Unusa Gandeng Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus Jawa Tengah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus berupaya memfasilitasi santri pondok pesantren (ponpes) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Salah satunya menjalin kerja sama dengan sejumlah ponpes. Tak hanya ponpes di Jawa Timur, kerja sama juga dilakukan dengan ponpes di luar Jatim. Terbaru, Unusa meneken kerja sama dengan Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus Jawa Tengah. “Ini merupakan kerja sama pertama Unusa dengan ponpes di luar Jatim untuk tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Sebelumnya kerja sama kita lebih banyak untuk pengabdian masyarakat ya, seperti penyediaan air bersih,” terang Wakil Rektor 3, Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Kerja Sama Unusa, Umi Hanik, M.Kes. kepada 1miliarsantri.net, Senin (13/5/2024). Umi mengungkapkan penandatanganan kerja sama tersebut akan dilakukan pada hari Kamis (9/5/2024) lalu di Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus. Ini sekaligus menjadi kunjungan balasan Unusa ke Kudus. “Sebelumnya dari pihak ponpes Muria ini sudah berkunjung ke Unusa pada Desember 2023 lalu. Mereka datang untuk mencari informasi terkait fakultas kedokteran (FK) Unusa). Nah sekarang giliran kami yang melakukan kunjungan balasan ke Kudus,” sambung Umi. Umi melanjutkan, selain penanganan MoU, dalam kunjungan ke Kudus tersebut, Unusa juga akan membuka pendaftaran mahasiswa baru tak hanya untuk FK tapi juga semua prodi-prodi yang dimiliki Unusa. “Jadi kita membuka pendaftaran offline di sana untuk semua prodi Unusa. Ini untuk memudahkan santri ponpes Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus yang ingin masuk ke Unusa. Kasihan kan kalau mereka harus datang ke Surabaya, jadi kita jemput bola,” jelas Umi. Umi menuturkan kunjungan ke ponpes Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus dilakukan selama dua hari. Dalam kunjungan tersebut digelar juga seminar anti bullying. “Unusa menghadirkan dokter spesialis kejiwaan untuk menjadi pemateri dalam seminar anti bullying. Sekarang ini kan marak ya bullying, tidak hanya di ponpes tapi juga di sekolah-sekolah,” imbuh Umi. Umi berharap dengan adanya kerja sama Unusa dan Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus kian membuka lebar peluang santri ponpes untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Ke depan kami juga akan memperbanyak kerja sama dengan ponpes di luar Jatim ya, tidak hanya untuk pengabdian masyarakat tapi juga mencakup semua bidang tri dharma perguruan tinggi,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji Diminta Untuk Mempersiapkan Kesehatan Fisik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Aktifitas pemberangkatan Calon Jamaah Haji Indonesia sudah dilakukan. Selain mempersiapkan rohani, jamaah yang hendak melakukan perjalanan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umroh dan haji diimbau menyiapkan jasmani. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Soekarno-Hatta Naning Nugrahini menekankan pentingnya penyiapan kondisi fisik sebelum berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umroh maupun haji. “Mereka akan bertemu dengan orang-orang yang berasal dari berbagai negara di dunia yang mungkin juga mempunyai faktor risiko penyakit, berdesak-desakan, berada pada kepadatan tinggi, iklim yang berbeda dan kadang ekstrem, kelelahan, yang menyebabkan risiko terjadinya gangguan kesehatan atau sakit berat akibat penyakit menular maupun tidak menular,” katanya dalam acara temu media di Jakarta, Ahad (12/5/2024). Oleh karena itu, ia mengatakan, penting untuk mempersiapkan jasmani dengan menjaga tubuh tetap bugar dan sehat serta menjalani vaksinasi yang dianjurkan. Ia menyampaikan anggota jamaah haji dan umroh yang berusia lanjut yang memiliki komorbiditas tergolong kelompok yang rentan dan berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan sehingga perlu mendapat perhatian lebih. Naning mengimbau jamaah yang hendak menunaikan ibadah umroh maupun haji disiplin menerapkan pola hidup sehat untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan. Jamaah umroh dan haji yang memiliki komorbiditas disarankan mengonsumsi obat rutin sesuai anjuran dari dokter, memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, mencukupkan minum air, mencukupkan istirahat, dan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Naning mengemukakan, jamaah umroh dan haji juga harus dipastikan sudah mendapatkan vaksinasi yang dibutuhkan, termasuk vaksinasi meningitis dan influenza, sebelum berangkat ke Tanah Suci. “Kita berisiko terkena penyakit pada saat berangkat ke luar Indonesia. Mungkin kalau yang muda kena batuk pilek tidak masalah, tapi yang sepuh itu bisa berkepanjangan, jadi mohon hati-hati,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More

LMI dan SMI Gelar Pelatihan Manajemen Pengelolaan Masjid

Denpasar — 1miliarsantri.net : Lembaga Manajemen Indonesia (LMI) dan Sinergi Masjid Indonesia (SMI) berkolaborasi mengadakan kegiatan “Workshop Manajemen Masjid” di Masjid Ibnu Battutah, Bali, baru-baru ini. Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman tentang peran dan fungsi masjid dalam masyarakat serta meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan masjid. Acara ini turut dihadiri oleh Muhammad Jazir ASP dan Ir. Misbahul Huda, MBA. Rudi, A.Md Par, yang menekankan pentingnya manajemen masjid dalam menciptakan kegiatan yang terarah dan bermanfaat bagi masyarakat. Kepala Kantor Perwakilan LMI Bali, Mohammad Jamil mengatakan target acara memahami peran dan fungsi masjid terhadap Masyarakat sekitar, termasuk takmir masjid mampu mengimplementasikan hasil dari pembelajaran program sekolah manajemen masjid ini. Harapannya kehadiran masjid betul-betul membina umat dan umat membangun masjid. Selain itu harapan kedepan masjid bisa membangun perubahan pengelolaan masjid yang lebih baik dari sebelumnya dengan dibuktikan hasil laporan perkembangan pengelolaan masjid, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya. Jamil, sapaan akrabnya, menambahkan, pelatihan tersebut sangat penting, mengingat diperlukan para pengurus yang berkompeten dalam mengelola masjid. Pelatihan itu juga untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan masjid. “Manajemen masjid merupakan upaya memanfaatkan faktor-faktor manajemen dalam menciptakan kegiatan masjid yang lebih terarah. Oleh karena itu diperlukan pendekatan sistem manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan,” tambahnya. Ainur Rohim selaku perwakilan dari SMI menyebut, dalam prakteknya Rasulullah SAW menempatkan masjid tidak hanya sebagai tempat salat lima waktu, tapi juga sebagai sebuah pusat peradaban. “Ini artinya, masjid dijadikan pusat pertahanan, pemerintahan, pendidikan, dan sosial budaya. Masjid merupakan sumber pendorong kemajuan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya Dia berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam pengelolaan masjid secara profesional, sehingga kegiatan dapat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh 160 peserta dari 60 masjid se-Bali Raya. Setelah kegiatan pelatihan ini selesai, harapannya setiap peserta yang hadir dapat mempraktekkan ilmu yang sudah didapat sehingga mampu meningkatkan kualitas masjid di seluruh Bali. (ami) Baca juga :

Read More

Mbah Trimo Mewakafkan 12 SPBU dan Cek 10 Miliar untuk Muhammadiyah

Tulungagung — 1miliarsantri.net : Nama aslinya H.Soetrismo. Tapi masyarakat lebih akrab memanggilnya Mbah Trimo. Pria desa dari Tulungagung, Jawa Timur yang sederhana, tapi bersahaja. Ketaatannya beribadah dan sifat dermawannya patut menjadi tauladan bagi kita semua. Mbah Trimo disebut sebagai orang kaya yang sebenarnya. Hartanya lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Mbah Trimo mewakafkan 12 SPBU miliknya dan cek senilai Rp10 miliar ke Muhammadiyah. Menurut KH. Saad Ibrahim Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur 2015-202, Mbah Trimo menyampaikan niatnya mewakafkan masjid untuk Muhammadiyah. Masjid bernama Al-Fattah itu dibangun menghabiskan biaya sekitar Rp80 miliar. “Dan saat itu pula Mbah Trimo menyerahkan cheque sebesar 10 miliar rupiah,” urai Kiai Saad. Masjid tersebut pada 2022 lalu diresmikan Prof. Haedar Nasir didampingi oleh Jusuf Kalla dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sejak itu Masjid Al-Fattah resmi milik Muhammadiyah Tulungagung. “Belum lama ini Mbah Trimo mengundang Ustadz Jazir dari Jogokariyan untuk ceramah di Masjid Al Fattah. Dalam ceramahnya Ustadz Jazir mengangkat masalah wakaf. Setelah Ustadz Jazir selesai berceramah, disaksikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung dan Ustadz Jazir sendiri, Mbah Sutrimo langsung mewakafkan 12 (dua belas) SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) miliknya, untuk persyarikatan Muhammadiyah,” tambah Saad. Kiai Saad memuji kesederhanaan Mbah Trimo. Hidupnya sehari-hari menjadi marbot di masjid, mengurus masjid dan melayani jama’ah. Apalagi kalau waktu pengajian dan puasa, Mbah Trimo menjadi pelayan yang mengambilkan minum dan makanan untuk jamaah. “Sewaktu-waktu ditelpon, dimintai pendapat saya, walau malam saya harus jawab. Pendidikan beliau tidak tinggi, hanya lulusan SR/SD. Tapi beliau adalah salah satu importir kacang tanah terbesar di Indonesia dari AS. Dalam sebulan beliau bisa mendatangkan 100 kontainer untuk keperluan pabrik kacang atom merk Gangsar dan aneka snack miliknya,” sambungnya. Di samping puluhan SPBU, Mbah Trimo juga memiliki beberapa SPBE di kawasan Tulungagung dan Kediri Raya. “Kalau Anda sempat berkunjung ke Masjid Al-Fattah Muhammadiyah Tulungagung, jangan terkecoh dengan seorang Marbot Masjid yang tampil sangat sederhana, selalu menyapa jama’ah dan tamu yang berkunjung di Masjid Muhammadiyah. Masjidnya megah, memiliki 3 lantai, paling bawah basement,” ungkapnya. Dia menambahkan, jangan heran jika melihat di basement masjid sudah dilengkapi ambulance milik masjid dan sederet mobil mewah. Ada Jeep Rubicon, Alphard, Vellfire dan Mercy terbaru. Kendaraan mewah tersebut dipakai untuk fasilitas para da’i yang mengisi berbagai kajian di masjid. Masjid juga dilengkapi lift, tempat wudhu dan seluruh layanan standard hotel bintang 5. “Sejatinya Mbah Trimo adalah orang kaya yang sebenar-benarnya kaya, hartanya kelak akan dibawa sampai ke alam barzakh, sedang di dunia ia hanya mengambil sedikit, secukup yang ia butuhkan agar ada tenaga untuk mengurus dan melayani jama’ah masjid,” pungkas PDM Tulungagung Arief Sudjono. (wan) Baca juga :

Read More

UWKS Gelar Sosialisasi Sertifikat Halal

Surabaya — 1miliarsantri.net : Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya masih minim yang bersertifikat halal. Dari 600 UMKM yang ada, belum adai 10 UMKM yang mengantongi sertifikat halal. Untuk mendorong UMKM mengurus sertifikat halal, pemerintah menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) mengadakan sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal. Sosialisasi ini sangat penting karena pemerintah mensyaratkan semua produk UMKM harus sudah bersertifikat halal pada Oktober 2024. Sementara fakta di lapangan masih banyak UMKM yang belum mengantongi sertifikat halal tersebut. “Kolaborasi ini bukan yang pertama dilakukan, namun sebelumnya sudah kami lakukan dengan Simokerto ini. Peran UWKS adalah membimbing dan mendampingi pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal seperti yang disyaratkan pemerintah,” terang Wakil Dekan I UWKS, Kristiningsih kepada 1miliarsantri.net, Kamis (9/5/2024). Menurutnya, sertifikat halal ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM maupun konsumen. Bagi produsen, sertifikasi halal ini membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap produk yang ditawarkan. “Selain itu manfaat lainnya adalah menambah nilai jual produk dan berdaya saing. Dengan bersertifikat halal, UMKM bisa memperluas jangkauan ke pasar global,” imbuh Kristiningsih. Dia menambahkan, manfaat bagi konsumen antara lain memberikan rasa aman pada produk yang digunakan terbebas dari unsur yang tidak halal dan diproses dengan cara halal dan beretika. “Kami berharap sosialisasi ini memberi motivasi pelaku UMKM untuk bangkit dan berdaya saing dengan pasar global,” lanjutnya. Kristiningsih juga meminta pelaku UMKM memperhatikan nama dan beberapa ketentuan yang tidak bisa disertifikasi halal. Antara lain nama produk yang mengandung nama minuman keras, produk yang mengandung nama babi dan anjing, nama produk yang mengandung nama setan, nama produk yang mengarah kekufuran dan kebatilan serta nama produk yang mengandung konotasi erotis dan vulgar. Camat Simokerto, Noervita Amin mengapresiasi UWKS yang mendampingi UMKM di wilayahnya untuk mengurus sertifikat halal. Menurutnya, ada sekitar 600 UMKM di Kecamatan Simokerto yang tersebar di lima kelurahan. “Dari jumlah itu, masih sangat minim yang sudah bersertifikat halal. Tapi lebih dari separuh, tepatnya 320 UMKM sudah mempunyai NIB (nomor induk berusaha),” ujar Novita. Menurut dia, kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini sangat efektif karena pelaku UMKM bisa langsung mengerti karena dipandu mengenai teknis dan prosesnya. “Kami sangat mendukung dan mengapresiasi pihak kampus maupun ibu-ibu pelaku UMKM yang bersemangat mengikuti ini,” sambungnya. Nurvita mengungkapkan, dukungannya terhadap UMKM cukup besar. Selain mendorong sertifikasi halal, pihaknya sudah sejak lama melibatkan UMKM dalam setiap kegiatan di level kelurahan hingga kecamatan. “Produk-produk mereka kami apresiasi dalam setiap kegiatan, misalnya untuk konsumsi kegiatan akan dibeli dari UMKM. Secara bergantian agar merata,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Bagaimana Membangun Potensi Dakwah di Media Sosial

Jakarta — 1miliarsantri.net : Survei terbaru dari We Are Social dan Kepis 2022 menyebutkan, pengguna internet di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Bahkan saat ini mencapai 204 juta pengguna atau sudah digunakan oleh 73.7 persen penduduk Indonesia. Disebutkan pula, sekitar 80,1 persen penduduk Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi dan dapat menghabiskan waktu 8 jam 36 menit dalam satu hari menggunakan internet. Banyaknya waktu yang dihabiskan orang Indonesia di internet dapat menjadi peluang penyebaran dakwah secara digital. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dakwah diartikan sebagai penyiaran agama dan pengembangannya di masyarakat, seruan untuk memeluk, mempelajari dan mengamalkan ajaran agama. Influencer Dakwah Risyad Baya’sud, mengatakan bahwa perintah penyebaran dakwah disampaikan dalam Surat Ali Imran ayat 104 yang berbunyi, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Pada era digital, dakwah memiliki banyak bentuk saluran bisa dari teks atau buku digital, foto atau visual kreatif berbentuk meme atau infografis, video dari Instagram Reels atau Tiktok, podcast, live streaming serta aplikasi meeting seperti Zoom yang mempertemukan langsung jemaah dan pendakwah melalui ruang digital. Menurut Tim Pengurus Komite Publikasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Fiskal Purbawan, setidaknya ada tiga pertimbangan memilih platform digital untuk penyebaran dakwah. “Sebaiknya pertimbangkan citra dari media sosial tersebut dan karakteristik setiap platform, mengetahui target audiens, mempertimbangkan waktu dan sumber daya. Banyak platform yang bisa digunakan untuk berdakwah. Mari kita sebarkan kebaikan di dunia maya, untuk memberikan kebaikan dan kebermanfaatan untuk ke sesama dunia,” papar Fiskal kepada 1miliarsantri.net, Rabu (8/5/2024). Sementara Dosen Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Mufid Masruhan, menerangkan, komunikasi atau penggunaan bahasa juga berperan penting dalam dakwah di platform digital. “Komunikasi sebaiknya lugas dan mudah dipahami, menarik dan kekinian, menyesuaikan target audiens, menjelaskan sumber dengan baik, dan tidak lupa untuk selalu santun, menghormati semua orang. Selain menggunakan bahasa yang santun, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam dakwah yang baik terutama menjaga niat yang lurus, menghargai perbedaan, menjadi teladan yang baik, siap menerima kritik dan saran, serta terbuka bekerja sama dengan komunitas,” jelas Masruhan. Di samping itu, Masruhan menyampaikan ada beberapa hal yang sepatunya dihindari dalam dakwah karena dapat membawa efek negatif, seperti penggunaan bahasa kasar dan menyinggung pihak tertentu, bahasa yang provokatif dan diskriminatif. “Selanjutnya, saring dahulu materi dakwah agar terhindari dari hoaks dan konteks menyesatkan. Hindari pola pemilihan kata yang hiperbola seperti berlebihan dan bombastis. Paling penting, jangan menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan syariat Islam,” tekan Masruhan. Kemudian Risyad menambahkan, berdakwah dengan media sosial merupakan sebuah inovasi. Namun demikian sebagaimana informasi yang banyak beredar di internet, tidak ada salahnya untuk teliti akan konteks dakwah yang disampaikan, dengar, dan pahami. Ia pun mengutip surat Al Hujurat ayat 6, “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan satu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu,” Saat berdakwah dengan media sosial, Risyad memberi tips yaitu memulai dengan memahami kebutuhan umat dan tetapkan tujuan dengan jelas. Selanjutnya tidak lupa untuk perbanyak relasi dan silaturahmi serta banyak membaca untuk memperkaya ilmu dan lancar dalam penyampaian dakwah. “Dakwah bisa dimulai dari yang terdekat dan bersabar untuk menjalani proses,” terang Risyad. Selain itu, kata Masruhan, dakwah melalui media digital juga butuh netiket atau etika dalam berinternet. Etika digital ditawarkan sebagai pedoman menggunakan berbagai platform digital secara sadar, tanggung jawab, berintegritas, dan menjunjung nilai-nilai kebajikan antar insan dalam menghadirkan diri, kemudian berinteraksi, berpartisipasi, bertransaksi, dan berkolaborasi dengan menggunakan media digital. “Mari kita rayakan teknologi, kita hormati ilmu pengetahuan, kita dukung semua bentuk kemajuan, tetapi semua harus demi mengangkat derajat manusia. Etika ada karena kita adalah manusia,” pungkas Masruhan. (Iin) Baca juga :

Read More

Kisah Penggemar Moge yang Beralih Bangun Pesantren Gratis

Bekasi — 1miliarsantri.net : Ini benar-benar kisah yang sangat inspiratif. Adalah H.Nasuhendi, pria yang memiliki hobi Moge (Motor Gede—Harley Davidson), suka tour keliling daerah, dan juga menjabat sebagai Ketua Moge Kabupaten dan Kota Bekasi, mendadak berubah menjadi tidak suka. Dia rela melepaskan semua jabatannya termasuk menjadi Ketua Komunitas penyuka burung se Jabar dan Banten. Aktivitas lain H.Nasuhendi yang menjadi folunter orangtua asuh AFS (American Foundry Society) Intercultural Program — yang mengurus program pertukaran pelajar asing di Indonesia — mendadak tidak dijalani lagi. Dua kegiatan lainnya, sebagai anggota komunitas mobil Toyota Land Cruiser dan Range Rover, juga seketika dilepas. Mengapa semua jabatan dan kegiatan yang awalnya sangat disukai itu dilepas secara mendadak, Ada apa? Ternyata hati dan pikirannya selalu dihantui kegelisahan. Ayah, biasa H.Nasuhendi dipanggil, sering mendapat telpon “terror” dari kawan dekatnya. Misalnya tiba tiba kawan dekatnya telpon menanyakan ayah lagi dimana, dan dijawab sedang tour Moge di Timor Timur. Saat itulah, kawan dekat ayah, berucap, ”Kamu itu ngapain pergi jauh jauh, manfaatnya apa? Kalau kamu ada apa-apa dan maaf kalau sampai tidak selamat, apakah itu menjadi akhir kehidupanmu yang baik apa buruk?” “Teror telpon itulah yang membuat saya terus merenung,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Selasa (7/5/2024). “Terror” lain yang sering dikemukakan kawan dekatnya, saat ayah mengurus AFS yang terkait pertukaran pelajar asing setingkat SMA di Jakarta. ayah menjadi bapak angkat pelajar asing dari Amerika, dari Italia dan juga Jepang. Awalnya berjalan biasa. Ayah juga merasa bangga dan senang bisa menjadi bapak angkat pelajar asing. Baginya, bisa membantu orang asing tinggal di rumahnya karena sedang mengikuti pertukaran pelajar, menjadi sebuah kepuasan. Karena ayah merasa dirinya bermanfaat bagi orang lain. Namun, bagi kawan dekatnya, apa yang ayah lakukan itu perlu dikaji ulang. Tidak salah juga saran dari kawan dekatnya ayah. Karena pengalaman menjadi bapak angkat pelajar Jepang, ternyata tidak mudah. Pelajar Jepang merasa takut dengan ayah, karena oleh pelajar jepang dicurigai sebagai bagian dari teroris. Kecurigaan pelajar Jepang itu muncul karena ayah beragama Islam dan menyandang haji. Meskipun sudah dijelaskan berulangkali bahwa ayah bukan teroris, dan Islam bukan agama teroris, namun pelajar Jepang tetap merasa ketakutan. Di tengah gejolak batinnya yang sedang “perang dingin” dengan pelajar Jepang tersebut, kawan dekat ayah datang dan menceramahi dirinya. “Dari pada mengurus orang yang tidak seiman, lebih baik mengurus orang-orang yang seiman,” kata ayah menirukan saran dari kawan dekatnya tersebut. Lalu ayah bertanya kepada kawan dekatnya, ”Maksudnya gemana?” Kawan dekatnya menyarankan ayah membangun pesantren untuk membantu memberikan pendidikan anak-anak agar memiliki kemampuan agama yang baik. Dengan memiliki pesantren, manfaatnya bagi ayah akan lebih baik karena bisa menguatkan secara keagamaan, dan juga bisa menjadi investasi untuk bekal di kemudian hari. Kawan dekat ayah menyarankan membangun pesantren, karena kawannya tersebut juga memiliki pesantren. “Sejak itulah saya berfikir keras merenungkan saran kawan dekat saya,” sambung ayah yang asal daerah Brebes Jawa Tengah ini. Setelah hati dan pikirannya merasa mantab untuk membangun pesantren, ayah berkeliling daerah untuk melakukan studi banding ke berbagai pesantren. Banyak pesantren yang sudah dikunjungi, namun ayah merasa kurang puas. Akhirnya, ayah bertemu Ustadz Yusuf Mansur dan mengunjungi pesantren Darul Qur’an. Ayah merasa cocok karena pesantren Darul Qur’an benar-benar menjadi pesantren modern, baik secara kurikulumnya maupun managemennya. Karena ayah merasa tidak memiliki kemampuan agama yang cukup, ia menyerahkan managemen pesantren, sistem pengajaran dan perekrutan santri-santrinya diserahkan kepada pihak Darul Qur’an. Ayah sendiri memilih bertugas menyiapkan bangunan fisiknya dan pembiayaannya. Ayah menyiapkan bangunan di atas lahan 4 hektar dari total tanah seluas 15 hektar yang berada di Desa Nagrog, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Desain pesantrennya tidak semua dalam bentuk bangunan, karena ingin lebih menonjolkan format pesantren alam agar para santrinya merasa lebih nyaman. Pesantren yang diberi nama “Pesantren Takhfidz Darul Qur’an Takhassus Difa Kreasi Wanayasa” juga menerapkan standar Jepang, baik dari sisi kebersihan, penataan dapur, toilet, jemuran pakaian dan fasilitas tempat tidur para santri. Fasilitas lain, yang juga disediakan adalah kolam renang, lapangan olahraga, dan fasilitas kesenian. Termasuk juga lahan untuk bercocok tanam para santri. “Semua fasilitas ini disediakan agar para santri yang belajar di pesantren nyaman dan tidak merasa jenuh,” ujar ayah. Dengan lengkapnya fasilitas pesantren dan standar managemen ala Darul Qur’an, sempat diusulkan agar santri yang belajar di pesantren dikenakan biaya. Namun, ayah memilih semua santri yang belajar di pesantren tidak dibebani biaya apa pun alias full gratis. Karena gratis, para santri yang belajar di pesantren direkrut dari berbagai daerah, dan diprioritaskan bagi anak dari keluarga tidak mampu. Saat ini, pesantren yang sudah berjalan 3 tahun, memiliki 100 santriwati dengan 16 ustadzah. “Santrinya sudah ada yang lulus. Bagi yang lulus, diminta untuk menjadi ustadzah selama 1 tahun sebagai ikatan dinas, dan setelah itu dibebaskan kembali ke kampung halamannya,” papar ayah yang sangat humble ini. Menurut ayah, sementara ini pesantrennya baru menampung 100 santriwati. Ke depan akan ditingkatkan kembali. Dan saat ini, pesantrennya masih fokus mengurus santriwati, dan belum berfikir untuk menampung santri laki-laki. “Mengurus santri laki-laki lebih berat,” ujarnya. Ayah mengaku sangat terharu mempunyai pesantren, karena kehidupannya semakin tenang dan penuh keikhlasan. Apalagi keluarganya sangat mendukung. “Biasanya saya keluyuran ke luar kota naik motor gede, sekarang di rumah mengurus pesantren, sehingga istri dan anak sangat senang,” kata ayah. Yang juga membuat ayah merasa terharu karena para santrinya cerdas-cerdas. Ada santri yang sebelas bulan bisa menyelesaikan hafalan 30 juz. Para ustadzahnya menerapkan sistem pembelajaran sangat disiplin. Ada model setoran hafalan, sehingga para santri bisa menyelesaikan dengan tepat waktu. Namun ada yang lebih awal bisa menyelesaikan hafalan 30 juz. “Subhanalloh,” ujar ayah bertasbih. Tentang pembiayaan pesantren yang seluruhnya menjadi tanggungjawab ayah, sampai sekarang tidak pernah ada masalah. “Alhamdulillah lancar. Semua gaji saya saya serahkan untuk pembiayaan pesantren,” ujar ayah yang punya gaji dari bisnisnya sendiri. Ayah memang punya perusahaan yang hasilnya sebagian disisikan untuk menopang pembiayaan pesantren. Tentang suka dukanya memiliki pesantren, menurut ayah, yang paling mencemaskan di saat ada santriwati yang kabur dari pesantren. Biasanya santriwati yang tidak kuat karena merasa tertekan dengan setoran hafalan, ada yang berusaha kabur. “Yang saya benar-benar cemas dapat informasi ada santriwati jam 3 pagi kabur dari pesantren. Jam 3 pagi santri perempuan kabur, bagaimana tidak cemas? Untungnya saya sangat dekat…

Read More

Sebanyak 40 Ribu Lebih Calon Jamaah Haji Jawa Barat Siap Berangkat ke Tanah Suci

Bandung — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan sebanyak 40.201 orang calon jamaah haji siap berangkat ke tanah suci Makkah. Mereka akan mulai masuk ke asrama pada 11 Mei dan berangkat Tanah Suci pada 12 Mei. Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (Kabid PHU) Kemenag Jabar Boy Hari Novian mengatakan, persiapan rencana keberangkatan calon jamaah haji di Jawa Barat berlangsung baik. Para calon jamaah haji akan masuk ke asrama embarkasi Bekasi dan Kertajati. “Secara keseluruhan alhamdullah kita sudah selesai, persiapannya baik di asrama embarkasi Bekasi maupun embarkasi Kertajati. Kita sudah persiapkan semua fasilitas yg dibutuhkan untuk menerima jamaah,” terangnya, Senin (6/5/2024). Ia mengungkapkan kloter pertama calon jamaah haji akan masuk ke asrama tanggal 11 Mei dan berangkat ke Tanah Suci tanggal 12 Mei. Dokumen-dokumen calon jamaah haji seperti paspor, visa dan lainnya sudah disiapkan. “Secara keseluruhan alhamdullilah kita sudah siap untuk melaksanakan operasional haji di tahun 2024,” lanjutnya. Boy melanjutkan calon jamaah haji yang akan berangkat mencapai 40.201 orang termasuk 1.478 tambahan jamaah haji. Mereka terbagi dalam dua embarkasi yaitu embarkasi Bekasi sebanyak 3 kloter dan embarkasi Kertajati sebanyak 33 kloter. Ia menambahkan calon jamaah haji yang berusia di atas 60 tahun atau lansia sekitar 30 persen. Oleh karena itu, pihaknya masih mengusung tema haji ramah lansia dengan sejumlah fasilitas yang disediakan mulai dari menu makanan hingga fasilitas kursi roda dan kamar. “Semua sudah kita siapkan baik di asrama haji maupun nanti di tanah suci. Jadi, insya Allah, pada tahun ini lansia akan mendapatkan fasilitas khusus yang memang lebih kita utamakan untuk lansia,” sambungnya. Ia mengatakan, para lansia yang berangkat haji ditemani oleh pendamping yang berasal dari keluarga sehingga diharapkan mereka beribadah lebih aman dan lancar. (den) Baca juga :

Read More

Heboh Seorang Habib asal Yaman Meminta Istri Kyai Pesantren Cianjur

Jakarta — 1miliarsantri.net : Beredar kabar heboh ada seorang habib asal Yaman minta istri kiai pengasuh pesantresn terbesar di Cianjur, benar-benar menjadi heboh. Apalagi, alasan habib minta istri kiai yang dikenal cantik itu, karena sang habib mengaku salah satu keturunan cucu Rasulullah SAW. Si habib dengan terus terang menyatakan, kalau istri kiai yang diminta tidak diikhlaskan, maka, kiai pengasuh pesantren di Cianjur itu tidak akan mendapatkan syafaat. Mendengar adanya kabar tersebur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) langsung turun tangan dan berkoordinasi dengan MUI Cianjur serta pihaj kepolisian setempat untuk melakukan investigasi. Ketua MUI, DR. KH.Anwar Abas M.A, sangat mendukung apa yang dilakukan MUI Cianjur. Kalau sampai berita itu benar, ia mengharapkan agar pelakunya ditindak. “Apalagi mengaku ngaku keturunan cucu Nabi Muhammad kok berani melakukan hal hal yang tidak benar dan tidak terpuji,” papar Kiai Anwar. Ia menambahkan, agar kehadiran habib asal Yaman tersebut tidak menambah keresahan masyarakat, pihak kepolisian harus menangkap yang bersangkutan atas tindakannya yang tidak terpuji dan mengganggu keluarga kiai serta merendahkan martabat perempuan. Kiai Anwar tetap menginginkan pihak kepolisian bertindak cepat untuk menangkap habib tersebut. Secepatnya, habib yang mengaku keturunan cucu Nabi, harus dideportasi agar tidak menambah keresahan masyarakat. Kabar habib asal Yaman minta istri kiai pengasuh pesantren terbesar di Cianjur, diunggah oleh Gus Aminullah dalam akun youtube ulama nusantara yang tayang pada 27 april 2024. Dalam tayangan yang berdurasi 9 menit tersebut, mengatakan tentang obrolannya dengan salah satu keluarga pesantren besar di Cianjur. Dalam percakapannya dengan pihak keluarga pesantren, diketahui kalau beberapa bulan lalu, ada habib asal empang Bogor menghadirkan beberapa habib dari Yaman ke salah satu tempat di Cianjur. Dalam pertemuan tersebut salah seorang habib melihat perempuan. Diketahui perempuan itu ternyata istri kiai Cianjur. Meskipun sudah dijelaskan bahwa perempuan tersebut adalah istrinya kiai, namun, habib asal Yaman tetap meminta perempuan istri kiai tersebut dengan alasan, kalau sudah diminta dan tidak diikhlaskan, maka kiai yang bersangkutan tidak akan mendapatkan syafaat di kemudian hari. “Karena percaya yang minta itu keturunan cucu Nabi, maka sang kiai mengikhlaskan,” kata keluarga pesantren yang dikutip Gus Aminullah. (gis) Baca juga :

Read More

Dosen Muda ITB Usia 27 Tahun Raih Gelar Ph.D

Bandung — 1miliarsantri.net : Institut Teknologi Bogor (ITB) memiliki dosen sangat muda, dan mungkin bisa dikatakan termuda, usianya baru 27 tahun. Namanya Nila Armelia Windasari. Yang juga mengagumkan, di usia yang masih muda. Nila sudah menyandang Ph.D. Nila yang kini mengajar di Sekolah Bisnis Management (SBM) ITB benar benar menginspirasi. Selain punya gelar S.A, MBA, dan Ph.D, Nila diikenal sebagai dosen yang menyenangkan mahasiswanya: sangat care full dan komunikatif. Peraih master bidang philosophy ini, saat masih SMA, ia mengikuti program akselerasi dan menyelesaikan gelar sarjananya dalam tujuh semester di Universitas Airlangga. Ia melanjutkan studi dan meraih gelar master dalam tiga semester di Asia University, Taiwan. Sedangkan studi S3 ia jalani di National Tsing Hua University, Hsinchua, Taiwan. Kegiatan mengajar bukan hal baru baginya. Kedua orang tua, kakek, dan mertuanya adalah guru. Hal itu membuatnya merasa nyaman ketika menjadi dosen. Meski begitu, hal yang paling disukai olehnya saat menjalani profesi tersebut adalah belajar dari mahasiswa. “Terutama ketika di SBM dan di level postgraduate, dari diskusi di kelas, saya belajar sesuatu dari mereka, dari pengalaman dan praktik mereka yang tentu industrinya bervariasi. Dan ketika bisa membantu mereka untuk belajar lebih dalam, buat saya itu rewarding,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (4/5/2024). Sebelum mengajar di SBM ITB sejak tahun 2018, Nila, menjadi dosen selama empat tahun di Universitas Terbuka di Taiwan. Hingga kini, sudah ratusan mahasiswa yang dibimbing. Menariknya, dosen muda ini mengingat tesis dari setiap mahasiswa yang dibimbingnya. Hal itu karena prinsipnya yang tidak hanya ingin mahasiswa sekadar lulus tetapi tercipta solusi untuk masalah dalam topik yang dibahas. “Tesis di MBA itu problem solving yang riil, bukan hanya hypothetical. Itu permasalahan yang riil dari perusahaan yang mereka bawa. Penting bagi mereka untuk betul-betul bukan hanya selesai tapi masalahnya solved,” tuturnya. Oleh karena itu, tidak jarang revisi dilakukan berkali-kali. Nila menilai itu bukan hal yang jelek. “Itu menunjukkan kompleksitas permasalah yang dibawa mahasiswa. Ketika dia berhasil memecahkan, itu adalah achievement buat dia, bukan hanya untuk saya. Jadi, tidak hanya sebuah pertanda bahwa tugas akhir itu diselesaikan, tapi bahwa permasalah riil itu bisa dia selesaikan dan bisa diaplikasikan, buat saya itu penting,” katanya. Dalam proses bimbingan, selain bertemu langsung, salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan adalah dengan thread email. Thread tersebut khusus membicarakan topik skripsi, tesis, maupun disertasi. Hal ini karena tesis merupakan produk tertulis dan agar ada riwayat bimbingan. Ia pun responsif untuk menanggapi hal tersebut. “Semuanya via email dan via pertemuan. Tapi saya juga yakinkan bahwa saya menjawab email itu sama cepatnya dengan saya membalas WhatsApp,” sambung dosen yang hobi menonton film dan baca buku ini. Dengan menjadi bagian di SBM ITB, Nila mengaku mendapatkan standar mengajar yang cukup menantang. Misalnya, setiap tugas harus diberikan tanggapan. “Itu yang akhirnya saya pegang sampai sekarang bahwa kita tidak boleh asal memberi tugas kemudian dibiarkan. Setiap tugas harus diberikan feedback. Termasuk ketika ujian, mana yang susah, dan lain-lain. Selain itu, kita harus available. Artinya tidak harus di depan mahasiswa, tapi mereka harus tahu bahwa selama mereka menjadi mahasiswa ITB, kapanpun mereka butuh saya mereka bisa hubungi saya,” imbuhnya. Saat ini, Nila banyak membimbing mahasiswa magister dan sarjana. Terkait kesan dalam mengajar mahasiswa, Nila mengatakan, “Menurut saya, tidak hanya saya, tapi semua pengajar pasti akan punya kepuasan tersendiri ketika apa yang diajarkan itu betul-betul bermanfaat. Kalau bahasa orang Islam itu berkah. Jadi, berkahnya itu panjang,” pungkasnya. (lam) Baca juga :

Read More