Semua Bukti Jelas Memperlihatkan dan Israel Akui Telah Membunuh Rakyatnya Sendiri pada Festival Musik 7 Oktober
“Di manakah sikap para dokter dan tenaga kesehatan profesional di seluruh dunia terhadap kekejaman yang dilakukan terhadap rekan-rekan mereka di sektor kesehatan Palestina di Gaza dan Tepi Barat? Mereka dulunya adalah rekan-rekan Anda di Amerika Serikat, Eropa, Rusia, dan negara-negara Arab,” ujar Alkaila dalam sebuah konferensi pers di Ramallah.
Pada hari Sabtu (18/11/2023), tentara Israel memberikan waktu satu jam kepada ratusan pasien di rumah sakit Al Shifa untuk mengungsi. Sumber-sumber medis mengatakan kepada Wafa bahwa 150 pasien yang sakit kritis, lebih dari 30 bayi prematur, dan lima dokter masih berada di rumah sakit karena ketidakmampuan mereka untuk bergerak.
Empat dari 39 bayi yang berada di dalam inkubator meninggal pekan lalu setelah rumah sakit kehabisan oksigen dan listrik akibat pengepungan Israel di Gaza. Beruntung 20 bayi prematur yang masih selamat akhirnya berhasil dikeluarkan dari jalur Gaza dan kini sebagian mendapat perawatan di wilayah Mesir. (zul/AZ)
- 125 Tahun Bung Karno: Putra Sang Fajar yang Menggali Pancasila dan Menyalakan Api Nasionalisme Indonesia
- FIFA Matchday 2026: Timnas Indonesia Unggul 2-0 Melawan Timnas Oman di Babak Pertama
- Sholat Jumat Perdana di Masjid Al Ijtihaad: Panggilan Iman dari Rawa Sapi, Saatnya Menjadi Saksi Lahirnya Rumah Allah
- Kebakaran Kemayoran Terbaru: Saatnya Ulurkan Tangan, Ratusan Korban Kehilangan Rumah dalam Semalam
- Presiden Prabowo Copot Jabatan Dadan Hindayana, Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin BGN
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


