudah-mudahan saudara Muhammad Hasan Rudy Akerina dapat meluruskan niat daripada masuknya dia ke Islam agar benar-benar karena Allah,” ucap Ustadz Mahersya. Usai prosesi pembacaan dua kalimat syahadat, acara dilanjutkan dengan penandatanganan pernyataan mualaf, pemberian zakat dari PCNU Kota Sorong kepada Rudy, dan ditutup dengan buka bersama serta shalat maghrib berjamaah. Mustasyar PCNU Kota Sorong Haji Abidin berharap nama yang diberikan kepada Rudy Akerina dapat membawanya istiqamah, serta iman dan Islamnya semakin kaffah (sempurna). “Nama baik yang diberikan oleh ustadz Maher semoga membawa keistiqamahan agar iman Islamnya semakin kaffah,” harap Haji Abidin. Sementara itu Ketua Lakpesdam PCNU Kota Sorong Alvita Yan Hanggono mengaku senang dan terharu atas pilihan Rudy Akerina untuk memeluk Islam. Hal ini menambah prosentase Muslim di Sorong. “Senang dan terharu atas masuknya saudara Muslim yang baru masuk Islam, dikarenakan Muslim di Sorong sekarang baru mencapai 44 persen. Dengan adanya tambahan saudara seiman di Kota Sorong maka akan menambah, tidak hanya kuantitas tetapi kualitas umat yang ada di kota Sorong,” ungkap Alvita. Mayor Natshir Dimyati dari Dislambair Koarmada III yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan dukungannya terhadap Rudy Akerina. “Kami dari TNI AL mendukung penuh langkah saudara Rudy Akerina untuk memeluk agama Islam. Semoga beliau dapat istiqamah dalam menjalankan syariat Islam,” pungkas Natshir. (lum) Baca juga :

Read More

Lexyndo Hakim : Ramadhan 1445 H Diwarnai Toleransi Tinggi Antar Umat Beragama

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Lexyndo Hakim angkat bicara tentang Ramadhan 1445 H yang diwarnai dengan toleransi tinggi antar umat beragama. Perbedaan tidak membuat pihak-pihak yang berseberangan saling bertikai, sebaliknya keberagaman itu membuat ikatan persatuan semakin kuat. Hal itu dilihatnya pada oerbedaan penentuan awal Ramadhan, dimana Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 11 Maret 2024 sementara menurut Nadlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, 1 Ramadhan dimulai pada 12 Maret 2024. Di sisi lain, kata dia, Ramadhan kali ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Berangkat dari fakta tersebut, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menganjurkan untuk melaksanakan sholat tarawih pertama di rumah, sebagai simbol toleransi dan penghargaan kepada penganut kepercayaan lain. “Perbedaan tersebut seakan menjadi warna yang indah jika kita lukiskan dalam canvas keberagaman dan persatuan. Indonesia yang terdiri dari ragam suku, agama, dan budaya, secara naluri tentu akan selalu memiliki perbedaan. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan di NKRI ini. Namun perbedaan tersebut justru bisa menjadi fondasi dan modal utama kemajuan bangsa dan negara,” ungkap Lexyndo dalam keterangannya, Senin (18/3/2024). Kemudian, Lexyndo juga mengutip salah satu hadits Nabi Muhammad SAW, “Perbedaan umatku adalah Rahmat.” Perbedaan, kata dia, bisa menjadi cara kita menyayangi sesama dan mengasihi satu sama lain. Menurutnya, dari kegiatan resiprokal tersebut, akan tumbuh kerjasama dan kerjabersama yang produktif sehingga menghasilkan sesuatu yang positif untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar. “Ramadhan juga bukan menjadi alasan kita menjadi pasif. Ramadhan justru menganjurkan kita menjadi pribadi yang aktif, baik dalam bekerja, belajar, maupun olahraga. Semoga Ramadhan kali ini kita dapat memastikan spiritual saving terpenuhi dengan baik dan momentum untuk terlibat aktif dalam setiap kebaikan untuk persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Berbagai Macam Tradisi Unik Umat Islam di Dunia Saat Ramadhan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Ramadhan adalah bulan suci yang disambut sukacita oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain berpuasa, saat Ramadhan dianjurkan banyak melakukan berbagai macam amalan kebaikan seperti sedekah, berdizkir, memperbanyak sunnah dan lainnya. Begitu juga dengan tradisi dan keragaman budaya yang dirayakan lebih dari dua miliar umat Islam di dunia saat Ramadhan datang. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, memiliki tradisi budaya masing-masing dalam meramaikan Ramadhan. Berikut sejumlah tradisi Ramadhan terindah dari seluruh dunia. Masyarakat Mesir merayakan bulan suci Ramadhan dengan menerangi jalan-jalan pada sore dan malam hari dengan lentera warna-warni yang disebut “fanous”. Tradisi fanous ini bermuasal dari Kerajaan Fatimiyah ketika Kekhalifahan Al-Mu?izz li-Din Allah disambut dengan lentera warna-warni saat ia tiba di Kairo. Hingga kini, tradisi fanous menjadi salah satu cara yang paling membangkitkan semangat dan penuh warna untuk meramaikan jalanan selama Ramadhan. Tradisi Seheriwalas di India yaitu membangunkan jamaah untuk sahur dalam tradisi Mughal kuno. “Seheriwalas” (juga disebut zohridaars) di New Delhi adalah tradisi yang sangat digemari di India, sejak zaman Mughal. Para penjaga kota ini akan mengumandangkan doa dan nama Allah serta shalawat dalam syair yang indah. Tradisi ini memastikan semua orang di lingkungan tersebut terjaga untuk sahur sebelum shalat subuh. Di Indonesia sendiri banyak tradisi dalam menyambut dan merayakan Ramadhan, salah satunya adalah Padusan. Padusan berasal dari bahasa Jawa yang artinya mandi. Tradisi padusan memiliki makna membersihkan diri secara jasmani dan rohani sebelum Ramadhan. Banyak umat Islam, khususnya di Pulau Jawa yang masih menjalankan tradisi ini. Umumnya masyarakat akan berendam di mata air alami atau bahkan danau untuk padusan. Mata air memiliki makna spiritual yang mendalam bagi budaya Jawa dan merupakan bagian integral dari penyucian bulan suci. Praktik ini diyakini disebarkan oleh Wali Songo. Bertahun-tahun yang lalu, merupakan praktik umum bagi para tetua dan pemuka agama setempat untuk memilih dan menetapkan mata air suci untuk padusan. Saat ini, banyak yang hanya pergi ke danau dan kolam renang terdekat, atau menyucikan diri di rumah sendiri. Maroko juga memiliki tradisi selama Ramadhan yang disebut “nafar” atau pembawa pesan kota. Nafar yang mengenakan pakaian tradisional gandora, sandal dan topi dengan meniup terompet membangukan warga untuk sahur. Seorang nafar dipilih oleh warga karena kejujuran dan empatinya. Tradisi yang tersebar di Timur Tengah hingga Maroko ini dimulai pada abad ketujuh, ketika seorang sahabat Nabi Muhammad berkeliaran di jalanan saat fajar sambil menyanyikan sholawat merdu. Ketika musik nafar terdengar di seluruh kota, hal itu disambut dengan rasa syukur dan terima kasih, dan dia secara resmi diberi kompensasi oleh masyarakat pada malam terakhir Ramadhan. Di banyak negara di Timur Tengah, meriam ditembakkan setiap hari selama bulan Ramadhan sebagai tanda berakhirnya puasa pada hari itu.Tradisi yang dikenal dengan sebutan midfa al iftar ini konon dimulai di Mesir lebih dari 200 tahun yang lalu, di bawah kekuasaan Ottoman Khosh Qadam. Praktik ini menyebar ke banyak negara di Timur Tengah termasuk Lebanon, di mana meriam digunakan oleh Ottoman untuk menandai buka puasa di seluruh negeri. Tradisi ini sempat hilang pada tahun 1983 usai invasi yang menyebabkan penyitaan beberapa meriam. Namun setelah perang, tradisi ini kembali dilanjutkan oleh tentara Lebanon. Bagi generasi tua, tradisi penembakan meriam menjadi pembangkit nostalgia mengingat Ramadhan di masa kecil mereka. Tradisi haq al laila berlangsung pada tanggal 15 Sya’ban, sebulan sebelum Ramadhan. Pada hari itu, banyak anak-anak mengenakan pakaian warna cerah dan mengumpulkan permen atau manisan sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional daerah setempat. Nyanyian Aatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum, yang diterjemahkan dari bahasa Arab menjadi ‘Berikan kepada kami dan Allah akan membalas Anda dan membantu Anda mengunjungi Rumah Allah di Mekah’, bergema di jalan-jalan saat anak-anak dengan penuh semangat mengumpulkan hadiah mereka. Di akhir Ramadhan, perempuan-perempuan di Pakistan mendatangi pasar setempat untuk membeli gelang warna warni. Selain itu mereka juga mengecat tangan dan kaki dengan desain henna yang rumit. Sehubungan dengan tradisi ini, para pemilik toko mendekorasi kios mereka dan tetap buka hingga dini hari. Para perempuan setempat mendirikan toko henna darurat di dekat toko perhiasan, sehingga mereka dapat menarik pelanggan untuk berbelanja dan langsung mengaplikasikan henna di tempat. Suasana pasar yang ramai di Chaand Raat menjadi salah satu perayaan rakyat Pakistan dalam menyambut Idul Fitri keesokan harinya. Berakhirnya bulan Ramadhan ditandai dengan terlihatnya hilal pertama. Meskipun hal ini dipraktikkan di seluruh dunia, keunikan tradisi ini di Afrika Selatan diilustrasikan oleh maan kykers (bahasa Afrika untuk ‘pengamat bulan’). Umat Muslim dari seluruh Afrika Selatan menghadiri acara di Cape Town untuk melihat bulan baru. Namun hanya maan kykers, yang ditunjuk oleh Dewan Peradilan Muslim Afrika Selatan, yang dapat mengumumkan penampakan resmi tersebut. Para maan kykers berdiri di sepanjang pantai di Sea Point Promenade, di Three Anchor Bay atau bahkan di puncak Signal Hill, untuk mengamati hilal. Bulan harus terlihat dengan mata telanjang, dan pada malam yang cerah di Cape Town, tidak ada pemandangan yang lebih indah. Tradisi ini berlangsung sejak masa Kesultanan Utsmaniyah, di mana penabuh genderang berkeliling di jalan-jalan untuk mengingatkan waktu sahur. Para penabuh genderang mengenakan kostum tradisional Ottoman, termasuk fez dan rompi yang keduanya dihiasi motif tradisional. Saat mereka berkeliling dengan davul (gendang berkepala dua Turki), para penabuh genderang Ramadhan mengandalkan kemurahan hati warga untuk memberi tip atau bahkan mengundang mereka untuk berbagi makanan sahur. Kegiatan ini biasanya dikumpulkan dua kali di bulan suci, dan banyak pemberi yang percaya bahwa mereka akan menerima keberuntungan sebagai balasan atas kebaikan yang diberikan. Pada dini hari, setelah berbuka puasa, para pria dari berbagai generai berkumpul untuk bermain permainan tradisional mheibes. Permainan ini melibatkan dua kelompok yang terdiri dari sekitar 40 hingga 250 pemain, yang semuanya bergiliran menyembunyikan mihbes, atau cincin. Permainan tipu daya, mheibes diawali dengan ketua tim memegang cincin, tangannya dibungkus selimut. Anggota lainnya harus duduk dengan tangan erat di pangkuan, saat pemimpin memberikan ring kepada salah satu pemain lain secara rahasia. Dalam pertarungan yang menegangkan, lawan harus menentukan siapa di antara lusinan pria yang menyembunyikan cincin itu hanya melalui bahasa tubuh. Meskipun asal muasal permainan ini tidak diketahui secara pasti, permainan ini memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam. Selama berabad-abad, umat Muslim Roma, yang berasal dari Kekaisaran Ottoman, mengumumkan awal dan akhir puasa dengan lagu-lagu tradisional. Setiap hari…

Read More

Telkomsel Serahkan Sepatu di Papua Hasil Donasi Pelanggan

Sorong — 1miliarsantri.net : Pada bulan Ramadhan ini Telkomsel menyerahkan ratusan pasang sepatu hasil donasi pelanggan kepada sejumlah pelajar di Papua. Penyerahan donasi merupakan bagian dari rangkaian program donasi melalui penukaran Telkomsel Poin pelanggan yang dilakukan selama periode Desember 2023 hingga Januari 2024. Pendistribusian ratusan sepatu dilakukan secara bertahap mulai Maret 2024 ke sejumlah sekolah di sekitar Jayapura, Timika dan Sorong. Di antara yang mendapat bantuan adalah SD Inpres Toghompatu, SD Inpres Kibay Arso Timur, SD & SMP Satu Atap Pomako Timika, SD YPPK TIPUKA (Mapurujaya) Timika, SD Inpres Timika 7 (Mulia Kencana, SP 7), hingga SMA Negeri 7 Kabupaten Sorong. Menurut Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Saki H. Bramono, Telkomsel menyampaikan apresiasi bagi para pelanggan yang telah turut berpartisipasi menukarkan Poin yang mereka miliki agar bisa sambungkan senyuman untuk langkah masa depan para pelajar di Papua. Melalui inisiatif ini, Telkomsel mengambil peran terdepan untuk berdampingan bersama pelanggan meringankan langkah sejumlah pelajar di Papua agar semakin semangat belajar dalam menggapai masa depan yang lebih cerah. “Langkah nyata ini juga merupakan perwujudan komitmen Telkomsel sebagai penggerak dampak sosial dan lingkungan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses bisnis berkelanjutan perusahaan, yang diharapkan dapat terus menjadi berkah berkelanjutan bagi kemajuan masyarakat Indonesia,” ungkapnya. Dalam program ini, lebih dari 39 ribu pelanggan telah berpartisipasi menukarkan Telkomsel Poin mereka melalui aplikasi MyTelkomsel untuk menjadi donasi sepatu bagi para pelajar yang membutuhkan di Papua. Adapun produksi sepatu dalam program ini juga dilakukan dengan berkolaborasi bersama brand lokal “Polos Made by You”, sebagai bentuk dukungan Telkomsel dalam mendorong kemajuan ekonomi kreatif dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah lokal. Selain menyalurkan donasi sepatu, Telkomsel juga menyerahkan bantuan modem Telkomsel Orbit ke beberapa sekolah, untuk mendukung proses belajar mengajar di beberapa sekolah tersebut. (hil/adv) Baca juga :

Read More

Selama Ramadhan Otoritas Masjidil Haram Siapkan Pintu Khusus untuk Jamaah Umrah Agar Tidak Berdesakan

Jeddah — 1miliarsantri.net : Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci menetapkan pintu khusus di Masjidil Haram untuk jamaah umrah selama bulan suci Ramadhan 1445 H. Pihak administrasi pintu dan otoritas keamanan masjid, membuka 210 pintu untuk mencegah kepadatan. Pintu masuk dan keluar Masjidil Haram dijaga oleh pihak berwenang, dengan fokus mengakomodasi individu berkebutuhan khusus. Inisiatif ini dilakukan bekerja sama dengan lembaga pemerintah yang bekerja di Masjidil Haram. “Jamaah umrah diperbolehkan menggunakan berbagai pintu masuk, termasuk Gerbang Raja Abdulaziz, Gerbang Raja Fahd, Gerbang Umrah, Gerbang Salam, dan pintu 85-93 di lantai dasar kecuali 88,” ungkap pihak berwenang, dikutip Arab News, Jumat (15/3/2024). Selain itu, jamaah umrah dapat menggunakan Tangga Ajyad, Jembatan Ajyad, Tangga Shubaika 65-66, Tangga Raja Fahd 91-92, tangga 84, perlintasan samping 78-80 untuk keluar, tangga 74, tangga biasa 71, 73, 85, 88, Raja Fahd tangga, dan pintu 75-77, 81-83. Sedangkan tangga Shubaika dan Gerbang Raja Abdulaziz disediakan untuk keadaan darurat. Di lantai satu, jamaah dapat menggunakan Gerbang Raja Fahd, Gerbang Umrah, Gerbang Zubair, Jembatan Ajyad, Jembatan Shubaika, Jembatan Othman, lift Gerbang Raja Fahd. Sementara di lantai dua, jamaah dapat memaksimalkan lift Tangga Al-Arqam, lift Gerbang Umrah, lift Tangga Ajyad, lift Tangga Marwa, dan atap untuk penyandang disabilitas. Pihak berwenang menetapkan pintu masuk khusus bagi perempuan untuk mengakses ruang salat. Selain itu, terdapat pintu masuk khusus untuk jamaah berkebutuhan khusus, seperti Gerbang Al-Salam, Gerbang Raja Abdullah, dan lift Tangga Marwa. Tugas utama petugas pintu dan penjaga di setiap pintu adalah mencegah masuknya tas dan koper, melarang semua makanan kecuali kopi dan kurma, membatasi kamera tanpa izin, dan mengatur kerumunan. Di atas pintu terdapat tanda-tanda dengan informasi penting. Misalnya, ada tanda yang menyatakan bahwa Masjidil Haram penuh dan tidak boleh ada orang yang masuk. Kemudian ada tanda berwarna hijau yang berarti boleh masuk ke dalam Masjidil Haram. Agar mempermudah menemukan jalan pulang, jamaah dianjurkan mencatat nomor gerbang. Petugas selalu siap di pintu masuk Masjidil Haram untuk memandu pengunjung dan peziarah serta memastikan jamaah dapat bergerak dengan mudah dan menemukan rute tercepat. Para petugas juga fasih dalam berbagai bahasa dan siap di setiap pintu untuk membantu mereka yang tersesat. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa setiap orang dapat melakukan ritual mereka tanpa kesulitan apapun. (dul) Baca juga :

Read More

Kemenag Salurkan 34.000 Mushaf dan Buku Yasin ke Seluruh Propinsi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan 34.000 eksemplar Mushaf Al-Qur’an dan Surah Yasin ke 34 provinsi di Indonesia. Jumlah ini terdiri atas 17.000 Mushaf Al-Qur’an dan 17.000 Surah Yasin. Paket Mushaf Al-Qur’an dan Surat Yasin dikirim dari UPQ ke masing-masing provinsi pada 11 Maret 2024. Setiap provinsi menerima 500 Mushaf Al-Qur’an dan 500 Surah Yasin. “Nantinya, Kanwil Kemenag Provinsi yang akan mendistribusikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan,” terang Kepala UPQ Jamaluddin kepada 1miliarsantri.net di Bogor, Kamis (14/3/2024). Kepada penerima Mushaf Al-Qur’an dan Surah Yasin di Kanwil Kemenag Provinsi, Jamaluddin berpesan agar memerhatikan penempatan dan penyimpanan Al-Qur’an. Sesuai Petunjuk Teknis Bantuan dan Pendistribusian Produk Unit Percetakan Al-Qur’an, penyimpanan Al-Qur’an di tempat yang bersih dan suci, serta ditempatkan di posisi paling atas dengan jarak minimal 30 cm dari permukaan tanah. “Pemindahan Al-Qur’an dari gudang penyimpanan ke lokasi lain juga harus mematuhi aturan syar’i, di mana dilarang untuk membanting dan merusaknya,” pesan Jamaluddin. Jamaluddin berharap sesampainya di Kanwil Kemenag Provinsi, Mushaf Al-Qur’an dan Surah Yasin bisa segera didistribusikan kepada yang membutuhkan. Menurutnya, ketersediaan Mushaf Al-Qur’an sangat penting dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di masyarakat. “Kami melihat bahwa jumlah ketersediaan mushaf Al-Qur’an berpengaruh pada tingkat literasi Al-Qur’an. Wilayah dengan jumlah mushaf yang cukup cenderung memiliki persentase buta huruf Al-Qur’an yang lebih rendah,” ungkapnya. Dia berharap semoga akses umat Islam terhadap Al-Qur’an ke depan semakin merata dan itu dapat membantu meningkatkan pemahaman serta indeks literasi masyarakat terhadap kitab suci. (wink) Baca juga :

Read More