Grand Syaikh Al Azhar akan membawa pesan wasathiyah ke berbagai kalangan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan kedatangan Grand Syaikh Al Azhar Imam Akbar Ahmed Al Tayeb bakal menjadi kunjungan yang penuh makna bagi Indonesia. “Alhamdulillah, saya menyambut kedatangan Grand Syaikh Al Azhar Imam Akbar Ahmed Al Tayeb dalam kunjungan resminya ke Indonesia, selama kurang lebih empat hari. Meski singkat, saya rasa kunjungan ini sangat bermakna bagi kita di Indonesia, terutama umat Muslim Indonesia,” ujar Menag Yaqut di Jakarta. Pernyataan Yaqut tersebut disampaikan saat menyambut kedatangan Grand Syaikh Al Azhar di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Senin. Grand Syaikh Al Azhar Ahmed Al Tayeb tercatat tiga kali berkunjung ke Indonesia dalam satu dekade terakhir. Dua kunjungan pertama berlangsung pada 2016 dan 2018. Pada kunjungan kali ketiga ini, Imam Akbar Al Tayeb dijadwalkan akan berada di Indonesia selama empat hari, 8-11 Juli 2024. Selama di Indonesia, dia dijadwalkan akan bertemu Presiden RI di Istana Negara. Setelah itu, Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) ini dijadwalkan mengisi Kuliah Umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Imam Akbar Ahmed Al Tayeb juga akan mengadakan diskusi bersama para tokoh lintas agama, serta bertemu dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Pusat Studi Al Quran. Menag berharap kunjungan Grand Syaikh Al Azhar akan memberi inspirasi tentang pemahaman, pengamalan, dan pengalaman terkait moderasi beragama yang selama ini menjadi fokus dari Universitas Al Azhar. “Kita tahu bahwa Al Azhar selama ini sangat concern pada moderasi beragama. Saya kira kedatangan ini juga akan sangat menginspirasi bagi kita semua, dalam berbangsa dan juga beragama,” kata Menag Yaqut. Menurut Yaqut, Indonesia adalah negara yang sangat majemuk, memiliki latar belakang warga yang sangat beragam. Jika tidak dikelola dengan baik, keragaman ini juga rentan akan gesekan. “Saya berharap pemikiran-pemikiran yang dibawa Grand Syaikh Al Azhar ke Indonesia mampu menginspirasi dalam penerapan moderasi beragama,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

2 Kementerian Turun Gunung Tangani Problem Nikah Siri

Jakarta — 1miliarsantri.net : Maraknya nikah siri yang hingga kini masih menimbulkan perdebatan di masyarakat, membuat dua kementerian turun gunung. Adalah Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Pengadilan Agama yang turun gunung mengambil langkah proaktif untuk merumuskan solusi atas pernikahan yang tidak tercatat, atau dikenal dengan nikah siri. Persoalan nikah siri tidak hanya memengaruhi status hukum pasangan, tetapi juga hak-hak anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut. Dirjen Bimas Islam, Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, pihaknya berkomitmen mengatasi persoalan tersebut dengan merumuskan kebijakan, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kemendagri dan Pengadilan Agama. “Pernikahan tidak tercatat, pernikahan siri, masih saja terjadi. Agak sulit kita antisipasi, karena tersembunyi. Tapi kita harus menyadari dan merasakan dampak sosiologis yang tidak produktif dari terjadinya pernikahan yang tidak tercatat,” ujar Kamaruddin dalam acara Rapat Koordinasi Layanan Pencatatan Pernikahan, di Badung, Bali, Rabu (10/7/2024). Dengan melibatkan banyak pihak, menurut Kamaruddin, persoalan pernikahan yang tidak terdaftar dapat ditangani dengan sinergis. Kemendagri dan Pengadilan Agama memiliki peran krusial dalam memperkuat data administrasi kependudukan, dan produk hukum kependudukan. “Dengan terjadinya pernikahan yang tidak tercatat, Kemenag, Kemendagri, dan Pengadilan Agama harus bekerja sama mencari solusi. Hal ini untuk mengantisipasi agar pernikahan tidak tercatat dapat diminimalisasi, dan menekan dampak yang terjadi dalam kehidupan sosial,” ucap Kamaruddin. Selain itu, Kamaruddin menginstruksikan para penghulu untuk menyorot isu pernikahan dini dan kerentanan keluarga yang juga perlu dibahas bersama Kemendagri dan Pengadilan Agama. Ia berpendapat, penghulu memegang peran yang sangat penting, dan menjadi garda terdepan untuk mencegah persoalan tersebut. “Banyak persoalan sosial keagamaan, khususnya yang terkait dengan ketahanan keluarga. Perceraian, pernikahan dini, dan kekerasan rumah tangga merupakan isu yang setiap saat harus selalu diperhatikan oleh penghulu,” ungkap Kamaruddin. Rapat Koordinasi Layanan Pencatatan Pernikahan tersebut dihadiri perwakilan dari Kemendagri, Pengadilan Agama, dan Penghulu KUA se-Indonesia secara daring dan luring. (wink) Baca juga :

Read More

PPIH debarkasi UPG terima kloter 15 gelombang kedua pemulangan haji

Makassar — 1miliarsantri.net : Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Ujung Pandang (UPG) Sulawesi Selatan menerima rombongan haji kelompok terbang (kloter) 15 musim haji 2024 dari Arab Saudi. Kepala Bidang Penerimaan dan Penjemputan Jemaah PPIH Embarkasi/ Debarkasi UPG, H Wahyuddin Hakim di Makassar Jumat mengatakan, pemulangan jamaah haji gelombang kedua baru saja dimulai, dan kloter 15 secara numerik atau yang pertama untuk gelombang kedua tersebut. “Secara berurutan memang ini kloter 15, tetapi kalau berbicara gelombang pemulangan ini adalah kloter pertama dari gelombang kedua jamaah haji,” ujarnya. Wahyuddin Hakim dalam sambutannya pada seremoni penerimaan dan penyerahan kloter 15 Debarkasi UPG di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar juga mengapresiasi para pendamping haji yang selama ini banyak membantu jamaah haji Indonesia. “Petugas sungguh luar biasa melayani jamaah. Haji yang sudah berumur dianggapnya orang tua sendiri, menggendong mereka yang tidak kuat jalan, bahkan menggantikan popok haji lansia dan yang sakit. Hanya Allah yang dapat membalas dedikasi kalian,” katanya. Selain itu, kepada jamaah haji Kloter 15, Kabid Urais Kanwil Kemenag Sulsel ini juga meminta agar tetap menjaga kebiasaannya di tanah suci, khususnya dalam hal beribadah. “Ibadah seperti shalat berjamaah sebagaimana yang dilaksanakan di tanah suci tolong dipertahankan, dan jaga kemabruran haji bapak ibu dengan rajin bersedekah dan silaturrahimnya ditingkatkan,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa Kloter 15 itu diisi oleh haji asal Kabupaten Bantaeng sebanyak 208 orang, Maluku Utara 205 orang, Makassar 28 orang, Sulawesi Barat satu orang, Petugas Kloter lima orang, dan PHD tiga orang. Jamaah Kloter ini utuh kembali ke tanah air sebagaimana pada saat diberangkatkan. Hadir pada seremoni penerimaan dan penyerahan haji Kloter 15 ini, di antaranya Plh Asisten I Kabupaten Bantaeng Hasruddin yang kemudian didaulat mewakili Pemerintah Daerah asal jamaah menerima kloter 15 UPG. Hadir pula Plh Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Maluku Utara Fadky Muhammad, Kabid PHU Kanwil Kemenag Maluku Utara, serta Kepala Seksi Haji Kemenag Kota Makassar. (ndro) Baca juga :

Read More

History of Java, Bukan Hanya Sekedar Museum

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Musim liburan sekolah sebentar lagi telah usai dan bersiap memasuki kelas baru atau bahkan strata pendidikan baru. Meski masuk kelas baru tapi jangan biarkan putra putri kita kehilangan sejarah bangsa sendiri, sebagaimana yang pernah disampaikan Presiden Pertama Indonesia, Bapak Ir. Soekarno dengan Jas Merah nya atau Jangan sekali-kali Melupakan Sejarah. Di Kabupaten Bantul, Propinsi Yogyakarta, lebih tepatnya di Jl. Parangtritis KM 5,5 Bangunharjo, Sewon, Bantul, berdiri sebuah museum yang bercerita tentang Sejarah Jawa secara keseluruhan, mulai dari peradaban sebelum Jawa dengan agama Kapitayam, masuknya Hindu Budha, Islam Kuno hingga saat ini. History of Java menyuguhkan konsep edukasi visual dengan dilengkapi teknologi Augmented Reality (AR) yang mampu menciptakan gambar bisa menjadi nyata saat kita berfoto di dalam area museum yang diberoperasi pada tahun 2018. Koleksi yang dimiliki History of Java tergolong sangat lengkap, mulai dari Boneka Malam yang ditemukan di sungai bengawan Solo peninggalan bangsa Dongson 1500 sebelum Masehi. Konon sebagai penanda makam dengan rupa boneka untuk menggambarkan figur yang meninggal. Terdapat juga berbagai macam barang peninggalan kerajaan Majapahit, diantara nya Pataka Dwija Nareswara, salah satu dari 5 pusaka milik kerajaan Majapahit. Pataka ini diletakan dipuncak tiang bendera Gula Kelapa (Merah Putih) sebagai lambang kebesesaran kerajaan Majapahit. Al Qur’an kuno, dan juga beberapa kitab Jawa maupun Kitab Islam kuno lain nya tak lupa mengisi kelengkapan koleksi Museum History of Java, hingga barang koleksi Keraton Pakualaman dan Ngayogyakarto Hadiningrat juga menghiasi etalase Museum. Beberapa katalog sebagai bahan referensi juga disampaikan untuk mempermudah pengunjung mengenal jenis dan sejarah barang koleksi Museum History of Java. Anda tak perlu khawatir bingung karena petugas Museum yang ramah, siap menemani dan mengantar setiap pengunjung yang datang dengan memberikan pendampingan informasi yang dibutuhkan. Jam beroperasi Museum History of Java, setiap hari Selasa sampai Minggu mulai pukul 09.00 hingga pukul 18.00. Pengunjung juga bisa mengakses Auto Self Guided Tour untuk memudahkan para pengunjung daalam memahami narasi per zona, sembari bermain dan belajar di dalam wahana museum. Zona spot untuk berfoto juga tersedia dan tidak mau ketinggalan agar pengunjung bisa mengabadikan moment terbaik nya di wahana Museum History of Java. Terakhir, pengunjung bisa menyaksikan film animasi 4D yang diputar dengan berbagai tema menarik. Nah, mumpung masih tersisa dan belum habis masa liburan nya, silahkan ajak keluarga untuk menikmati berbagai macam keseruan di wahana Museum History of Java. Untuk harga tiket, dijamin tidak bikin kantong bocor. (mo) Baca juga :

Read More

Jamaah diminta mengikuti peraturan di Arab Saudi

Madinah — 1miliarsantri.net : Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) mengingatkan jamaah haji Indonesia selama di Madinah khususnya saat di Masjid Nabawi untuk mematuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan otoritas Saudi. Jamaah diminta mematuhi aparat atau Askar yang bersiaga dan mengatur pergerakan dan flow jamaah di Masjid Nabawi. “Upaya yang dilakukan aparat tersebut tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan teknis agar proses beribadah jamaah di masjid tertib dan berjalan lancar. Terlebih suasana masjid akan padat pada waktu-waktu shalat lima waktu,” ujar Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad (7//7/2024). Ia menjelaskan, sesuai edaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, layanan bus shalawat dari hotel ke Masjidil Haram berhenti sementara mulai pukul 09.00 WAS. Di mengatakan, bus hanya mengantar jamaah dari Masjidil Haram ke hotel dan layanan us shalawat akan kembali beroperasi setelah shalat Jumat di Masjidil Haram pukul 14.00 WAS. “Karenanya, jamaah yang hendak shalat Jumat di Masjidil Haram, agar menyesuaikan dengan edaran yang diterbitkan PPIH tersebut,” imbau dia. Hingga Kamis, 4 Juli 2024 pukul 21.00 WAS, jamaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 93.614 orang. Mereka tergabung dalam 238 kelompok terbang. Widi Dwinanda menyampaikan, dengan berakhirnya pemulangan fase pertama, proses pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah dimulai. Jamaah kelompok terbang (kloter) 10 Embarkasi Palembang (PLM-10) menjadi rombongan perdana yang diberangkatkan dari Bandara AMAA Madinah. “Sebanyak 443 jamaah PLM 01 diberangkatkan dengan 11 bus dari hotel menuju Bandara Madinah,” kata Widi. Pada Jumat, 5 Juli 2024 terdapat 21 kelompok terbang, dengan jumlah jamaah haji sebanyak 8.167 orang. Mereka telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air. (dul) Baca juga :

Read More

Rakernas Prima DMI Perkuat Peran Remaja Masjid untuk Kemajuan Bangsa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) dengan mengambil tema besar “Eksistensi Prima DMI dalam Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”. Dalam rilis yang disiarkan oleh Prima DMI di Jakarta, acara yang berlangsung pada 5-7 Juli 2024 dan dihadiri perwakilan pengurus wilayah/daerah Prima DMI serta para aktivis remaja masjid dari seluruh Indonesia itu bertujuan untuk memperkuat peran remaja masjid dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan keagamaan untuk kemajuan bangsa. Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal PP DMI Rahmat Hidayat menegaskan pentingnya peran remaja masjid dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Dengan terselenggaranya Rakernas PRIMA DMI ini, diharapkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pengembangan masyarakat dapat dioptimalkan, serta persatuan umat Islam Indonesia makin kokoh,” urai Rahmat. Pada sesi talkshow mengenai ekonomi syariah, pihaknya menghadirkan beberapa narasumber, seperti Imam Besar Masjid Istiqlal M Nasaruddin Umar, VP Business Development Bank Panin Dubai Syariah Edy Tri Sujarwadi, perwakilan Tim Pengembangan UMKM Kampus Shopee Indonesia Firhan Akbari, dan Wasekjen PP DMI H. Mukhtadi El Harry. Diskusi tersebut memberikan wawasan dan inspirasi bagi para peserta mengenai berbagai isu kontemporer soal perkembangan ekonomi syariah dan peranan remaja masjid untuk kemajuan bangsa. Ketua Umum Prima DMI, Munawar Khalil, mengatakan Rakernas Prima DMI tahun ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan dan program kerja yang bermanfaat bagi kemajuan masjid dan kesejahteraan umat Islam di Indonesia. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan langkah gerak demi mencapai visi dan misi Prima DMI melalui langkah yang terorganisasi, terstruktur, sistematis, dan masif. “Para peserta diharapkan aktif berkontribusi dalam setiap sesi untuk mencapai tujuan bersama. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi, Prima DMI siap berkontribusi lebih besar dalam pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya. Munawar menyampaikan hingga saat ini Prima DMI telah terbentuk organisasinya di 32 provinsi serta 147 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Adapun sejauh ini, Prima DMI juga telah menjalin kerja sama strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pihaknya pun telah melangsungkan program pemberdayaan ekonomi umat melalui kawasan Z-Corner di Masjid Al-Ittihad Jakarta yang merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS RI dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ittihad, DMI dan PP Prima DMI. Adapun tiga program prioritas Prima DMI ialah rekonstruksi dan pembentukan organisasi dari tingkat ranting hingga pusat, proses kaderisasi Prima DMI secara berkala dan berkelanjutan melalui LKM, serta pengembangan entrepreneurship atau semangat kewirausahaan berbasis masjid. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Prima DMI, Affandi Ismail Hasan mengatakan, rakernas tahun ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan manfaat masjid sebagaimana pada zaman Rasulullah SAW. “Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat silaturahim dan ukhuwah, pengendalian strategi dakwah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya. Kegiatan pembukaan Rakernas Prima DMI juga diramaikan dengan penyaluran santunan yang diberikan secara simbolis kepada para penerima manfaat. Penyaluran zakat perusahaan oleh Panin Dubai Syariah Bank bekerja sama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) itu sebesar Rp50 juta. Dana tersebut disalurkan sebagai santunan kepada yatim dan duafa. “Ini jadi komitmen kolaborasi kegiatan sosial dari Bank Panin Dubai Syariah bersama Prima DMI. Kerja sama ini akan terus berlanjut, tidak hanya dalam program penyantunan tapi memberikan pemberdayaan ekonomi bagi yatim dan duafa,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Selama di Madinah, PPIH mengimbau jamaah mematuhi peraturan di Masjid Nabawi

Madinah — 1miliarsantri.net : Selain memfasilitasi jamaah haji yang sejak awal kedatangan di Makkah dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Kota Makkah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memfasilitasi jamaah yang belum pernah ke Masjid Nabawi untuk beribadah dan berziarah ke Raudah. Membawa jamaah ziarah ke Raudah merupakan ikhtihar petugas haji melayani para tamu Allah untuk mendapatkan kesempatan beribadah dan berdoa di tempat mustajab. “Dan semoga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi jamaah yang sejak tiba di Tanah Suci belum berziarah atau beribadah di Masjid Nabawi,” terang Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda, Sabtu (6/7/2024). Widi menjelaskan, PPIH akan mengidentifikasi jamaah yang dirawat di KKHI dan menentukan apakah jamaah tersebut bisa atau tidak bisa dimobilisasi untuk ziarah ke Raudhah. PPIH juga kembali mengingatkan jamaah haji untuk tetap menjaga kesehatan tubuh selama di Kota Madinah dengan makan tepat waktu, minum obat teratur sesuai anjuran dokter, menjaga hidrasi tubuh dengan minum yang cukup. Mengimbau jamaah untuk mengindahkan ketentuan-ketentuan dan larangan yang berlaku dan ditentukan otoritas Saudi khususnya di area Masjid Nabawi,” ujarnya. Ia menyampaikan, jamaah haji Indonesia yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 09.32 WIB berjumlah 348 orang. “Jamaah yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah untuk beribadah di Masjid Nabawi berjumlah 6.851 orang tergabung dalam 17 kloter,” tutupnya. (dul) Baca juga :

Read More

61 Persen Alasan Dispensasi Nikah untuk Menghindari Zina

Surabaya — 1miliarsantri.net : Angka dispensasi nikah (diska) di Jawa Timur (Jatim) masih menjadi pekerjaan rumah bagi BKKBN setempat. Berdasarkan data kependudukan 2023, tingginya angka pernikahan anak relevan dengan tingginya angka perceraian. Melihat hal itu, Kelompok Kerja Insan Jurnalistik Keluarga Berencana (Pijar) Jatim tergugah untuk meningkatkan kesadaran remaja melalui kegiatan Dialog Akademisi. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra.Maria Ernawati, MM mengatakan dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 2024 ini, teman-teman wartawan yang tergabung dalam Pijar Jatim menggelar kegiatan Pijar Jatim Goes to Campus dengan tema dialog akademisi tentang pergaulan remaja ini sangatlah bagus. “Kegiatan ini sangat luar biasa. Teman-teman media bersama akademisi memiliki kepedulian yang tinggi akan tercapainya Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stungting (PSS) dan pernikahan anak di Jatim. Harapan saya dengan selesainya kegiatan ini, setiap mahasiswa akan memiliki pemahaman terkait stunting dan pernikahan anak dan bisa memberikan sharing kepada media sosial nya masing-masing,” ungkap Erna. Pernikahan anak di Jatim, ungkap Erna masih tinggi. Berdasarkan data Kependudukan 2023, ada 61 persen dispensasi nikah karena untuk menghindari zina, sedang 21 persen permohonan dispensasi nikah karena hamil. Sedang karena alasan budaya, yaitu budaya menikahkan anak hampir 10 persen, pergaulan bebas 7 persen. “Sedang permohonan diska karena faktor ekonomi hanya satu (1) persen saja. Dari diska yang ada hampir 80 persen bercerai. Lucunya lagi penyebab perceraian yang pertama adalah perselisihan yang terus menerus atau toksik relationship. Iya jelas karena belum matang secara mental dan faktor yang kedua adalah ekonomi. Tadi waktu mau menikah bukan alasan ekonomi tapi saat bercerai 46 persen adalah faktor ekonomi,” terangnya. Tentu saja, sambung Erna, secara ekonomi harus diperkuat untuk menciptakan keluarga yang sejahtera dan hanya 4 persen karena ditinggal pasangan. Sebagai kaum akademisi kota ingin merupakan status negara Indonesia pada 100 tahun lebih tepatnya 100 tahun pada 2045 mendatang. Dari negara berkembang menjadi negara maju. Rekor Universitas Muhammadiyah Dr. Hidayatulloh MSi mengungkapkan kegiatan ini cukup bagus untuk dalam memberikan wawasan,pemahaman sekaligus penguatan khususnys mahasiswa Universitas Muhammadiyah dalam menentukan masa depan mereka. “Kami mengucapkan terimakasih kepada BKKBN Provinsi Jawa Timur dan narasumber dan para dosen dalam kegiatan dialog akademisi ini,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas Kunjungi Pesantren NU

Surabaya — 1miliarsantri.net : Salah satu Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mengunjungi Pesantren Al Amien, Kediri, Jawa Timur, asuhan Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar, Jumat (28/6/2024) lalu. “Datang ke Pesantren Al Amien. Tapi tidak diterima pemilik pondok,” kata Buya Anwar. “Sedang di pondok milik KH Anwar Abbas, eh maaf, milik KH Anwar Iskandar.” Tokoh asal Minang yang kerap viral ini memang suka bercanda. Hanya selang semenit, sang pengasuh pesantren terkaget menimpali. “Lho, saya lagi ke Jakarta, kok tidak kasih kabar?” kata Kiai Anwar Iskandar, Ketua Umum MUI. Di beranda kediaman Kiai Anwar Iskandar, Buya Anwar Abbas didampingi Gus Reza Lirboyo –KH Reza Ahmad Zahid, cucu KH Mahrus Aly. “Saya mewakili Kiai Anwar Iskandar menyambut Buya Anwar Abbas,” ujar Gus Reza menimpali candaan Buya Anwar, bahwa sang pengasuh mungkin enggan menerimanya. “Alhamdulillah, satu hal (keliling pesantren) yang sudah lama saya idam-idamkan akhirnya terwujud,” kata Buya Anwar dalam kiriman video. Gus Reza mendampingi Buya Anwar keliling pesantren basis NU di Kediri. Tak sempat menyambut langsung tamu istimewanya, Kiai Anwar Iskandar menginstruksikan Gus Reza menjamu Buya Anwar Abbas di Restoran Wong Solo milik Kiai Anwar. Namun Buya Anwar menolak. “Saya tidak mau makan ditemani Gus Reza. Takut ditraktir,” Buya Anwar beralasan. Setelah keliling Kediri, Buya Anwar melanjutkan lawatan ke Tulungagung. Menjelang maghrib, Buya Anwar balik lagi ke Kediri, khusus untuk makan di restoran milik Kiai Anwar Iskandar, namun tanpa dampingan utusan sang pemilik rumah makan. Tiba di restoran pukul 18.00, “Saya lirik kiri kanan, alhamdulillah tidak ada yang kenal saya.” Buya Anwar pun pesan menu dan menikmati dengan nyaman dan lahap. Sampai nambah nasi. “Nasi tambahan pun habis,” kata Buya Anwar. Puas, Buya Anwar pun minta adik yang mendampinginya dari Jakarta untuk membayar. Ternyata, kasir sudah diperintah untuk tidak menerima uang Buya Anwar. “Saya bingung, bagaimana kasir tahu, yang makan itu saya? Adik saya bilang, mungkin perintah muncul lewat pantauan CCTV. Yang jelas, saya kalah lihai dari Pak Kiai (Anwar Iskandar). He he,” tulis Buya Anwar. Sabtu pagi-pagi esoknya, Buya Anwar sudah melaporkan, tengah berada Pesantren An-Nur, Malang, asuhan KH. Ahmad Fahrurrozi Burhan (Gus Fahrur), salah satu Ketua PBNU. Buya Anwar diantar mobil bertuliskan, “Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang” “Saya tidak bisa bertemu Gus Fahrur, karena beliau ada acara wisuda santri di Komplek Annur 1,” kata Buya Anwar. Namun tak lama kemudian, sudah terkirim foto Gus Fahrur menyambut Buya Anwar. Keduanya sering foto bersama selama di Makkah dan Madinah pada musim haji ini, karena Gus Fahrur salah satu anggota Amirul Haj. “Buya Anwar Abbas memang luar biasa, bisa menjadi uswah hasanah bagi yang muda-muda, semoga sehat selalu,” Kiai Anwar Iskandar mengapresiasi. Tokoh Al Irsyad, KH Abdullah Jaidi, yang juga Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi menambahkan, “Masya Allah, pagi-pagi Buya sudah keliling silaturahim, beliau mencontoh persahabatan dahulu tokoh Muhammadiyah dan NU sehingga umat saling guyub.” “Indah dan menyejukkan sekali,” komentar Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Internasional, tokoh Muhammadiyah, yang alumni Pesantren Persis Bangil. Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, memuji rihlah Buya Anwar Abbas sebagai tanda-tanda haji mabrur. “Orang baik di tempat yang baik, milik orang baik. Cahaya bercahaya, Buya. Silaturahim tiada henti, mabruk Buya,” ungkapnya. “Luar biasa. Tokoh Muhammadiyah masuk pesantren NU. Adem rasanya,” kata Rahmat Hidayat, Sekjen Dewan Masjid Indonesia, yang juga bendahara MUI. “Hamzah washal keormasan,” KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Ukhuwah. (har) Baca juga :

Read More

Sebanyak 66.611 Jamaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Mekah — 1miliarsantri.net : Fase pemulangan jamaah haji Indonesia hingga tanggal 30 Juni 2024 pukul 21.00 WAS. Jamaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 66.611 orang tergabung dalam 169 kelompok terbang. Jamaah haji Indonesia yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 06.44 wib berjumlah 336 orang. Jamaah yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah berjumlah 1.525 orang tergabung dalam 4 kloter. Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kualitas makanan jamaah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui tim Sanitasi dan Food Security Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di tempat katering dan pemondokan. “Tim ini berupaya mencegah penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Inspeksi yang dilaksanakan meliputi pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap berbagai aspek lingkungan, seperti standar suhu, kualitas udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, dan pengolahan limbah,” terang Widi. Widi menambahkan, tim Sanitasi dan Food Security memastikan ketersediaan air bersih, melakukan pengendalian vektor penyakit, dan mengelola limbah medis di lingkungan KKHI, pos kesehatan sektor, dan pos kesehatan satelit. IKL yang dilaksanakan, tutur Widi, berupa pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap aspek lingkungan katering dan pemondokan jamaah haji. Untuk menjamin keamanan makanan para jemaah sebelum dikonsumsi, dilakukan pemeriksaan sampel makanan secara organoleptik. “Pemeriksaan ini meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna makanan. Uji organoleptik ini bertujuan mendeteksi adanya risiko kerusakan makanan sedini mungkin, sehingga dapat dicegah sebelum dikonsumsi oleh jamaah haji. Pemeriksaan ini dilakukan terhadap semua sampel makanan, baik menu reguler maupun menu lansia, yang dikirimkan oleh katering ke KKHI pada setiap waktu makan (pagi, siang, malam, selamat datang, dan selamat jalan),” sambungnya. Untuk kegiatan sanitasi, ia menjelaskan, tim melaksanakan kegiatan sanitasi melalui inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan di KKHI, katering, dan hotel/pemondokan jamaah. Di KKHI, menurutnya, inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan fokus pada pengelolaan limbah medis dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit dan pemantauan limbah medis hingga pos kesehatan sektor dan pos kesehatan satelit. “Di katering, tim juga melakukan IKL terhadap dapur katering penyedia makanan jamaah haji pada tahun ini. IKL dilakukan terhadap 57 dapur katering penyedia makanan jamaah haji,” ujarnya. Sasaran lainnya dari kegiatan IKL, kata dia, adalah 169 hotel/pemondokan jemaah haji. IKL terhadap hotel/pemondokan dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungannya sesuai dengan standar yang berlaku. “Setiap hari, tim Sanitasi dan Food Security memperbarui informasi cuaca harian yang meliputi suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Pembaharuan informasi dalam bentuk infografis yang disebarluaskan melalui media komunikasi grup Whatsapp Daker Kesehatan, PPIH Arab Saudi serta semua yang terkait,” imbuhnya. PPIH, terang Widi, kembali mengingatkan jamaah haji untuk mempertimbangan kapasitas koper bagasi dan tas tentengan yang akan dibawa ke pesawat dengan tidak membeli oleh-oleh atau belanja berlebihan. “Jamaah dapat mengirim oleh-olehnya melalui jasa ekspedisi atau dapat membeli di Tanah Air. Selama di Kota Madinah, PPIH juga mengimbau jemaah untuk mengindahkan ketentun-ketentuan dan larangan yang berlaku selama berada di Kota Madinah khususnya di area Masjid Nabawi,” pungkasnya. (drus) Baca juga :

Read More